Dress Rama Dauhan Design Studio, jaket Hunting Fields, aksesori Stuudio Particular available at LUMINE JAKARTA
Saat energi telah terisi kembali, maka yang kita dapat adalah semangat baru untuk melakukan segala kegiatan dengan lebih antusias. Setelah memberi ruang bagi diri sendiri, Sitha justru menemukan keberanian untuk melangkah ke wilayah yang lebih menantang. Tahun ini, ia hadir lewat dua film yang jarak rilisnya nyaris berdekatan, masing-masing membawa bobot emosional yang berbeda. Yakni Kamu Harus Mati dan Keluarga Suami adalah Hama. Salah satunya bahkan menjadi penanda awal perjalanannya di dunia film, diambil enam tahun lalu sebagai pekerjaan layar lebar pertamanya.
Namun proyek terbarunya membawa sesuatu yang benar-benar baru. Untuk pertama kalinya, Sitha menerima peran antagonis, peran yang berbeda dari karakter-karakter lembut dan tertindas yang selama ini lekat dengannya. Sebuah keputusan yang lahir dari rasa ingin mencoba, dari energi yang cukup untuk mengambil risiko. Ia menyadari tantangan itu sebagai ruang belajar, sekaligus cara mengenal dirinya lebih jauh sebagai aktris.
Salah satu adegan yang paling membekas terjadi di meja makan. Dalam salah satu adegan dari film Keluarga Suami adalah Hama, Sitha merasa adegan tersebut begitu intens sehingga membekas di benaknya hingga saat ini.
"Di scene yang di meja makan, di mana aku lempar-lemparan udang sama adek aku, dan Mbak Intan (Raihaanun) ngeliat. Itu menurut aku yang paling gong banget buat scene aku. Kenapa berbekas? Karena mungkin intense banget kali ya. Kayak dari pemainnya, ada Tante Mer (Meriam Bellina) juga yang aku fans banget, bisa bermain sama Tante Mer. Apalagi di situ aku juga kayak ceritanya ngadu ke Tante Mer, kalau si ipar aku nih nyebelin gitu. Jadi kayak, it's very memorable," curhat Sitha.
Tentu hal ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Sitha. Sebab, ini adalah perubahan yang menurutnya paling terasa di sepanjang karier aktingnya.
"Pencapaian dan perbedaan yang aku rasakan adalah kenyamanan saat aku berakting. Kalau yang pas awal-awal kan aku bener-bener nggak tau apapun tentang dunia akting, dunia entertainment. Jadi emang aku harus masih meraba-raba. Dan aku masih malu-malu untuk berakting. Terus lama-lama aku kayak, oh aku lebih mengerti lebih nyaman buat akting di depan orang-orang," kata Sitha lagi.