Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

10 Film Produksi A24 yang Viral dan Diakui Oscars, Wajib Masuk Watchlist Kamu!

10 Film Produksi A24 yang Viral dan Diakui Oscars, Wajib Masuk Watchlist Kamu!
IMdB.com
Intinya Sih
  • A24 kembali jadi sorotan berkat prestasi di Oscars dan rumor yang ramai dibahas, menegaskan reputasinya sebagai studio dengan karya unik dan berkualitas tinggi.

  • Deretan film seperti Everything Everywhere All at Once, Moonlight, Lady Bird, hingga Minari menunjukkan keberagaman tema emosional dan artistik yang kuat dari A24.

  • Karya-karya A24 konsisten meraih penghargaan bergengsi, membuktikan bahwa cerita personal dan berani mampu bersinar di panggung internasional seperti Academy Awards.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam beberapa waktu terakhir, A24 kembali jadi perbincangan hangat—bukan cuma karena prestasinya di Academy Awards, tapi juga karena sempat terseret rumor yang ramai dibahas di media sosial Indonesia terkait isu Danantara. Spekulasi ini muncul dari warganet yang mengaitkan A24 dengan kemungkinan kerja sama atau proyek tertentu. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi, sehingga kabar tersebut masih sebatas perbincangan.

Di luar isu tersebut, A24 dikenal sebagai studio yang konsisten menghadirkan film-film unik, berani, dan berkualitas tinggi. Banyak karyanya mendapat pujian kritikus sekaligus meraih nominasi hingga penghargaan Oscars. Dari sekian banyak film yang diproduksi, berikut deretan karya A24 yang paling menonjol dan layak kamu tahu, Bela!

Table of Content

1. Everything Everywhere All at Once (2022)

1. Everything Everywhere All at Once (2022)

Di tengah kehidupan yang terasa biasa dan penuh tekanan, Evelyn Wang (Michelle Yeoh) hanya ingin menyelesaikan urusan pajaknya. Namun, semuanya berubah ketika ia tiba-tiba terseret ke dalam kekacauan multiverse—di mana ia harus menghadapi versi lain dari dirinya sendiri untuk menyelamatkan realitas. Film ini berkembang dari premis absurd menjadi perjalanan emosional tentang keluarga, pilihan hidup, dan makna keberadaan.

Disutradarai oleh duo Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, film ini menjadi fenomena global dengan memenangkan 7 Oscars di Academy Awards. Didukung oleh Ke Huy Quan, Stephanie Hsu, dan Jamie Lee Curtis, film ini berhasil menggabungkan kekacauan visual dengan kedalaman emosional yang jarang ditemukan dalam film mainstream.

2. Moonlight (2016)

Cerita ini mengikuti kehidupan Chiron dalam tiga fase berbeda—masa kecil, remaja, dan dewasa—yang masing-masing membentuk identitasnya. Tumbuh di lingkungan keras Miami, Chiron belajar memahami dirinya di tengah tekanan sosial, kekerasan, dan kebingungan akan identitas seksualnya. Film ini tidak banyak bicara, tapi justru di situlah kekuatannya.

Di tangan Barry Jenkins, Moonlight menjadi karya yang puitis dan intim, dengan performa kuat dari Trevante Rhodes, Mahershala Ali, dan Naomie Harris. Kemenangannya sebagai Best Picture di Oscars menegaskan bahwa cerita kecil dan personal bisa memiliki dampak yang sangat besar.

3. Lady Bird (2017)

Lady Bird adalah potret masa remaja yang terasa sangat dekat—tentang keinginan untuk “kabur” dari kehidupan yang terasa sempit, sekaligus konflik dengan orang tua yang diam-diam penuh cinta. Karakter Lady Bird (Saoirse Ronan) menjalani fase pencarian jati diri dengan segala kesalahan, ambisi, dan emosinya.

Film debut Greta Gerwig ini mengandalkan dinamika hubungan ibu-anak yang diperankan luar biasa oleh Laurie Metcalf. Hasilnya adalah cerita coming-of-age yang terasa jujur, hangat, dan penuh detail kecil yang sangat manusiawi.

4. Minari (2020)

Di sebuah lahan sederhana di Arkansas, sebuah keluarga imigran Korea mencoba membangun kehidupan baru. Sang ayah memiliki mimpi besar, sementara anggota keluarga lain harus beradaptasi dengan realitas yang tidak selalu mudah. Cerita ini berkembang perlahan, tapi penuh makna tentang harapan dan kegagalan.

