Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Profil Khairul Gani, Founder dari GONEGANI yang Ramai Diperbincangkan

khairul gani, gonegani
Khairul Gani, pemilik brand GONEGANI. (instagram.com/khairulgani)
Intinya sih...
  • GONEGANI kembali ramai dibahas netizen terkait dugaan praktik white label dan isu impor, memicu diskusi soal harga, branding, serta transparansi produksi brand fashion lokal.
  • Gani merintis GONEGANI sejak 2016 dari kamar kos dengan modal Rp1 juta hingga berkembang menjadi brand knitwear populer.
  • Optimalisasi live streaming dan kampanye e-commerce mendorong peningkatan pesanan hingga 70 kali lipat, menjadikannya sebagai kontributor besar dalam penjualan brand.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, nama GONEGANI kembali ramai diperbincangkan netizen. Brand fashion yang identik dengan koleksi knitwear dan busana hijab-friendly ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik white label.

Beberapa warganet mempertanyakan harga produknya yang dinilai cukup premium. Di sisi lain, ada yang mengaku menemukan model busana serupa dengan label berbeda dan harga lebih rendah. Ada pula komentar yang menyinggung isu impor dari Cina, meski selama ini GONEGANI digaungkan sebagai brand lokal.

Terlepas dari perdebatan tersebut, sosok di balik GONEGANI pun kembali menarik perhatian. Lantas, siapa sebenarnya Khairul Gani?

Profil singkat Khairul Gani

Khairul Gani lahir pada 5 Desember 1994 di Kerinci, Jambi. Menurut sumber yang beredar, ia menempuh pendidikan di jurusan Psikologi di Universitas Islam Negeri Malang.

Semasa kuliah, ketertarikannya pada fashion sudah terlihat. Teman-temannya sering meminta pendapat soal padu padan outfit. Dari kebiasaan sederhana itu, Gani mulai melihat peluang. Tren online shop yang sedang naik daun sekitar 2015–2016 membuatnya terdorong untuk mencoba peruntungan.

Ia memulai dengan berjualan kecil-kecilan. Barang dibeli dari Tanah Abang, lalu dijual kembali di lingkungan kampus. Perputaran modal dilakukannya secara mandiri. Dari pengalaman itu, ia merasa memiliki insting untuk berdagang dan mulai memimpikan brand dengan namanya sendiri.

Lahirnya GONEGANI dari kamar kos

GONEGANI resmi diluncurkan pada akhir 2016 di Bandung. Saat itu, Gani masih mahasiswa dan menjalankan bisnisnya dari kamar kos. Modal awalnya sekitar Rp1 juta. Produksi pertama hanya belasan potong slit sweater rajut dengan detail belahan samping yang kemudian menjadi ciri khas awal brand ini.

Gani sempat menggandeng influencer yang saat itu sangat berpengaruh. Salah satu unggahan dari influencer membuat akun GONEGANI bertambah ribuan pengikut dalam waktu singkat. Permintaan melonjak hingga ribuan pieces, membuatnya membuka sistem pre-order untuk menjaga arus produksi.

Strategi itu menjadi titik penting pertumbuhan GONEGANI. Produk rajutnya dikenal luas, terutama di kalangan perempuan muda, mahasiswa, hingga pekerja kantoran.

Alami jatuh bangun dan kerugian ratusan juta

khairul gani, gonegani
Khairul Gani, pemilik brand GONEGANI. (instagram.com/khairulgani)

Perjalanan bisnis Gani tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat penipuan vendor jahit dan bahan yang tidak dikembalikan. Ia juga menghadapi tantangan stok menumpuk karena salah membaca daya beli pasar.

Desain yang mulai populer juga sempat ditiru banyak pihak. Situasi tersebut membuatnya tertekan, namun ia memilih fokus pada inovasi dan pengembangan kualitas. Dukungan dari keluarga, terutama kakaknya, juga menjadi tempatnya berbagi cerita saat menghadapi tekanan.

Strategi digital hingga lonjakan 70 kali lipat

Memasuki era belanja digital yang semakin masif, GONEGANI aktif memaksimalkan platform e-commerce dan live streaming. Melalui fitur seperti Shopee Live, brand ini mencatat peningkatan pesanan hingga 70 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Live streaming menjadi kanal interaksi langsung dengan konsumen. Pelanggan bisa melihat detail bahan, bertanya soal styling, hingga menikmati promo khusus. Kontribusi penjualan dari live streaming disebut mencapai sekitar 50 persen.

GONEGANI juga rutin mengikuti campaign besar seperti Big Ramadan Sale dan PayDay Sale, yang menjadi momentum puncak penjualan.

Ciri khas dan segmentasi pasar GONEGANI

gonegani
Koleksi Diora Sweater dari GONEGANI. (instagram.com/gonegani)

GONEGANI dikenal lewat sweater rajut premium dengan desain basic dan youth. Target pasarnya adalah perempuan kelas menengah ke atas, mulai dari mahasiswa hingga yang sudah berkeluarga.

Gani menekankan pentingnya riset tren sebelum membuat konten maupun merilis koleksi baru. Konten mix and match, voucher belanja, dan strategi diskon dirancang berdasarkan perilaku belanja konsumen yang semakin interaktif.

Visi jangka panjang Gonegani

Bagi Gani, pencapaian terbesar bukan sekadar angka penjualan, melainkan kemampuan membuka lapangan kerja dan membangun tim yang solid. Ia memiliki rencana untuk membawa GONEGANI ke skala internasional, dan kini ia memperluas lini produk ke fashion pria.

Semangatnya dalam berbisnis banyak dipengaruhi pesan sang ayah tentang kemandirian dan pentingnya berusaha sendiri. Prinsip tersebut terus ia pegang sejak merintis dari kamar kos, hingga memiliki tim khusus untuk menangani live streaming.

Itu dia profil Khairul Gani, pemilik brand GONEGANI yang berhasil Popbela rangkum kali ini. Apakah kamu pernah belanja juga di sini? Bagaimana pengalaman dan pendapatmu soal produknya?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More

Lagu-Lagu Hits Element yang Masih Relate Sampai Sekarang

12 Feb 2026, 19:15 WIBCareer