- Bekerja di bawah AC dalam wakt lama: Udara dingin dan kering menyerap kelembapan alami kulit, menyebabkan dehidrasi, garis halus, dan kulit tampak kusam
- Paparan blue light & sinar UVA: Layar komputer dan ponsel memancarkan high-energy visible (HEV) light yang dapat memicu stres oksidatif dan hiperpigmentasi. Paparan UV level rendah dalam jangka panjang bisa berkontribusi pada penuaan kulit akibat cahaya (photoaging). Meski begitu, belum ada bukti tentang klaim yang berlebihan hingga membuat penampilan karyawannya seperti ‘kismis’
- Gaya hidup sedentari: Duduk berjam-jam menurunkan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke kulit serta merusak postur tubuh (tech neck)
- Stres dan kurang tidur: Deadline pekerjaan memicu hormon kortisol yang memecah kolagen dan mempercepat penuaan sel
Viral Istilah Office Ageing, Lingkungan Kantor Bisa Bikin Penuaan Dini?

Office ageing viral di Tiongkok sebagai keyakinan bahwa lingkungan kantor dapat membuat kulit dan penampilan tampak lebih cepat tua.
Pekerja membagikan berbagai cara self-care, dari tabir surya hingga payung meja, setelah merasa kulit dan mata lelah saat bekerja.
Istilah office ageing belum terbukti pasti secara ilmiah, tetapi AC, ventilasi, layar, stres, dan jam kerja panjang disebut dapat memengaruhi kesehatan serta penampilan.
Akhir-akhir ini lagi ramai tentang istilah office ageing nih, Bela, di Tiongkok. Para pekerja di sana berbagi kiat di media sosial untuk mengatasi penuaan di kantor. Saran-saran tersebut beragam, mulai dari mengoleskan tabir surya dan menggunakan masker wajah hingga memasang payung di meja kerja mereka.
Lantas apa sih office ageing itu? Benarkah kantor bisa bikin penuaan dini? Simak penjelasannya berikut ini, ya!
Table of Content
Apa itu "office ageing"?

betterup.com Office Ageing adalah istilah viral yang muncul dari platform Xiaohongshu (RedNote) di Cina, mengacu pada keyakinan bahwa duduk lama di kantor — dengan pencahayaan buram/lampu neon, udara AC yang kering, dan menatap layar seharian — bikin kulit dan penampilan jadi lebih cepat "tua" dan kusam.
Istilah ini juga dikenal sebagai kerabat dari slang internet "上班丑" atau "workplace ugliness", yang menggambarkan perasaan seolah usia bertambah lima tahun hanya dalam satu minggu kerja.
Viral di kalangan pekerja

SCMP Mengutip dari SCMP, baru-baru ini, seorang pengguna RedNote dengan akun @lelehangmu dari provinsi Jiangsu di Tiongkok timur berbagi bahwa hanya satu bulan setelah mulai bekerja, warna kulitnya terlihat lebih gelap, dan matanya sering terasa lelah. Unggahan tersebut dengan cepat direspon banyak pengguna lain yang ikut setuju.
Beberapa netizen lainnya melaporkan bahwa penampilannya jauh lebih cerah setelah mengambil cuti. Nggak sedikit juga yang membagikan kondisi kantor mereka, mulai dari ada yang memasang payung di meja kerja mereka, mengenakan topi matahari atau penutup wajah, dan mengoleskan tabir surya secara berlebihan ke wajah dan lengan mereka.
Beberapa juga menciptakan bentuk self-care sendiri di tempat kerja, seperti mengubah bekas cangkir milk tea menjadi pelembap udara darurat (humidifier) atau sampai stress ball unik seperti batu dan biji mangga, yang mereka elus atau tepuk untuk meredakan kecemasan.
Ini mereka lakukan dalam upaya melindungi diri dari efek yang mereka yakini merusak kulit dan kesehatan mental. Ada juga versi serupa yang viral di TikTok (lebih ke arah Barat) bernama "office air," yang menyebut udara kering dan lampu neon kantor bisa membuat kulit, rambut, dan penampilan jadi kusam selama jam kerja.
Efek lingkungan kantor untuk kesehatan kulit

