Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Kenali Perbedaan Fungsi Hyaluronic Acid dan Glycerin untuk Kulit Lebih Lembap
freepik.com
  • Artikel menjelaskan perbedaan fungsi dua humektan populer, hyaluronic acid dan glycerin, yang sama-sama berperan menjaga kelembapan kulit namun memiliki karakteristik dan cara kerja berbeda.
  • Hyaluronic acid bekerja seperti spons yang menahan air di permukaan kulit untuk efek plump instan, sedangkan glycerin menarik air sekaligus memperkuat skin barrier agar kelembapan lebih stabil.
  • Keduanya cocok untuk berbagai jenis kulit; HA ideal bagi kulit kering atau dehidrasi, sementara glycerin lebih lembut untuk kulit sensitif, bahkan bisa dikombinasikan dalam satu rutinitas skincare.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia skincare, istilah humektan mungkin sudah tidak asing lagi. Humektan adalah kandungan yang bekerja menarik dan mempertahankan kelembapan di dalam kulit. 

Dua bahan yang paling populer di kategori ini adalah hyaluronic acid dan glycerin. Keduanya kerap ditemukan dalam serum, toner, moisturizer, hingga sheet mask.

Meski sama-sama berfungsi menjaga hidrasi, ada beberapa perbedaan penting yang perlu kamu pahami sebelum menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kulitmu. Simak selengkapnya di sini yuk, Bela!

Apa Itu Hyaluronic Acid dan Glycerin?

freepik.com

Hyaluronic acid adalah molekul yang secara alami terdapat dalam tubuh, terutama pada kulit, jaringan ikat, dan mata. Fungsinya adalah mengikat air agar jaringan tetap lembap dan kenyal. Dalam industri skincare, hyaluronic acid (HA) dikenal karena kemampuannya mengikat air hingga berkali-kali lipat dari berat molekulnya sendiri.

Sementara itu, glycerin adalah senyawa turunan gula yang juga bersifat humektan. Glycerin telah lama digunakan dalam produk perawatan kulit karena kemampuannya menarik air dari lingkungan maupun lapisan kulit bagian dalam ke permukaan kulit. Keduanya sama-sama efektif menjaga kelembapan, tetapi memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dalam hal tekstur, kekuatan hidrasi, dan efek akhir di kulit.

Perbedaan Cara Kerja di Kulit

freepik.com

Perbedaan utama antara hyaluronic acid dan glycerin terletak pada struktur molekul serta cara mereka berinteraksi dengan air. Hyaluronic acid bekerja seperti “spons” yang menyerap dan menahan air di permukaan kulit.

Molekulnya membentuk lapisan tipis yang membantu menjaga kelembapan sekaligus memberikan efek plump atau kenyal secara instan. Karena itu, HA sering digunakan dalam produk anti-aging untuk membantu menyamarkan garis halus akibat dehidrasi.

Glycerin juga menarik air, tetapi cenderung bekerja lebih fleksibel. Selain menarik kelembapan dari udara, glycerin membantu memperkuat skin barrier dengan meningkatkan kadar air di lapisan terluar kulit (stratum corneum). Efeknya terasa lebih halus dan lembut, tanpa sensasi “mengencangkan” seperti yang kadang muncul pada HA.

Secara sederhana, hyaluronic acid unggul dalam memberikan efek hidrasi instan dan tampilan kulit lebih bervolume, sedangkan glycerin lebih fokus pada menjaga kelembapan secara stabil dan memperbaiki tekstur kulit dalam jangka panjang.

Tekstur dan Sensasi Saat Digunakan

freepik.com

Kalau kamu pernah memakai serum dengan kandungan hyaluronic acid tinggi, biasanya teksturnya terasa sedikit lebih kental dan memberikan efek lembap yang cepat terasa. Setelah diaplikasikan, kulit akan terlihat lebih segar dan kenyal dalam waktu singkat.

Di sisi lain, glycerin sering ditemukan dalam moisturizer atau toner dengan tekstur ringan hingga creamy. Sensasinya lebih subtle, tidak terlalu dramatis, tetapi konsisten menjaga kulit tetap lembut.

Beberapa orang dengan kulit sangat sensitif mungkin merasa hyaluronic acid tertentu terasa sedikit ketarik jika digunakan tanpa pelembap tambahan, terutama di ruangan ber-AC atau udara kering. Dalam kondisi ini, glycerin cenderung lebih nyaman karena membantu menjaga keseimbangan kelembapan tanpa membuat kulit terasa tertarik.

Mana yang Lebih Cocok untuk Jenis Kulitmu?

freepik.com/makistock

Kabar baiknya, hyaluronic acid maupun glycerin cocok untuk hampir semua jenis kulit. Namun, ada beberapa pertimbangan yang bisa kamu jadikan panduan sebagai berikut:

  • Kulit kering dan dehidrasi: Hyaluronic acid bisa membantu memberikan efek plump dan mengurangi tampilan garis halus akibat kurang hidrasi. Gunakan di kulit yang sedikit lembap, lalu dikunci dengan moisturizer.

  • Kulit sensitif atau barrier rusak: Glycerin cenderung lebih gentle dan membantu memperkuat lapisan pelindung kulit.

  • Kulit berminyak: Keduanya sama-sama ringan dan tidak menyumbat pori. Serum HA dengan tekstur watery sering jadi pilihan favorit karena cepat meresap.

  • Kulit kombinasi: Kombinasi produk dengan HA dan glycerin bisa jadi solusi seimbang.

Menariknya, semakin banyak produk skincare modern yang justru menggabungkan kedua bahan ini sekaligus. Kombinasi tersebut membantu memaksimalkan hidrasi sekaligus menjaga kelembapan tetap terkunci lebih lama.

Apakah Salah Satunya Lebih Baik?

freepik.com/Atlascompany

Pertanyaan ini sering muncul adalah mana yang lebih bagus, hyaluronic acid atau glycerin? Jawabannya tergantung kebutuhan kulitmu. 

Hyaluronic acid unggul dalam memberikan efek instan yang membuat kulit terlihat lebih kenyal dan bercahaya. Sementara glycerin lebih stabil dalam menjaga hidrasi jangka panjang dan memperkuat skin barrier.

Alih-alih memilih salah satu, kamu bisa melihatnya sebagai pasangan yang saling melengkapi. Hyaluronic acid menarik dan menahan air, sedangkan glycerin membantu mempertahankan kelembapan serta memperbaiki tekstur kulit.

Hyaluronic acid dan glycerin memang sama-sama berperan sebagai ingredients yang menjaga kelembapan kulit. Namun, perbedaannya terletak pada struktur molekul, cara kerja, serta efek yang dihasilkan di kulit. Itulah perbedaan hyaluronic acid dan glycerin. Apakah kamu menggunakan salah satunya, Bela?

Editorial Team