Terinspirasi dari pengalaman pribadi Lee Isaac Chung, film ini dibintangi Steven Yeun dan Han Ye-ri. Sosok nenek yang diperankan Youn Yuh-jung menjadi highlight tersendiri, bahkan membawanya meraih Oscars. “Minari” sendiri menjadi simbol ketahanan—tumbuh di mana saja, meski dalam kondisi sulit.

5. The Whale (2022)

Charlie (Brendan Fraser) hidup terisolasi di apartemennya, membawa beban fisik dan emosional yang besar. Di balik kondisi tersebut, ia menyimpan keinginan sederhana: memperbaiki hubungannya dengan sang anak yang telah lama ia tinggalkan. Film ini bergerak pelan, tapi penuh tekanan emosional.

Disutradarai oleh Darren Aronofsky, film ini menempatkan dialog dan akting sebagai kekuatan utama. Performa Fraser yang sangat personal membawanya meraih Oscars Best Actor, sekaligus menjadi momen comeback yang kuat dalam kariernya.

6. Past Lives (2023)

Bagaimana jika seseorang yang pernah sangat dekat dengan kita muncul kembali setelah bertahun-tahun? Pertanyaan ini menjadi inti dari Past Lives, yang mengikuti dua sahabat masa kecil yang terpisah oleh migrasi dan waktu. Pertemuan kembali mereka menghadirkan perasaan yang tidak pernah benar-benar selesai.

Film debut Celine Song ini dibintangi Greta Lee, Teo Yoo, dan John Magaro. Dengan konsep “inyeon” (takdir hubungan), film ini menyajikan refleksi halus tentang cinta, pilihan hidup, dan kemungkinan yang tidak pernah terjadi.

7. The Zone of Interest (2023)

Sebuah rumah yang tenang, taman yang rapi, dan keluarga yang tampak bahagia dan semuanya terlihat normal. Namun di balik tembok rumah itu, terdapat kamp konsentrasi Auschwitz. Film ini memperlihatkan bagaimana keluarga komandan kamp hidup berdampingan dengan horor tanpa benar-benar “melihatnya”.

Disutradarai Jonathan Glazer, film ini mengandalkan suara sebagai elemen utama untuk menciptakan ketegangan. Performa Christian Friedel dan Sandra Hüller memperkuat gambaran tentang banalitas kejahatan. Film ini memenangkan 2 Oscars dan dipuji sebagai salah satu karya paling menggugah secara moral.

8. Room (2015)

Bagi Jack, dunia hanya seluas “Room”, tempat ia tumbuh bersama ibunya tanpa mengetahui realitas di luar sana. Dari sudut pandangnya yang polos, ruang sempit itu terasa seperti seluruh dunia, sampai akhirnya ia harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih luas dan asing.

Film ini, yang disutradarai Lenny Abrahamson, menjadi semakin kuat berkat performa Brie Larson yang memenangkan Oscars. Bersama Jacob Tremblay, film ini menghadirkan cerita tentang trauma, kebebasan, dan hubungan ibu-anak yang sangat emosional.

9. Ex Machina (2014)

Seorang programmer diundang ke rumah terpencil milik CEO perusahaannya untuk melakukan eksperimen pada robot AI. Awalnya terlihat seperti uji teknologi biasa, tapi perlahan berubah menjadi permainan psikologis yang penuh manipulasi dan ketidakpastian.

Film debut Alex Garland ini dibintangi Domhnall Gleeson, Oscar Isaac, dan Alicia Vikander. Dengan pendekatan minimalis, film ini justru berhasil menghadirkan pertanyaan besar tentang kesadaran, kontrol, dan apa artinya menjadi manusia, serta memenangkan Oscars untuk efek visual.

10. Aftersun (2022)

Liburan musim panas antara seorang ayah dan anak ini terlihat biasa—bermain, berenang, dan menghabiskan waktu bersama. Namun, melalui potongan-potongan memori, perlahan terungkap bahwa ada sesuatu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh sang anak saat itu.

Debut Charlotte Wells ini dibintangi Paul Mescal dan Frankie Corio. Dengan pendekatan yang sangat halus, film ini menggambarkan depresi, kehilangan, dan ingatan yang menjadikannya salah satu film paling emosional dari era modern A24.

Itulah deretan film terbaik dari A24 yang berhasil membuktikan bahwa cerita unik dan berani bisa bersinar hingga panggung Academy Awards. Dari semua pilihan tadi, mana yang paling bikin kamu penasaran buat ditonton duluan, Bela?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More