Tips Nabung Emas dari Gold Consultant, Harus Konsisten dan Disiplin!

- Gold consultant Pegadaian Rahadyan Probo menekankan pentingnya memahami beda menabung emas untuk tujuan spesifik dan investasi emas untuk menjaga nilai aset dari inflasi.
- Penabung disarankan menetapkan target jangka panjang, durasi, serta nominal; investasi emas dapat dimulai dari Rp10.000 melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
- Konsistensi menyisihkan 20% pendapatan, tidak menjual emas untuk kebutuhan kecil, memanfaatkan gadai saat darurat, dan membeli ketika harga turun menjadi strategi utama.
Emas jadi salah satu instrumen investasi yang banyak dilirik saat ini. Meski harganya kerap naik turun, beberapa ahli keuangan mengungkapkan kalau berinvestasi atau menabung emas saat ini masih menjadi pilihan yang menguntungkan.
Bukan sebagai dana darurat sementara, menabung emas justru menjadi pegangan jangka panjang. Yuk, simak beberapa tips menabung emas di kondisi ekonomi saat ini dari Rahadyan Probo, gold consultant Pegadaian.
Table of Content
1. Pahami perbedaan menabung emas vs. berinvestasi emas

Sebelum memulai, Rahadyan Probo menyarankan agar kamu memahami dulu perbedaan dari menabung emas dan berinvestasi emas. Menabung emas berarti mengumpulkan aset emas untuk tujuan keuangan spesifik yang sudah direncanakan di masa depan. Contoh dana pendidikan, biaya pernikahan, atau ibadah.
Berinvestasi emas adalah cara mengamankan dan mengunci aset agar nilainya tidak tergerus inflasi serta diharapkan terus berkembang sehingga memberikan potensi keuntungan di masa depan.
Inflasi tahunan bisa mencapai 10% hingga 20% per tahun. Nilai uang tunai cenderung menurun seiring waktu dan riskan terpakai untuk pengeluaran konsumtif. Dengan mengubah aset ke dalam bentuk emas, nilainya terkunci dan cenderung terus naik mengikuti tren jangka panjang. Setelah mengetahui keduanya, barulah kamu memilih akan menabung atau berinvestasi dengan emas.
2. Pilih tujuan finansial

Langkah selanjutnya adalah memilih tujuan finansialmu. Menabung emas bisa dilakukan untuk tujuan jangka panjang, misalnya untuk pendidikan, membeli rumah, melangsungkan ibadah ke Tanah Suci, atau bahkan menikah. Pasang targetmu mulai dari durasi dan jumlahnya. Di beberapa aplikasi, salah satunya Tring! By Pegadaian, kamu bisa berinvestasi dari nominal yang kecil, seperti mulai dari Rp10.000.
3. Konsisten dan disiplin

Rahadyan juga berpesan bahwa menabung itu butuh konsistensi dan disiplin. Ubah kebiasaan konsumtifmu, seperti mengalihkan kebiasaan membeli kopi harian, yang sekali minum bisa Rp50.000 – Rp100.000, menjadi tabungan emas secara konsisten. Kamu juga harus disiplin mengalokasikan pendapatan bulanan dengan menyisihkan secara rutin sebesar 20% dari pendapatan tersebut untuk dikonversikan ke emas.
4. Jangan cepat terbuai untuk menjualnya

Salah satu godaan dalam menabung adalah mengambilnya kembali saat butuh. Nah, tapi itu hanya akan membuat tabunganmu stuck. Jika emas dijual untuk kebutuhan kecil, kamu akan kesulitan membelinya kembali karena harga emas cenderung sudah naik di kemudian hari.
Saat kamu membutuhkan dana darurat/mendadak yang sifatnya sementara, seperti servis kendaraan atau perbaikan ponsel, sang konsultan menyarankan agar tak langsung menjualnya. Jika kamu menabung di Tring, kamu bisa menggunakan fitur gadai dan mengembalikannya kembali sesuai waktu yang telah kamu tentukan. Jadi, tabunganmu tetap terkendali.
5. Harga turun jadi kesempatan untuk membeli

Berdasarkan penuturan Rahadyan, banyak orang yang salah langkah dalam menabung atau berinvestasi emas. Beberapa dari mereka justru menjualnya kembali saat harga sedang turun. Padahal, penurunan harga emas justru menjadi kesempatan untuk membelinya. Selain itu, waktu terbaik untuk menjual emas sebaiknya hanya dilakukan saat tujuan finansial utama telah tercapai.
Itulah tips menabung emas dari gold consultant yang bisa kamu coba lakukan.





















