7 Fakta Menarik '5 Centimeters Per Second' Karya Makoto Shinkai, Tayang Lagi di Bioskop!

- Film animasi legendaris 5 Centimeters Per Second akhirnya tayang di bioskop Indonesia setelah 18 tahun.
- Film ini terdiri dari tiga bagian cerita yang penuh emosi, menggambarkan fase berbeda dalam kehidupan Takaki.
- Meraih penghargaan bergengsi di Asia-Pasifik, film ini disutradarai langsung oleh Makoto Shinkai dengan tim ikonis.
Setelah hampir dua dekade sejak pertama kali dirilis, film animasi legendaris karya Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second (2007), akhirnya akan menyapa penonton Indonesia lewat layar lebar. Film ini dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Tanah Air mulai 16 Januari 2026, menghadirkan nostalgia mendalam bagi para pencinta anime dan kisah romansa yang menyentuh hati.
Tak hanya penayangan reguler, penggemar juga bisa menikmati special screening yang akan digelar lebih awal pada 10 dan 11 Januari 2026. Momen ini tentu menjadi kesempatan istimewa untuk kembali tenggelam dalam kisah Takaki dan Akari, dua jiwa yang terpisahkan oleh jarak, waktu, dan pilihan hidup.
1. Akhirnya tayang di bioskop Indonesia setelah 18 tahun

Dirilis pertama kali pada 2007, 5 Centimeters Per Second membutuhkan waktu 18 tahun untuk akhirnya hadir secara resmi di bioskop Indonesia. Penayangan ini menjadi momen bersejarah, terutama bagi penggemar setia Makoto Shinkai yang telah lama menantikan pengalaman menonton film ini di layar lebar.
Dengan kualitas visual yang dikenal detail dan puitis, menonton 5 Centimeters Per Second di bioskop tentu akan menghadirkan sensasi emosional yang berbeda dibandingkan layar kecil. Setiap adegan terasa lebih hidup, sunyi, dan menyentuh.
2. Terdiri dari tiga bagian cerita yang penuh emosi

Film ini terbagi menjadi tiga bagian pendek, yaitu Cherry Blossom Story, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second. Ketiganya menggambarkan fase berbeda dalam kehidupan Takaki, sekaligus perjalanan emosional yang perlahan berubah seiring waktu.
Lewat tiga segmen ini, penonton diajak menyelami cinta pertama, kerinduan, serta rasa kehilangan yang tumbuh diam-diam. Ceritanya sederhana, namun sarat makna tentang bagaimana perasaan bisa bertahan, meski jarak terus menjauhkan.
3. Mengangkat kisah cinta yang terpisah oleh jarak dan waktu

5 Centimeters Per Second mengikuti kisah Takaki dan Akari, dua sahabat dekat sejak sekolah dasar. Hubungan mereka mulai berubah ketika keluarga masing-masing harus pindah ke kota yang berbeda.
Saat Takaki berusaha menemui Akari kembali setelah satu tahun berpisah, perjalanan kereta dari Tokyo menjadi momen refleksi penuh kenangan. Pertemuan itu membuat mereka mempertanyakan apakah perasaan yang tersimpan masih memiliki tempat di hati masing-masing.
4. Meraih penghargaan bergengsi di Asia-Pasifik

Film ini berhasil memenangkan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards, salah satu penghargaan paling prestisius di kawasan Asia-Pasifik. Penghargaan tersebut mengukuhkan 5 Centimeters Per Second sebagai karya animasi yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara naratif.
Prestasi ini juga menandai titik penting dalam karier Makoto Shinkai, sebelum namanya semakin dikenal luas lewat film-film besar di tahun-tahun berikutnya.
5. Digarap langsung oleh Makoto Shinkai dengan tim ikonis

Film ini disutradarai, ditulis, sekaligus diproduseri langsung oleh Makoto Shinkai. Produksinya ditangani oleh CoMix Wave Inc., dengan desain karakter dari Takayo Nishimura serta tata artistik latar oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima.
Musik dalam film ini digarap oleh Tenmon, yang berhasil memperkuat nuansa melankolis dan sunyi dalam setiap adegan. Perpaduan visual, musik, dan cerita membuat film ini terasa begitu personal dan membekas.
6. Bagian dari deretan karya fenomenal Makoto Shinkai

Makoto Shinkai dikenal sebagai sutradara yang piawai meramu visual indah dengan cerita emosional. Selain 5 Centimeters Per Second, ia juga melahirkan karya-karya fenomenal seperti Your Name (2016), Weathering With You (2019), dan Suzume (2022).
Menariknya, pada tahun ini 5 Centimeters Per Second juga diadaptasi ke dalam format live action yang disutradarai oleh Yoshiyuki Okuyama. Versi live action tersebut telah lebih dulu tayang di Jepang pada Oktober dan dijadwalkan akan segera hadir di bioskop Indonesia.
7. Menghadirkan nostalgia yang hangat sekaligus menyayat
Lebih dari sekadar film romansa, 5 Centimeters Per Second adalah refleksi tentang waktu, jarak, dan perasaan yang tak selalu berakhir bahagia. Film ini mengajak penonton mengenang cinta yang mungkin tak pernah benar-benar hilang, hanya berubah bentuk seiring bertambahnya usia. Setiap detiknya terasa sunyi, namun penuh makna seperti kenangan yang perlahan memudar, tetapi tak pernah benar-benar pergi.
Penayangan 5 Centimeters Per Second di bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026 menjadi momen istimewa bagi para pencinta animasi dan kisah romansa yang realistis. Film ini bukan tentang akhir bahagia, melainkan tentang menerima bahwa tidak semua perasaan harus dimiliki untuk bisa berarti.
Siapkan diri untuk kembali larut dalam kisah Takaki dan Akari, serta merasakan emosi yang mungkin pernah kita alami sendiri. Saksikan 5 Centimeters Per Second di bioskop, dan biarkan setiap detiknya meninggalkan jejak kenangan yang sulit dilupakan.


















