Anugerah Musik Indonesia (AMI) untuk Album Lagu Anak-Anak Terbaik
AMI untuk Artis Solo Laki-Laki Anak-Anak Terbaik
Festival Film Bandung 2022 sebagai Pemeran Pembantu Pria Terpuji lewat Mencuri Raden Saleh
Profil Umay Shahab, dari Artis Cilik hingga Menjabat CCO di Sinemaku Pictures

Umay Shahab, mantan artis cilik yang kini menjadi sutradara, produser, dan penggerak utama di Sinemaku Pictures.
Umay Shahab memiliki latar belakang keluarga Alawiyyin dan pendidikan S-1 Ilmu Komunikasi dari Universitas Paramadina.
Karier Umay dimulai sebagai artis cilik, meraih kesuksesan dalam tarik suara, membintangi film populer, dan meraih sejumlah penghargaan.
Umay Shahab kembali menjadi sorotan publik setelah Prilly Latuconsina secara resmi mengundurkan diri dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang mereka dirikan bersama sejak 2019. Keputusan Prilly tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat peran besarnya dalam perjalanan Sinemaku Pictures hingga menjadi salah satu PH paling diperhitungkan di industri film Indonesia.
Di tengah kabar itu, perhatian publik turut tertuju pada sosok Umay Shahab, mantan artis cilik yang kini menjelma menjadi sutradara, produser, sekaligus penggerak utama di balik Sinemaku Pictures. Siapakah sebenarnya Umay Shahab, bagaimana perjalanan kariernya, dan mengapa namanya ikut terseret dalam isu yang ramai dibicarakan warganet? Berikut profil lengkapnya, Bela!
Latar belakang dan pendidikan Umay Shahab

Umay Shahab memiliki nama lengkap Muhammad Arfiza Shahab, lahir di Jakarta pada 16 Februari 2001. Ia berasal dari keluarga Alawiyyin, keturunan Arab Hadhrami dengan marga Aal Shihāb-Uddīn. Ayahnya, Said Hanafi Shahab, dan ibunya, Yahni Dahmayanti, dikenal memiliki peran penting dalam perjalanan hidup dan karier Umay.
Nama “Umay” sendiri bukan nama resmi, melainkan nama panggilan yang diberikan sang ibu, terinspirasi dari kisah Khalifah Umar bin Khattab. Karena nama Umar sudah terlalu umum, pelafalannya diubah menjadi Umay—nama yang kemudian melekat hingga menjadi identitas panggungnya.
Di luar dunia hiburan, Umay menempuh pendidikan tinggi di Universitas Paramadina, mengambil S-1 Ilmu Komunikasi, dan telah dinyatakan lulus. Latar pendidikan ini menjadi bekal penting dalam perjalanannya sebagai sineas dan pelaku industri kreatif.
Awal perjalanan karier: Dari artis cilik hingga multitalenta

Karier Umay Shahab dimulai sejak usia sangat muda. Pada 2006, saat baru berusia lima tahun, ia debut sebagai aktor cilik lewat sinetron Wulan. Namanya mulai dikenal luas setelah membintangi Eneng dan Kaos Kaki Ajaib pada 2007.
Tak hanya akting, Umay juga menjajal dunia tarik suara. Pada 2009, ia merilis album anak berjudul “Umay” yang didistribusikan melalui KFC. Album tersebut terjual lebih dari 250 ribu kopi dan meraih predikat triple platinum, menjadikan Umay sebagai salah satu penyanyi cilik paling sukses pada masanya.
Karya dan penghargaan yang diraih Umay Shahab

Sepanjang kariernya, Umay Shahab telah membintangi berbagai film dan serial populer, seperti Rompis, Danur 3: Sunyaruri, Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, hingga Mencuri Raden Saleh. Atas kiprahnya, Umay juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya:
Penghargaan tersebut menandai transisinya yang sukses dari artis cilik ke aktor dan sineas dewasa.
Karier di balik layar dan peran di Sinemaku Pictures

Seiring bertambahnya usia, Umay mulai mengalihkan fokus ke belakang layar. Debutnya sebagai sutradara dimulai lewat film pendek Cinta di Balik Awan (2016). Puncaknya, ia menyutradarai film panjang Kukira Kau Rumah, yang mendapat sambutan luas dari penonton.
Pada 2019, Umay bersama Prilly Latuconsina mendirikan Sinemaku Pictures. Di perusahaan ini, Umay menjabat sebagai Chief Creative Officer (CCO) dan menjadi motor kreatif di balik banyak proyek film.
Dalam struktur Sinemaku Pictures, ibu Umay, Yahni Dahmayanti, menjabat sebagai CEO, sementara ayahnya, Said Hanafi Shahab, sebagai CFO. Kekasih Umay, Inarah Syarafina, juga dipercaya menyutradarai salah satu film produksi Sinemaku, yakni Temurun (2024).
Dugaan adanya polemik antara Prilly Latuconsina dan Umay Shahab

Keputusan Prilly Latuconsina mundur dari Sinemaku Pictures pada Januari 2026 memicu beragam spekulasi. Di X, warganet membicarakan seseorang yang membangun ‘dinasti’ dalam Sinemaku Pictures dengan merekrut anggota keluarganya. Sikap tersebut pun diarahkan oleh sebagian warganet kepada Umay Shahab, dan diduga menjadi salah satu alasan di balik pengunduran diri Prilly.
Sejumlah komentar warganet ramai beredar. Salah satunya datang dari akun @gavelai* yang menulis, “Baguslah lagian Prilly bisa terbang lebih jauh kalo sendiri. Gak kebayang-bayang satunya lagi yang malah masukin pacarnya jadi sutradara.” Sementara akun @padangrentia* menyoroti struktur internal perusahaan dengan komentar, “Pertama ibunya, oh oke. Eh ada bapak, loh ada adek, pacar, saudara yang lain. Lah? Kalau untung banyakan ke keluarga dia, kalau flop dan jelek nama besar Prilly yang dipertaruhkan.”
Meski demikian, Umay Shahab turut mengeluarkan pernyataan melalui akun Instagram pribadinya @umayshahab. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi Prilly selama enam tahun bersama Sinemaku Pictures, sekaligus mendoakan langkah Prilly ke depan. Prilly pun membalas dengan ucapan dan doa yang sama, menegaskan bahwa hubungan mereka tetap terjaga dengan baik. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi yang menyebut konflik personal sebagai alasan Prilly mundur, dan Sinemaku Pictures dipastikan tetap berjalan dengan Umay Shahab melanjutkan perannya sebagai penggerak kreatif utama.
Dari artis cilik hingga sineas muda, perjalanan Umay Shahab mencerminkan transformasi panjang di industri hiburan Indonesia. Di tengah sorotan dan dinamika yang terjadi, kiprahnya di dunia film masih terus berlanjut—menjadikannya salah satu nama penting dalam generasi baru perfilman Tanah Air.


















