Rekomendasi Film Karya Ryan Coogler, dari 'Black Panther' Hingga 'Sinners'

Fruitvale Station (2013). Debut film Ryan Coogler, mengisahkan perjuangan Oscar Grant dalam 24 jam terakhir sebelum tewas akibat penembakan polisi di Stasiun Fruitvale.
Creed (2015). Spin-off Rocky yang menampilkan Adonis Donnie Creed, putra Apollo Creed, dan perjuangannya dalam dunia tinju.
Black Panther (2018). Mengisahkan T'Challa sebagai Black Panther yang harus melindungi Wakanda dari ancaman musuh lama dan membuka negaranya ke dunia luar.
Nama Ryan Coogler semakin diperhitungkan di industri Hollywood setelah film Sinners diumumkan meraih 16 nominasi di Oscar tahun ini. Dengan gaya penyutradaraan yang kuat dan emosional, sutradara muda asal Amerika Serikat ini terus membuktikan kiprah dan kualitasnya sebagai sutradara yang visioner.
Melalui sejumlah film yang ia garap, Coogler kerap menghadirkan cerita yang tak hanya menghibur, namun juga sarat makna sosial dan kedalaman karakter. Dari Black Panther yang merevolusi film superhero dan representasi budaya Afrika-Amerika hingga Sinners yang menuai pujian kritikus, karya-karyanya konsisten menunjukan identitas kuat sebagai pembuat film dengan visi jelas. Tak heran jika filmografi Coogler kini layak masuk daftar tontonan wajib bagi para pencinta sinema. Berikut ini rekomendasi film karya Ryan Coogler yang sudah Popbela rangkum untuk kamu!
1. Fruitvale Station (2013)

Fruitvale Station merupakan film debut Ryan Coogler yang dibintangi oleh Michael B. Jordan , Melonie Diaz dan Octavia Spencer. Diceritakan Michael berperan sebagai Oscar Grant, seorang pria muda yang berusaha memperbaiki hidupnya dalam 24 jam terakhir sebelum tewas akibat penembakan polisi di Stasiun Fruitvale. Ia berusaha memperbaiki hubungan yang tegang dengan sang ibu, pacar serta teman-temannya. Oscar berjuang untuk mendapatkan pekerjaan di toko kelontong, namun terus mengalami kegagalan, bahkan sempat tergoda menjual ganja sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.
Film ini memperlihatkan perjuangan Oscar menghadapi kehidupan, harapan untuk masa depan sekaligus menyoroti isu sosial dan rasisme. Dengan pendekatan intim dan emosional, Coogler berhasil membuat penotnon merasakan setiap dilema dan ketegangan yang dialami Oscar.
2. Creed (2015)

Creed (2015) adalah film drama olahraga spin-off yang menghidupkan kembali waralaba Rocky dengan sudut pandang baru. Michael B. Jordan tampil sebagai Adonis Donnie Creed, putra hasil hubungan gelap mendiang petinju legendaris Apollo Creed, yang berusaha membangun namanya sendiri di dunia tinju. Ia menunjuk Rocky Balboa yang diperankan oleh Sylvester Stallone untuk melatihnya. Donnie akhirnya bertarung melawan juara dunia kelas berat ringan, Ricky Conlan dan mendapat kehormatan meski kalah tipis.
Kesuksesan film ini kemudian berlanjut ke beberapa sekuel. Di sekuel keduanya, Donnie menerima tantangan dari Viktor Drago, putra Ivan Drago, pria yang membunuh ayahnya di atas ring. Berlanjut ke sekuel ketiga, Donnie kembali diganggu oleh Damian, teman masa kecil sekaligus mantan petinju berbakat yang baru keluar dari penjara. Konflik personal memaksa Donnie bertarung melawan teman lamanya itu untuk melindungi masa depannya.
3. Black Panther (2018)

Black Panther menjadi tonggak penting dalam karier Ryan Coogler di industri Hollywood. Chadwick Boseman memerankan T’Challa yang kembali ke negara Afrika Wakanda yang berteknologi maju untuk menjadi raja setelah kematian ayahnya. Sebagai Black Panther baru, ia harus mempertahankan negaranya dari ancaman musuh lama, Erik Killmonger, yang diperankan Michael B. Jordan. Pertarungan pun terjadi antara T'Challa yang ingin menjaga isolasi Wakanda demi keamanan, dan Killmonger yang ingin menggunakan teknologi Wakanda untuk membebaskan orang-orang tertindas di seluruh dunia. Setelah hampir kalah, T'Challa berhasil mengalahkan Killmonger dan memutuskan untuk membuka Wakanda ke dunia luar untuk berbagi teknologi mereka.
Film ini tak hanya sukses besar secara komersial hingga menerima Oscar sebagai film terbaik, film ini juga membuka jalan bagi sekuel yang memperluas dunia Wakanda dan memperdalam konflik emosional para karakternya.
4. Bllck Panther: Wakanda Forever (2022)

