- Album: Dimulai dari Mimpi (2016)
- Singel: “Bulan di Telinga” (2016), “Halo Jelita” (2019), “Belukar Dunia” (2019)
Profil Chiki Fawzi yang Gagal Jadi Petugas Haji 2026

- Chiki Fawzi, aktivis multitalenta
- Latar belakang keluarga dan pendidikan Chiki
- Debut musik, aktivisme kemanusiaan, dan karier di dunia peran
Nama Chiki Fawzi belakangan ramai diperbincangkan publik setelah kabar gagalnya ia menjalankan tugas sebagai petugas haji mencuat di media sosial dan pemberitaan nasional. Aktivis sekaligus seniman ini secara terbuka membagikan pengalamannya saat dinyatakan tidak melanjutkan proses sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026, sebuah amanah yang telah lama ia impikan dan persiapkan dengan sungguh-sungguh.
Perhatian publik semakin besar ketika beredar informasi bahwa Chiki sempat kembali dipanggil setelah sebelumnya dinyatakan batal melanjutkan tugas tersebut. Dinamika ini membuat banyak orang penasaran dengan sosok Chiki Fawzi. Lantas, siapa sebenarnya Chiki Fawzi? Berikut profil lengkapnya, Bela!
Profil dan latar belakang keluarga

Chiki Fawzi memiliki nama lengkap Marsha Chikita Fawzi. Ia lahir di Jakarta pada 28 Januari 1989 dan merupakan anak bungsu dari pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque, dua figur publik yang dikenal luas di Indonesia. Chiki juga berasal dari keluarga besar yang lekat dengan dunia seni dan hiburan.
Ia adalah adik dari Isabella Fawzi, serta keponakan dari sejumlah tokoh ternama seperti Soraya Haque, Shahnaz Haque, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan. Lingkungan keluarga yang kental dengan seni dan aktivisme turut membentuk karakter serta pilihan hidup Chiki sejak usia muda.
Perjalanan pendidikan dan karier sebagai animator

Minat Chiki terhadap dunia kreatif membawanya menempuh pendidikan di Multimedia University Selangor, Malaysia, sejak pertengahan tahun 2000-an. Setelah itu, ia menjalani masa magang di Les’ Copaque Production, rumah produksi animasi asal Malaysia yang terkenal lewat serial Upin & Ipin.
Kemampuannya membuat Chiki dipercaya menjadi pekerja tetap sejak tahun 2010, dengan peran sebagai komposer efek visual. Kontribusinya tidak hanya bersifat teknis. Kehadiran karakter Susanti, tokoh anak asal Indonesia dalam Upin & Ipin, juga melibatkan sentuhan Chiki. Ia memastikan karakter tersebut tampil autentik sebagai representasi budaya Indonesia, termasuk lewat pengenalan makanan tradisional seperti kue semprong dan bakpia.
Pada 2012, Chiki memutuskan kembali ke Indonesia dan mendirikan Monso House, sebuah studio animasi independen bersama lima rekannya. Selain dunia animasi, Chiki juga aktif sebagai seniman rupa. Ia kerap terlibat dalam proyek mural dan karya visual lainnya. Kegiatan seni ini menjadi medium ekspresi sekaligus sarana menyampaikan pesan sosial yang selama ini ia yakini.
Debut musik dan karya independen

Tahun 2016 menjadi tonggak baru dalam perjalanan Chiki sebagai musisi. Ia merilis album perdana berjudul Dimulai dari Mimpi secara independen, tanpa bergabung dengan label besar. Seluruh proses kreatif—mulai dari penulisan lagu hingga desain sampul album—dikerjakan sendiri olehnya, dengan distribusi dibantu oleh Demajors.
Album ini tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga sarana berbagi. Dari setiap penjualan album, sebagian hasilnya disumbangkan untuk Rumah Harapan, rumah singgah bagi anak-anak dengan penyakit serius, khususnya leukemia. Bagi Chiki, musik adalah ruang berkarya, bukan semata-mata soal popularitas atau penjualan. Beberapa karya musiknya antara lain:
Aktivisme dan aksi kemanusiaan

