Apakah Salicylic Acid dan Hyaluronic Acid Digunakan Bersamaan?

- Salicylic acid dan hyaluronic acid memiliki fungsi yang berbeda
- Salicylic acid fokus pada eksfoliasi dan pembersihan pori, sedangkan hyaluronic acid fokus pada hidrasi kulit
- Keduanya aman digunakan bersamaan dalam rutinitas skincare dan saling melengkapi untuk memberikan hasil yang efektif
Salicylic acid sering digunakan untuk mengatasi jerawat dan komedo, sementara hyaluronic acid dikenal sebagai bahan pelembap yang ringan dan efektif. Karena fungsi keduanya berbeda, banyak yang bertanya-tanya apakah salicylic acid dan hyaluronic acid aman digunakan bersamaan dalam satu rutinitas skincare. Jawabannya akan dibahas secara lengkap dalam artikel ini!
Apa itu salicylic acid?

Salicylic acid adalah salah satu jenis Beta Hydroxy Acid (BHA) yang larut dalam minyak. Hal ini membuatnya sangat efektif untuk menembus pori-pori dan membantu membersihkan sumbatan minyak, sel kulit mati, serta kotoran yang menjadi penyebab jerawat. BHA juga memiliki sifat anti inflamasi, sehingga sering digunakan untuk mengatasi jerawat meradang maupun tidak meradang seperti komedo. Salicylic acid biasanya ditemukan dalam bentuk toner, serum, exfoliant, atau spot treatment. Namun karena efek eksfoliasinya kuat, kadang kulit bisa menjadi kering atau sedikit sensitif jika digunakan secara berlebihan.
Apa itu hyaluronic acid?

Berbeda dengan salicylic acid, hyaluronic acid bukan asam eksfoliasi tetapi humektan, zat yang menarik air dan membantu mengunci kelembapan di dalam kulit. Hyaluronic acid bisa menarik air hingga 1000 kali beratnya, sehingga sangat efektif menjaga kulit tetap lembap, kenyal, dan sehat. Hyaluronic acid cocok untuk hampir semua jenis kulit, termasuk kulit kering, kombinasi, berjerawat, bahkan kulit sensitif. Ia bekerja menghidrasi lapisan kulit sehingga terasa lebih halus dan nyaman.
Salicylic acid dan hyaluronic acid: Dua fungsi yang berbeda

Salicylic acid fokus pada ekskfoliasi dan pembersihan pori, sedangkan hyaluronic acid fokus pada hidrasi dan menjaga kelembapan kulit. Karena tujuan pemakaiannya yang tidak sama, keduanya juga memiliki fungsi yang berbeda dalam perawatan kulit. Kalau salah satu bekerja mengurangi sel kulit mati dan mengendalikan minyak, yang lain memastikan kulit tidak kehilangan kelembapan setelah eksfoliasi terjadi.
Apakah salicylic acid dan hyaluronic acid aman digabung?

Jawabannya: YA, salicylic acid dan hyaluronic acid aman digunakan bersamaan dalam rutinitas skincare. Bahkan, keduanya saling melengkapi sehingga bisa memberikan hasil yang efektif namun tetap lembut untuk kulit. Salicylic acid membantu kulit menjadi lebih bersih dan bebas dari penyumbatan pori, sedangkan hyaluronic acid membantu mengurangi efek samping kekeringan dari BHA sehingga kulit tetap lembap dan seimbang.
Agar pengunaan keduanya tetap aman, gunakan salicylic acid secara bertahap, untuk kulit sensitif, mulai dari konsentrasi rendah dan jangan pakai tiap hari dulu. Cukup 2–3 kali seminggu. Selain itu, kamu bisa menambahkan pelembap yang kaya emolien untuk mengunci kelembapan. Lalu ditutup dengan pengunaan sunscreen setiap pagi agar kulit selalu terlindungi.
Salicylic acid dan hyaluronic acid aman dipakai bersamaan dan justru semakin efektif untuk menutrisi kulit. Salicylic acid membantu membersihkan dan mencegah jerawat, sementara hyaluronic acid menjaga kulit tetap lembap dan nyaman. Dengan urutan pemakaian yang tepat kulitmu bisa menjadi lebih bersih, sehat, dan terhidrasi!


















