Apa Itu SEAblings? Solidaritas Asia Tenggara Lawan Rasisme K-Netz

- SEAblings adalah gabungan kata SEA (Asia Tenggara) dan siblings (saudara kandung), menunjukkan rasa kebersamaan antar saudara di Asia Tenggara.
- Konflik dimulai dari pelanggaran aturan konser DAY6 di Malaysia yang memicu serangan rasisme K-netz terhadap warganet Asia Tenggara.
- Warganet Asia Tenggara bersatu melawan serangan personal dan diskriminasi daring K-netz dengan solidaritas unik di bawah tagar "SEAblings".
Media sosial X tengah diramaikan perseteruan sengit antara sebagian warganet Korea Selatan (K-netz) dan Asia Tenggara. Konflik ini kemudian membuat tagar SEAblings trending. Tagar itu juga simbol solidaritas usai munculnya dugaan tindakan rasisisme yang merendahkan masyarakat di kawasan ini.
Konflik yang awalnya dipicu oleh pelanggaran aturan konser, justru meluas menjadi lahan saling sindir antara K-netz vs SEAblings. Lantas, apa itu SEAblings yang tengah ramai diperbincangkan warganet? Simak jawabannya di bawah ini, ya.
Table of Content
1. Apa itu SEAblings?

SEAblings berasal dari gabungan kata SEA (Southeast Asia atau Asia Tenggara) dan siblings (saudara kandung). Istilah ini merujuk pada rasa kebersamaan antar saudara dalam kawasan Asia Tenggara. Artinya, meskipun berasal dari negara yang berbeda, masyarakat Asia Tenggara tetap dianggap saudara dalam satu keluarga besar.
Sebutan SEAblings sebenarnya pernah ramai digunakan setelah tragedi meninggalnya Affan Kurniawan akibat ditabrak kendaraan taktis milik Brimob. Peristiwa itu memunculkan gelombang simpati dari warganet berbagai negara, terutama masyarakat Asia Tenggara.
2. Mengapa SEAblings ramai dibicarakan saat ini?

Permasalahan bermula saat konser DAY6 di Axiata Arena, Malaysia pada 31 Januari 2026 lalu. Sejumlah fansite asal Korea Selatan ketahuan melanggar aturan dengan menyelundupkan kamera profesional DSLR ke dalam lokasi acara. Keadaan makin memanas saat mereka mengangkat kamera tinggi-tinggi hingga mengganggu pandangan penonton lain.
Saat ditegur petugas, fansite tersebut justru ngamuk dan tetap mengabaikan teguran yang diberikan. Penonton lokal Malaysia pun membagikan kejadian tersebut dan viral di X. Namun, bukannya meminta maaf, sebagian K-netz tidak terima dan mulai menyerang balik dengan narasi bahwa idol K-pop hanya untuk orang Korea. Bahkan, mereka banyak melontarkan komentar bernada rasis yang menyulut emosi netizen Asia Tenggara.
3. SEAblings bersatu melawan K-Netz

Situasi makin memanas saat K-netz mulai melontarkan hinaan yang menyinggung fisik, warna kulit, hingga kondisi ekonomi negara-negara Asia Tenggara. Perdebatan yang awalnya soal konser berubah menjadi serangan personal yang menyasar identitas dan latar belakang warga kawasan tersebut.
Tak berhenti di situ, mereka juga mengkritik penggunaan bahasa Inggris oleh netizen Malaysia dan Indonesia. Dengan dalih membanggakan bahasa sendiri, sebagian K-netz menyindir negara Asia Tenggara yang dianggap memakai bahasa penjajah. Dari situlah, serangan ini justru memicu solidaritas warganet Asia Tenggara di bawah tagar "SEAblings".
Menariknya, netizen Indonesia merespons hal itu lewat berbagai cara, mulai dari kritik tajam hingga humor asbun (asal bunyi). Hingga kini, perang komentar masih berlangsung dan menunjukkan solidaritas unik antarnegara Asia Tenggara dalam menghadapi diskriminasi daring.
Itu dia penjelasan tentang apa itu SEAblings yang sedang ramai menjadi sorotan. Bagaimana menurutmu, Bela?
FAQ seputar apa itu SEAblings
| Apa itu SEAblings? | Istilah yang yang dipakai untuk menunjukkan rasa persaudaraan dan solidaritas antarwarga negara di kawasan Asia Tenggara. |
| Kenapa konflik antara SEAblings dan K‑netz bisa terjadi? | Konflik bermula dari insiden di konser K‑pop Malaysia ketika beberapa fansite Korea membawa kamera profesional yang dianggap melanggar aturan dan mengganggu penonton lokal. |
| Apa dampak komentar K‑netz pada warganet Asia Tenggara? | Komentar rasis dari sebagian K‑netz terhadap orang Asia Tenggara membuat netizen ASEAN bersatu di bawah tagar SEAblings. |


