Chiki Fawzi dikenal aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan dan sosial, dengan fokus utama pada solidaritas Palestina. Pada 2025, ia bergabung dengan misi internasional Global Sumud Flotilla, berlayar dari Tunisia untuk menembus blokade di Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selain itu, Chiki juga terlibat dalam kampanye Green Initiative dan program Halal Living, serta aktif mengadvokasi berbagai isu kemanusiaan baik di dalam negeri maupun internasional.
Tidak hanya melalui aksi langsung, Chiki memanfaatkan brand busananya, Chikigo, untuk menyuarakan dukungan bagi Palestina dan mengajak publik berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Melalui berbagai unggahan media sosial, ia terus menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan, menegaskan perannya sebagai sosok publik yang konsisten membawa dampak positif bagi masyarakat.
Karier di dunia Peran dan televisi

Selain berkarya di balik layar dan dunia musik, Chiki Fawzi juga menapaki dunia seni peran. Ia terlibat dalam sejumlah film layar lebar yang umumnya mengangkat tema religi, keluarga, dan nilai kemanusiaan. Beberapa film yang pernah dibintanginya antara lain Ketika Mas Gagah Pergi (2016), Duka Sedalam Cinta (2017), 99 Nama Cinta (2019), serta Husna (2019). Chiki juga tercatat terlibat dalam film Titip Bunda di SurgaMu yang dijadwalkan rilis pada 2026.
Di luar dunia film, Chiki aktif sebagai pembawa acara program televisi bernuansa gaya hidup dan religi. Ia pernah memandu beberapa acara, di antaranya:
- Muslim Travelers (NET.)
- Halal Living (NET.)
- Salam Ramadan (RTV)
Kiprahnya di dunia peran dan televisi melengkapi perjalanan Chiki sebagai figur publik yang tidak hanya berkarya di satu bidang, tetapi konsisten menyuarakan nilai-nilai yang ia yakini melalui berbagai medium.
Polemik gagalnya Chiki Fawzi sebagai Petugas Haji 2026
Nama Chiki Fawzi menjadi sorotan publik setelah ia mengumumkan bahwa dirinya gagal menjalankan tugas sebagai petugas haji 2026 saat mengikuti Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Chiki mengungkapkan kabar tersebut melalui unggahan video di Instagram pada 28 Januari 2026, yang kemudian viral dan memicu beragam respons masyarakat. Ia menyampaikan kesedihannya karena kesempatan tersebut merupakan impian yang telah ia persiapkan selama kurang lebih tiga tahun terakhir.
Kisah ini bermula pada 9 Januari 2026, ketika Chiki mendapat tawaran dari Kementerian Haji dan Umrah untuk menjadi petugas haji melalui jalur penunjukan langsung (PL) bersama sejumlah figur publik lainnya. Setelah melengkapi dokumen dan menjalani medical check-up, Chiki mengikuti diklat mulai 22 Januari 2026, hanya sehari setelah kembali dari misi kemanusiaan di Yordania, Palestina, dan Suriah. Selama diklat, ia ditempatkan di TUSI Medical Center Haji (MCH) dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dari pagi hingga malam, sembari menjalankan tugas pembuatan konten sosialisasi haji.
Namun, pada 26 Januari 2026 malam, saat mengikuti kelas bahasa Arab, Chiki dipanggil oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah dan diberitahu bahwa dirinya tidak dapat melanjutkan diklat. Chiki mengaku terkejut karena merasa seluruh proses berjalan baik dan mendapatkan banyak umpan balik positif. Ia pun menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan menyerahkannya sebagai bagian dari ketentuan Tuhan. “Manusia bisa berencana, pemerintah bisa memanggil, tapi kalau Allah belum memanggil, ya aku tidak akan bisa berangkat,” ujar Chiki dalam pernyataannya.
Itulah, profil Chiki Fawzi yang belakangan ini ramai menjadi sorotan warganet. Kalau ada informasi lain yang kamu tahu, tolong tulis lewat kolom komentar, Bela!


