Sebagai kelanjutan dari Black Panther, Wakanda Forever berfokus pada perjuangan Ratu Ramonda, Shuri, M'Baku, Okoye, dan Dora Milaje untuk melindungi Wakanda dari campur tangan kekuatan dunia setelah kematian Raja T'Challa. Dunia luar terus berupaya mencari vibranium, di tengah duka, bangsa Wakanda juga menghadapi ancaman baru dari Namor, pemimpin peradaban bawah laut Talokan yang tiba-tiba menyerang mereka, memaksa Shuri mengambil jubah Black Panther.
Film ini menonjolkan tema duka dan kehilangan dengan pendekatan yang lebih matang, sekaligus menunjukkan keberanian Coogler dalam melanjutkan kisah tanpa tokoh utamanya.
5. Space Jam: A New Legacy (2021)

Ryan Coogler terlibat sebagai produser dalam Space Jam: A New Legacy, film keluarga yang dibintangi LeBron James sebagai versi fiktif dirinya. Film ini mengisahkan bintang NBA LeBron James yang ingin anaknya, Dom, fokus basket. Namun, Dom lebih tertarik untuk menjadi pengembang video game. Tiba-tiba, Al-G Rhythm menculik Dom ke dunia virtual yang dibuatnya. Untuk menyelamatkan Dom dan kembali ke dunia nyata, LeBron harus memimpin tim Looney Tunes, termasuk Bugs Bunny, memenangkan pertandingan basket melawan Goon Squad.
Meski berbeda genre dari karya-karya sebelumnya, keterlibatan Coogler menunjukkan fleksibilitasnya dalam mendukung proyek hiburan berskala besar. Film ini menonjolkan tema hubungan ayah-anak, persahabatan, dan menghargai minat anak, dikemas dengan aksi komedi dan nostalgia Warner Bros.
6. Judas and the Black Messiah (2021)

Judas and the Black Messiah (2021) adalah drama biografi kriminal berdasarkan kisah nyata pengkhianatan terhadap Fred Hampton (Daniel Kaluuya), ketua Partai Black Panther Illinois yang karismatik, oleh William O'Neal (LaKeith Stanfield), seorang informan FBI. FBI memaksa William O'Neal menyusup ke dalam partai Black Panther. O'Neal berhasil menjadi pengawal Fred Hampton, pemimpin muda yang visioner yang menyatukan berbagai kelompok untuk melawan kebrutalan polisi dan kemiskinan. Hampton dipandang sebagai ancaman keamanan nasional oleh FBI menjadikan O'Neal "Yudas" yang membocorkan informasi krusial. Pengkhianatan O'Neal berujung pada penggerebekan oleh polisi dan FBI pada tahun 1969 yang menewaskan Hampton, sebuah tragedi yang digambarkan secara intens dalam film.
Film ini menyoroti perjuangan Hampton melawan ketidakadilan rasial pada akhir 1960-an di Chicago dan upayanya membentuk aliansi, sementara FBI berusaha menghancurkannya.
7. Sinners (2025)

Sinners menjadi film terbaru Ryan Coogler yang paling ramai diperbincangkan. Dibintangi Michael B. Jordan sebagai tokoh utama, film ini mengangkat konflik moral dan sosial dalam balutan drama yang gelap dan emosional. Film horor supranatural berlatar tahun 1930-an ini mengisahkan dua saudara kembar, Smoke dan Stack (Michael B. Jordan), yang kembali ke kampung halaman di Mississippi Delta untuk memulai hidup baru dengan membuka juke joint. Niat mereka mencari kedamaian berubah menjadi teror mengerikan ketika vampir yang dipimpin Remmick (Jack O'Connell) menyerang, mengancam komunitas mereka.
Film ini menonjolkan perbedaan prinsip antara Smoke yang tenang dan Stack yang penuh amarah dalam menghadapi ancaman. Disutradarai oleh Ryan Coogler, Sinners menggabungkan unsur horor supranatural dengan tema sosial-politik southern gothic, menyoroti perjuangan melawan kegelapan fisik dan kejahatan yang merajalela. Pencapaian 16 nominasi Oscar membuat Sinners ramai diperbincangkan dan menjadi bukti konsistensi Coogler dalam menghadirkan karya yang kuat secara cerita maupun penyutradaraan.
Itu dia 7 rekomendasi film karya Ryan Coogler. Dari Fruitvale Station hingga Sinners, Ryan Coogler membuktikan dirinya sebagai sutradara visioner yang mampu menyuguhkan cerita emosional, karakter kuat, dan pesan sosial yang relevan. Setiap filmnya bukan hanya menghibur, tapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.


















