Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Mengatur Keuangan untuk Wanita Lajang, Capai Stabilitas Finansial!

7 Cara Mengatur Keuangan untuk Wanita Lajang, Capai Stabilitas Finansial!
ilustrasi cara merdeka finansial ala Kartini modern (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tujuh langkah praktis bagi wanita lajang untuk mengatur keuangan agar lebih stabil, mulai dari menentukan prioritas hingga menyiapkan perlindungan finansial jangka panjang.

  • Ditekankan pentingnya membuat anggaran bulanan, menyiapkan dana darurat minimal enam bulan biaya hidup, serta menabung untuk tujuan masa depan seperti rumah atau pensiun.

  • Disarankan menghindari utang konsumtif, berbelanja secara bijak, serta melengkapi diri dengan asuransi dan investasi agar keuangan tetap aman dan berkembang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mengatur keuangan terkadang terasa menantang, terutama bagi wanita lajang yang mengandalkan dirinya sendiri dalam memenuhi kehidupan sekaligus merencanakan masa depan. Tanpa perencanaan yang matang, uang bisa habis tanpa arah yang jelas. Padahal, dengan strategi sederhana yang konsisten, kamu bisa membangun fondasi finansial yang lebih stabil dan aman.

Berikut 7 cara mengatur keuangan untuk wanita lajang agar keuanganmu lebih terkontrol, terencana dan membawamu menuju stabilitas finansial yang diimpikan!

Table of Content

1. Menentukan prioritas

1. Menentukan prioritas

Menghitung kebutuhan finansial
ilustrasi menghitung kebutuhan finansial (freepik.com/tirachardz)

Langkah awal dalam mengatur keuangan adalah memahami apa yang benar-benar penting. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran tidak melebar ke hal-hal yang kurang esensial. Dengan menentukan prioritas, kamu bisa memastikan bahwa uangmu digunakan untuk hal yang penting, seperti kebutuhan pokok, kesehatan dan pengembangan diri.

Buat daftar pengeluaran yang pasti seperti biaya makan, transportasi, kos, listrik, internet dan lain-lain. Hitung dan itulah pengeluaran utama kamu setiap bulannya.

2. Buat anggaran bulanan

pexels-pixabay-53621.jpg
ilustrasi finansial (pexels.com/pixabay)

Anggaran bulanan membantu kamu mengontrol arus keuangan dengan lebih disiplin. Salah satu metode pembagian yang populer adalah skema 50/30/20, yang mana 50% untuk kebutuhan utama (makan, transportasi, tagihan, dan lain-lain), 30% untuk keinginan (hiburan dan lifestyle) dan 20% untuk tabungan dan investasi. Angka ini bisa kamu sesuaikan dengan mempertimbangkan prioritas dan gajimu. Dengan pembagian ini, kamu tetapi bisa menikmati hidup tanpa mengorbankan masa depan.

3. Prioritas dana darurat

Dana Darurat
Ilustrasi Dana Darurat (bca.co.id)

Dana darurat adalah fondasi keamanan finansial yang masih sering disepelekan, terutama oleh pelajang yang berpikir mereka hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Padahal, kita tidak pernah tahu kejadian tak terduga bisa saja terjadi untuk menguras dompet kita. Tiba-tiba motor mogok, AC rusk, dirawat di rumah sakit atau skenario terburuknya, tiba-tiba dipecat dari pekerjaan. Di saat seperti ini, dana darurat hadir sebagai back up untuk menghadapi situasi.

Maka dari itu, dibanding mengambil cicilan lain, lebih baik bangun dana darurat terlebih dahulu. Idealnya, nominal dana darurat cukup untuk kamu bertahan hidup selama 6 bulan. Jadi, misalnya biaya kehidupanmu adalah Rp2 juta dalam sebulan, maka dana daruratmu harus diamankan senilai Rp12 juta.

4 Tabungan masa depan

Menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan usaha.
ilustrasi menyiapkan dana darurat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Setelah tabungan dana darurat terpenuhi, penting juga bagi kamu untuk menyiapkan tabungan dengan tujuan jangka panjang untuk masa depan. Entah untuk membeli rumah, pendidikan anak atau untuk masa pensiunmu nanti. Tentukan tujuan finansialmu sejak awal agar kamu lebih termotivasi untuk menabung secara konsisten.

5. Hindari berhutang

ilustrasi berhutang (pexels.com/karolina-grabowska)
ilustrasi berhutang (pexels.com/karolina-grabowska)

Utang, cicilan dan penggunaan kartu kredit yang tidak terkontrol bisa menjadi beban finansial di masa depan. Sebisa mungkin hindari utang konsumtif dan fokus pada pengeluaran yang sesuai dengan kemampuanmu. Jika memang harus berutang, pastikan digunakan untuk hal yang penting, mendesak, serta hal produktif dan masih dalam batas aman. Jika sudah terlanjur memiliki utang dan cicilan, segera selesaikan sampai tuntas.

6. Bijak berbelanja

ilustrasi wanita belanja (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi wanita belanja (pexels.com/Anna Shvets)

Kebiasaan belanja yang impulsif sering menjadi penyebab utama keuangan tidak stabil. Biasakan untuk membeli barang yang sesuai dengan kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Jangan mudah tergiur diskon atau promo jika barang tersebut sebenarnya tidak begitu penting. Dengan belanja secara bijak, pengeluaran kamu lebih terarah serta bisa menghemat lebih banyak uang.

7. Asuransi dan investasi

ilustrasi asuransi kesehatan
ilustrasi asuransi kesehatan (unsplash.com/Marek Studzinski)

Setelah tabungan dana darurat terpenuhi, penting juga untuk tetap memiliki asuransi sebagai perlindungan diri dari risiko finansial tak terduga. Setidaknya, kamu memiliki BPJS Kesehatan, jika perlu kamu bisa mengambil asuransi di perusahaan swasta dengan tawaran dan tagihan yang dapat disesuaikan.

Sementara itu, investasi membantu mengembangkan nilai uangmu agar tidak tergerus inflasi. Gunakan 'uang dingin' yang tidak mengganggu pondasi keuanganmu. Kamu bisa menggunakan berbagai instrumen investasi seperti deposito, reksa dana atau emas. Kombinasi asuransi dan investasi ini penting untuk menjaga kestabilan keuangan sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih aman.

Itu dia 7 cara mengatur keuangan untuk wanita lajang agar bisa mencapai kestabilan finansial. Dengan menentukan prioritas, disiplin dan konsistensi, kamu bisa membangun fondasi finansial untuk rasa aman di masa depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Related Articles

See More