MAKI ‘KOLORCOASTER’ TOUR IN JAKARTA: A Night That Painted Every Emotion

MAKI menggelar konser perdananya di Indonesia bertajuk ‘KOLORCOASTER’ TOUR IN JAKARTA di Bengkel Space SCBD, menghadirkan penampilan penuh warna dan emosi bagi penggemar dari Indonesia serta Filipina.
Konser dipenuhi momen personal seperti tangis haru saat "Bughaw", interaksi hangat dengan penonton, hingga pesan mencintai diri sendiri dan kisah inspiratif tentang hewan peliharaan melalui lagu "itim na ulap".
Malam ditutup dengan lagu "Dilaw" yang sarat makna cinta dan mimpi, disertai ucapan terima kasih MAKI kepada penggemar serta janji untuk kembali ke Jakarta di masa mendatang.
Penyanyi dan penulis lagu asal Filipina, MAKI, akhirnya menyapa penggemarnya di Indonesia melalui konser perdananya bertajuk ‘KOLORCOASTER’ TOUR IN JAKARTA pada Minggu (14/6/2026). Bertempat di Bengkel Space SCBD, konser ini menjadi salah satu momen spesial bagi para penggemar yang telah lama menantikan kedatangannya.
Membawakan sederet lagu populer seperti "Dilaw", "Namumula", "Saan?", "kahel na langit", hingga lagu terbarunya "habangbuhay pansamantala", MAKI sukses menghadirkan pengalaman konser yang hangat dan penuh emosi. Malam itu terasa semakin istimewa karena tak hanya dihadiri penggemar dari Indonesia, tetapi juga sejumlah penggemar yang datang langsung dari Filipina. Percampuran bahasa, budaya, dan semangat yang sama untuk musik MAKI menciptakan atmosfer yang begitu berkesan.
Yuk, kilas balik keseruan konser MAKI ‘KOLORCOASTER’ TOUR IN JAKARTA yang dipenuhi warna, cerita, dan berbagai momen menyentuh hati!
Table of Content
Membuka malam penuh warna lewat "kahel na langit"

Sebelum penampilan dimulai, layar panggung menampilkan visual pembuka bernuansa fantasi yang terinspirasi dari dunia dan lagu-lagu MAKI. Suasana venue langsung dipenuhi sorakan penonton yang sudah tidak sabar menyaksikan sang idola tampil.
Tak lama kemudian, MAKI muncul di atas panggung dan langsung menyapa penonton dengan teriakan, "Jakarta!"
Alunan live music pun mengisi ruangan saat ia membuka konser dengan lagu "kahel na langit". Di tengah penampilan, MAKI beberapa kali membuat gestur hati dengan kedua tangannya sambil mengungkapkan rasa cintanya kepada penggemar.

"Aku cinta kalian, Jakarta," ujarnya yang langsung disambut teriakan meriah.
Usai lagu pertama, ia kembali menyapa penonton, "Apa kabar, Jakarta? Apa kabar Indonesia Zushis? Selamat datang di 'KOLORCOASTER' Tour di Jakarta!"
Energinya terus berlanjut saat membawakan "Kailan?". Sejak dua lagu pertama, penonton sudah aktif bernyanyi bersama hingga membuat suasana konser terasa hidup. MAKI bahkan beberapa kali memberikan acungan jempol sebagai bentuk apresiasi kepada para penggemar yang ikut menyanyikan setiap lirik.
Air mata haru saat membawakan "Bughaw"

Nuansa panggung berubah menjadi biru ketika MAKI membawakan "Bughaw". Lagu tersebut menjadi salah satu momen emosional sepanjang konser.
Di tengah penampilannya, MAKI sempat terlihat menitikkan air mata karena terharu melihat antusiasme penonton yang ikut bernyanyi bersama. Setelah menenangkan diri beberapa saat, ia kembali melanjutkan penampilan hingga lagu berikutnya, "Bakit?".
Momen itu memperlihatkan betapa spesialnya konser Jakarta bagi MAKI. Interaksi yang terjalin sepanjang malam terasa begitu personal, seolah tidak ada jarak antara penyanyi dan para penggemarnya.
Kisah patah hati yang menyentuh lewat "INDIGO (with u)"

Warna ungu pun mulai mendominasi panggung saat MAKI membawakan "INDIGO (with u)".
Sebelum lagu dimulai, ia sempat berbagi cerita tentang seseorang yang pernah membuatnya rela melakukan berbagai hal yang tidak biasa ia lakukan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bagaimana cinta terkadang hadir tanpa alasan yang bisa dijelaskan.
Namun di saat yang sama, ia juga menyadari bahwa perasaan itu tidak bisa dipaksakan.
"Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk memilih kita," ungkapnya kepada penonton.
Lagu berbahasa Inggris tersebut terasa begitu emosional karena dibawakan dengan penuh penghayatan. Banyak penonton terlihat larut dalam cerita yang ingin disampaikan melalui liriknya.
Fanservice tanpa henti saat "turning green"

Suasana kembali berubah lebih cerah ketika MAKI membawakan "turning green", lagu kolaborasinya bersama duo pop Amerika, joan.
Sejak intro dimainkan, penonton Indonesia langsung membuat chant "eeee a" yang ramai memenuhi venue. Antusiasme itu semakin memuncak ketika MAKI turun dari panggung untuk menyapa penggemar secara langsung.
Ia melakukan hi-touch, merekam video menggunakan ponsel penggemar, hingga menyempatkan diri berkeliling di area penonton.
Menjelang akhir lagu, MAKI bertanya kepada penonton, "Jakarta, (semangat) kalian masih di sini?"
Setelah mendengar sorakan keras dari seluruh venue, ia mengajak semua orang berdiri dan melompat mengikuti irama musik.
"Namumula" dan pesan untuk mencintai diri sendiri

