Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Kulit Sedang Stres, Jangan Salahin Skincare Dulu!

5 Tanda Kulit Sedang Stres, Jangan Salahin Skincare Dulu!
latimes.com
Intinya Sih
  • Stres dapat memengaruhi kondisi kulit dengan mengganggu fungsi skin barrier, membuat wajah kusam, sensitif, dan rentan berjerawat meski rutinitas skincare sudah dijalankan dengan benar.
  • Peningkatan hormon kortisol akibat stres menyebabkan regenerasi sel kulit terganggu, produksi minyak tidak seimbang, serta munculnya masalah seperti kulit kering, berminyak berlebih, atau breakout mendadak.
  • Kulit stres juga ditandai lingkar mata gelap dan garis halus lebih jelas karena kurang tidur dan penurunan kolagen; perawatan efektif mencakup tidur cukup serta skincare yang menenangkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa rutinitas skincare sudah dilakukan secara konsisten, tetapi kondisi kulit justru semakin kusam, mudah berjerawat, atau malah lebih sensitif? Banyak yang mengira penyebabnya hanya karena produk skincare yang kurang cocok atau langkah perawatan yang belum tepat. Padahal, penyebabnya bisa jadi lebih kompleks, yaitu kulit yang sedang mengalami stres.

Sama seperti tubuh dan pikiran, kulit juga dapat mengalami stres akibat berbagai faktor, mulai dari kurang tidur, paparan sinar matahari berlebih, polusi, hingga gaya hidup yang kurang sehat. Ketika kulit berada dalam kondisi stres, fungsi skin barrier akan terganggu sehingga lebih rentan mengalami berbagai masalah.

Jadi jika seseorang tiba-tiba mengalami breakout, kulit terasa kering meski sudah memakai pelembap, atau wajah terlihat lelah meskipun sudah menggunakan makeup, itu terjadi karena kulit stres. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kulit sedang stres agar penanganannya tidak hanya berfokus pada skincare, tetapi juga memperbaiki gaya hidup secara menyeluruh.

Berikut lima tanda kulit sedang stres yang perlu kamu perhatikan!

1. Kulit tampak kusam

6.jpg
bodysilk.co.uk

Salah satu tanda paling umum dari kulit yang sedang stres adalah wajah terlihat kusam. Kulit terlihat kusam, sehingga tampak lelah walau sudah menggunakan produk pencerah. Hal ini terjadi karena stres dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh. Kadar kortisol yang tinggi berpotensi mengganggu regenerasi sel kulit, sehingga sel kulit mati menumpuk lebih banyak di permukaan wajah. Akibatnya, kulit tampak tidak bercahaya dan terasa lebih kasar.

Selain itu, kurang tidur yang sering menyertai kondisi stres juga membuat sirkulasi darah ke kulit menjadi kurang optimal. Inilah sebabnya wajah terlihat pucat dan tidak segar. Untuk mengatasinya, jangan hanya mengandalkan produk eksfoliasi. Pastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang cukup, konsumsi makanan kaya antioksidan, minum air putih yang cukup, serta gunakan sunscreen setiap hari untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV.

2. Kulit jadi lebih mudah sensitif

2.jpg
skinlabmedspa.com

Kulit kamu terasa perih saat menggunakan skincare yang sebelumnya tidak pernah menimbulkan masalah? Kondisi ini bisa menjadi tanda skin barrier sedang melemah akibat stres. Saat tubuh mengalami stres, produksi zat yang berfungsi menjaga skin barrier dapat menurun. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah kehilangan kelembapan sekaligus lebih rentan terhadap iritasi.

Gejalanya bisa berupa kulit terasa gatal, kemerahan, mudah panas, hingga muncul sensasi terbakar setelah menggunakan produk tertentu. Jika mengalami kondisi ini, sebaiknya hentikan penggunaan produk dengan kandungan aktif yang terlalu kuat seperti retinol. Fokus mengaplikasikan produk yang bersifat menenangkan dan membantu memperbaiki skin barrier, seperti pelembap yang mengandung ceramide, panthenol, glycerin, atau centella asiatica.

3. Muncul breakout atau jerawat

3.jpg
thefixstudios.com

Breakout yang muncul secara tiba-tiba juga bisa menjadi tanda kulit sedang stres. Saat stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol dan androgen. Kedua hormon ini dapat merangsang kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah berlebih. Sebum yang bercampur dengan sel kulit mati kemudian menyumbat pori-pori dan memicu munculnya komedo maupun jerawat.

Tak hanya itu, stres juga dapat memperlambat proses penyembuhan jerawat sehingga bekasnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar. Jika jerawat sering muncul saat sedang banyak pekerjaan atau kurang tidur, kemungkinan besar penyebab utamanya bukan hanya skincare, melainkan kondisi tubuh secara keseluruhan. Selain menjaga kebersihan wajah, cobalah mengelola stres melalui aktivitas yang disukai, seperti berjalan kaki, yoga, meditasi, membaca buku, atau berolahraga ringan secara rutin.

4. Kulit jadi kering atau berminyak

4.jpg
hydrafacial.com

Kulit yang sedang stres tidak selalu menjadi kering. Pada sebagian orang, stres justru membuat wajah terasa lebih berminyak dibanding biasanya. Hal ini bergantung pada respons tubuh terhadap peningkatan hormon stres. Ada yang mengalami penurunan kemampuan kulit mempertahankan kelembapan sehingga terasa kering, mengelupas, dan kasar. Di sisi lain, ada pula yang mengalami produksi minyak berlebih sehingga wajah tampak mengilap sepanjang hari.

Menariknya, kedua kondisi tersebut bisa terjadi secara bersamaan. Misalnya, area pipi terasa kering tetapi zona T sangat berminyak. Jika mengalaminya, hindari mengganti terlalu banyak produk skincare sekaligus. Gunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap sesuai jenis kulit, dan jangan melewatkan penggunaan sunscreen. Skincare yang sederhana namun konsisten biasanya lebih efektif dibanding menggunakan terlalu banyak produk saat kondisi kulit sedang sensitif.

5. Lingkaran mata gelap dan garis halus terlihat lebih jelas

5.jpg
elizabethrochemedspa.com

Kurang tidur dan stres berkepanjangan sering kali langsung terlihat pada area sekitar mata. Lingkar mata menjadi lebih gelap, mata tampak sembap, dan garis-garis halus terlihat semakin jelas. Hal ini terjadi karena proses regenerasi kulit yang biasanya berlangsung optimal saat tidur menjadi terganggu.

Selain itu, peningkatan hormon kortisol juga dapat memengaruhi produksi kolagen. Jika berlangsung dalam waktu lama, elastisitas kulit akan berkurang sehingga tanda-tanda penuaan dini tampak lebih cepat. Untuk membantu memperbaikinya, usahakan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kamu juga dapat menggunakan eye cream dengan kandungan seperti niacinamide, hyaluronic acid, peptide, atau caffeine untuk membantu menjaga kelembapan dan mengurangi tampilan mata lelah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More