- Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada (1982)
- Master of Science (M.Sc.) bidang Ekonomi Moneter dan Internasional, Iowa State University (1989)
- Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Ekonomi Moneter dan Internasional, Iowa State University (1991)
Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Mundur setelah Delapan Tahun Memimpin

Perry Warjiyo mengundurkan diri sukarela sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 27 Juli 2026 karena alasan pribadi, meski masa jabatan keduanya seharusnya berlangsung hingga 2028.
Lulusan UGM dan Iowa State University ini berkarier di Bank Indonesia sejak 1984, menempati berbagai posisi strategis hingga menjadi Gubernur BI pada 2018.
Setelah pengunduran diri Perry, Destry Damayanti ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI; bank sentral menegaskan tugas menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan keuangan tetap berjalan.
Kabar pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin, 27 Juli 2026, menjadi sorotan publik. Setelah memimpin bank sentral selama lebih dari tujuh tahun, Perry memutuskan mundur secara sukarela dengan alasan pribadi, sehingga mengakhiri masa jabatannya yang sejatinya masih berlangsung hingga 2028.
Selama berkarier, ia dikenal sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia dengan pengalaman lebih dari empat dekade di bidang kebanksentralan, baik di dalam negeri maupun forum ekonomi internasional. Lantas, seperti apa sosok Perry Warjiyo dan bagaimana perjalanan kariernya hingga menjadi Gubernur Bank Indonesia? Simak profil lengkapnya berikut ini, Bela!
Table of Content
1. Biodata dan perjalanan awal Perry Warjiyo

Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959. Ia menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya sebelum melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Karier Perry identik dengan dunia ekonomi dan kebanksentralan. Ia dikenal sebagai ekonom yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya di Bank Indonesia. Selama lebih dari 40 tahun, Perry dipercaya menangani berbagai bidang strategis, mulai dari kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, hingga hubungan ekonomi internasional.
Puncak kariernya diraih saat dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia ke-16 pada 24 Mei 2018, menggantikan Agus Martowardojo. Ia kemudian kembali dipercaya untuk masa jabatan kedua pada 2023. Namun, pada 27 Juli 2026, Perry resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
2. Riwayat pendidikan Perry Warjiyo

Perry Warjiyo menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1982. Keinginannya memperdalam ilmu ekonomi membawanya melanjutkan studi ke Iowa State University, Ames, Amerika Serikat, dengan fokus pada ekonomi moneter dan keuangan internasional.
Riwayat pendidikannya meliputi:
Latar belakang akademik tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya sebagai ekonom sekaligus bankir sentral.
3. Perjalanan karier dari staf hingga Gubernur Bank Indonesia

Perjalanan Perry Warjiyo di Bank Indonesia dimulai pada Januari 1984 sebagai staf di bidang penyelamatan kredit, pemeriksaan, dan pengawasan kredit.
Berkat pengalaman dan kompetensinya, ia terus dipercaya mengisi berbagai posisi strategis, di antaranya:
- 1984 – Staf Desk Penyelamatan Kredit, Pemeriksaan, dan Pengawasan Kredit
- 1992–1995 – Staf Gubernur Bank Indonesia
- 1995 – Kepala Bagian Neraca Pembayaran
- 1997 – Kepala Bagian Analisis dan Kebijakan Moneter
- 1998 – Kepala Biro Gubernur
- 2000 – Deputi Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter
- 2001 – Project Leader Unit Khusus Program Transformasi Bank Indonesia
- 2003 – Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan
- 2005–2007 – Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial
- 2007–2009 – Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, mewakili 13 negara anggota South-East Asia Voting Group
- 2013–2018 – Deputi Gubernur Bank Indonesia
- 24 Mei 2018–27 Juli 2026 – Gubernur Bank Indonesia
Selain aktif di Bank Indonesia, Perry juga pernah menjadi dosen pascasarjana di Universitas Indonesia dan dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Ia juga beberapa kali menjadi penasihat delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional, seperti IMF, World Bank, G20, Asian Development Bank (ADB), Bank for International Settlements (BIS), dan Executives' Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP).
4. Prestasi, penghargaan, dan karya Perry Warjiyo

Selama berkarier, Perry Warjiyo dikenal tidak hanya sebagai bankir sentral, tetapi juga akademisi dan penulis di bidang ekonomi moneter.
Ia telah menerbitkan sejumlah buku yang menjadi referensi di bidang kebanksentralan, di antaranya:
- Kebijakan Moneter di Indonesia (2003)
- Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016)
- Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020)
Di tingkat internasional, Perry memperoleh penghargaan Governor of the Year Asia-Pacific 2019 dari GlobalMarkets atas keberhasilannya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai gejolak ekonomi dan politik sekaligus mendorong transformasi digital Bank Indonesia.
Sementara itu, pada 25 Agustus 2025, ia menerima Bintang Mahaputera Utama, salah satu tanda kehormatan tertinggi dari pemerintah Indonesia atas jasa dan pengabdiannya kepada negara.
5. Kebijakan penting selama memimpin Bank Indonesia

Perry Warjiyo memimpin Bank Indonesia pada periode yang penuh tantangan, mulai dari tekanan terhadap nilai tukar rupiah, pandemi COVID-19, hingga ketidakpastian ekonomi global.
Pada awal masa jabatannya di 2018, ia menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah akibat gejolak ekonomi dunia. Untuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia mengambil langkah menaikkan suku bunga acuan secara bertahap serta memperkuat komunikasi kebijakan kepada pelaku pasar.
Memasuki 2020, saat pandemi COVID-19 melanda, Perry memimpin pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan BI Rate secara bertahap hingga mencapai 3,5 persen pada 2021. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Pada 2026, ketika rupiah kembali mengalami tekanan, Bank Indonesia menerapkan berbagai langkah penguatan nilai tukar, di antaranya:
- Meningkatkan intervensi di pasar valuta asing;
- Menaikkan suku bunga instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI);
- Membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder;
- Menjaga likuiditas pasar uang;
- Memperketat pembelian dolar AS tanpa underlying transaction;
- Memperluas penggunaan Local Currency Transaction (LCT), termasuk dengan yuan China; serta
- Memperketat pengawasan transaksi pembelian dolar AS dalam jumlah besar.
Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada Mei–Juni 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah.
6. Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur BI

Pada Senin, 27 Juli 2026, Bank Indonesia mengumumkan bahwa Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi. Surat pengunduran dirinya ditandatangani pada 25 Juli 2026 dan diterima Presiden Prabowo Subianto sehari kemudian.
Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur 26 Juli 2026, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia sesuai ketentuan Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.
Dalam konferensi pers, Destry mengatakan:
"Maka, Dewan Gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara."
Ia juga menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tidak akan memengaruhi pelaksanaan tugas Bank Indonesia.
"Bank Indonesia akan senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan."
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry selama memimpin Bank Indonesia.
"Presiden menerima pengunduran diri Bapak Perry Warjiyo, tentu dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia."
Itulah profil Perry Warjiyo, ekonom senior yang mengabdikan lebih dari empat dekade kariernya di Bank Indonesia hingga menjabat sebagai Gubernur BI periode 2018–2026. Kiprahnya dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan menjadikan Perry sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan kebanksentralan Indonesia.






