Nuansa merah mengambil alih panggung saat MAKI mengajak penonton menyanyikan bagian lirik ikonik dari "Namumula". Suara penonton terdengar begitu lantang hingga membuat MAKI terkesan.
"Wah, (suara) kalian keras sekali. Aku cinta kalian, Jakarta. Tapi, jangan lupa untuk mencintai diri kalian sendiri juga, ya," katanya.
Sepanjang konser, MAKI berulang kali mengungkapkan rasa terima kasih kepada penggemarnya di Indonesia maupun Filipina. Ia juga menggunakan istilah yang membuat penonton bersorak antusias, "We are SEA-blings, okay!"
Kalimat tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan karena menggambarkan kedekatan yang ia rasakan dengan para penggemarnya di kawasan Asia Tenggara.
Cerita tentang kucing peliharaan yang membuat venue ikut terharu

Setelah pergantian outfit, konser memasuki bagian yang lebih tenang dan reflektif. MAKI bercerita tentang kucing peliharaannya yang menjadi inspirasi lagu "itim na ulap". Ia juga sempat bertanya kepada penonton apakah ada yang memiliki hewan peliharaan.
Momen lucu terjadi ketika salah satu penggemar justru memperlihatkan foto selfie dirinya sendiri. Obrolan santai itu kemudian berlanjut saat MAKI mengatakan bahwa terkadang pemilik dan hewan peliharaannya memiliki kemiripan wajah.
"Apakah aku tampan?" tanyanya.
Penonton juga serempak menjawab dengan kata "ganteng" ketika MAKI menanyakan arti dari "handsome" dalam bahasa Indonesia, yang turut membuat venue dipenuhi gelak tawa.
Di balik suasana hangat tersebut, lagu "itim na ulap" justru menjadi salah satu penampilan paling menyentuh malam itu. MAKI menjelaskan bahwa lagu tersebut mengingatkannya pada hubungan antara manusia dan hewan peliharaan.
Menurutnya, manusia mungkin memiliki banyak hal yang mengisi kehidupan sehari-hari. Namun bagi seekor hewan peliharaan, pemiliknya seringkali menjadi seluruh dunianya.
Pesan sederhana itu membuat banyak penonton larut dalam emosi selama lagu berlangsung.
Lautan cahaya saat "Para Sa Buwan"
Momen magis berikutnya hadir ketika MAKI membawakan "Para Sa Buwan".
Ribuan lampu dari ponsel penonton menyala dan bergerak mengikuti alunan lagu. Cahaya yang memenuhi venue berpadu dengan vokal MAKI yang lembut, menciptakan suasana yang tenang dan hangat.
Pemandangan tersebut menjadi salah satu momen visual paling indah sepanjang konser.
Panggung berubah meriah lewat "ROYGBIV"

Setelah rangkaian lagu yang emosional, MAKI mengajak penonton kembali bersemangat.
"Apa kalian mau melihatku menari?" tanyanya.
Sorakan penonton langsung memenuhi venue sebelum lagu "ROYGBIV" dimainkan.
Para penari turut naik ke atas panggung dan menambah kemeriahan penampilan. MAKI menunjukkan kemampuan menarinya dengan penuh percaya diri. Bahkan di penghujung lagu, ia sempat menghentikan para penari yang hendak turun agar mereka bisa melakukan pose penutup layaknya ending fairy yang populer di dunia K-pop.
Kejutan cover lagu NIKI yang mencuri perhatian

Salah satu momen yang paling tidak terduga malam itu hadir ketika MAKI membawakan "Backburner" milik NIKI.
Penampilannya terasa begitu emosional dan personal. Setiap lirik disampaikan dengan penuh penghayatan hingga membuat banyak penonton ikut terbawa suasana.
Setelah lagu selesai, MAKI menyampaikan pesan singkat yang membuat penonton bersorak, "Aku harap NIKI ada di sini. I love you, NIKI."
Menutup malam dengan "Dilaw" dan pesan tentang cinta

Sebagai lagu penutup, MAKI membawakan "Dilaw" yang menjadi salah satu karya paling dicintai penggemarnya.
Sorotan cahaya keemasan memenuhi panggung dan menciptakan visual yang begitu cantik. Di tengah lagu, MAKI kembali turun untuk menyapa para penggemar dari dekat sebelum mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya.
Ia bahkan memberikan apresiasi kepada dirinya sendiri yang sudah berani bermimpi sejak usia muda.
"Terima kasih, MAKI," ujarnya sembari menepuk dirinya dengan bangga.
Menjelang akhir konser, MAKI menyampaikan pesan yang menjadi penutup sempurna untuk malam itu, "Jakarta, Indonesia! Selalu ingat bahwa kalian berhak mencintai siapapun yang kalian cintai, apapun latar belakangnya. Kalian berhak mencintai mereka."
Ia juga mengingatkan para penggemarnya untuk terus mengejar mimpi yang berasal dari hati mereka sendiri.
"Aku cinta kalian, Jakarta. Terima kasih banyak. Aku akan kembali lagi, ya," tutupnya.
Dengan lambaian tangan dan flying kiss ke arah penonton, MAKI menutup malam pertamanya di Indonesia dengan penuh kehangatan. Sebuah konser yang meninggalkan banyak tawa, air mata, dan rasa bangga bagi para penggemar yang akhirnya bisa menyaksikan langsung salah satu musisi OPM paling bersinar saat ini.

