magnific.com Lantas, apa benar berlama-lama di kantor bisa bikin penuaan dini atau office ageing? Istilah office ageing sendiri sebenarnya belum terbukti secara pasti secara ilmiah, Bela! Tapi, nggak bisa dimungkiri kalau kondisi lingkungan kantor memang bisa memengaruhi kesehatan sekaligus penampilan kamu.
Udara AC yang kering, sistem ventilasi yang penuh debu, sampai kadar karbon dioksida yang tinggi di ruangan tertutup, ditambah lagi dengan jam kerja yang panjang, kombinasi ini sukses bikin badan makin pegal, wajah kelihatan lelah, dan pikiran makin burnout.
Sinar UVA tetap bisa menembus kaca jendela kantor, sementara radiasi blue light dari layar monitor dan kelembapan udara yang sangat rendah akibat AC mempercepat kerusakan kolagen kulit.
Beberapa faktor lingkungan kerja yang bisa berpengaruh pada kulit dan wellness, antara lain:
Sick building syndrome yang sudah viral lebih dulu

lyndhurstgyn.com Fenomena ini sebenarnya punya kembaran yang pernah diperkenalkan oleh WHO pada tahun 1980-an, yaitu Sick Building Syndrome (SBS). Istilah ini dipakai untuk menggambarkan munculnya berbagai keluhan kesehatan akibat terlalu lama berada di dalam bangunan tertentu, meski nggak ada diagnosis penyakit spesifik.
Gejalanya pun sangat akrab di kalangan anak kantor, seperti:
- Sakit kepala dan mata lelah
- Hidung tersumbat dan tenggorokan gatal
- Kulit jadi ekstra kering dan kusam
- Brain fog alias susah konsentrasi
Ajaibnya, semua gejala ini biasanya makin parah saat kamu terus-terusan di kantor, tapi langsung mereda begitu kamu keluar gedung dan menghirup udara segar! Sindrom ini makin marak seiring berkembangnya arsitektur gedung modern.
Demi efisiensi energi dan penghematan biaya AC, banyak gedung perkantoran didesain kedap udara. Efek sampingnya? Sirkulasi udara segar jadi sangat terbatas, membuat udara di dalam ruangan hanya berputar di satu titik saja.
Menurut penelitian pakar kedokteran sosial Sumedha Joshi pada tahun 2008, Sick Building Syndrome ini terbukti bikin produktivitas anjlok dan angka absensi karyawan meningkat.
Nah, buat mengatasi office ageing dan sindrom gedung sakit ini, solusi utamanya simpel tapi krusial, tingkatkan kualitas ventilasi, rajin take a break di sela kerja, dan pintar-pintar kelola stres di tempat kerja.
Cerminan dari kelelahan kerja

istockphoto Fenomena ini kelihatannya lebih merupakan cerminan dari kelelahan kerja secara keseluruhan, seperti jam kerja panjang, tekanan, dan lingkungan kerja yang keras. Ini semacam cara anak muda, terutama Gen Z, dalam mengekspresikan rasa lelah terhadap budaya kerja yang menguras energi, dikemas dalam bentuk tren skincare yang agak nyeleneh dan "punk wellness".
Jadi meski elemen ilmiahnya dipertanyakan, fenomena sosialnya cukup nyata karena banyak orang merasa relate dengan perasaan "menua lebih cepat" karena rutinitas kerja yang padat.
Cara menjaga kulit tetap sehat di kantor

chatgpt Biar kulit kamu tetap sehat di kantor, kamu bisa mencoba beberapa kiat berikut ini:
- Gunakan sunscreen & pelembap: Tetap gunakan broad-spectrum sunscreen (SPF 30+) di dalam ruangan dan aplikasikan pelembap berformula hyaluronic acid atau ceramide
- Jaga kelembapan lingkungan: Gunakan face mist atau taruh humidifier kecil di meja kerja
- Selalu sisihkan waktu untuk istirahat: Terapkan aturan 20-20-20 (tiap 20 menit, lihat objek berjarak 20 kaki selama 20 detik) untuk mata, serta berdiri dan melakukan peregangan tiap 1 jam
- Hidrasi cukup: Minum air putih secara teratur sepanjang jam kerja untuk menjaga hidrasi tubuh dari dalam
Itu dia penjelasan tentang office ageing yang lagi ramai, kamu related juga nggak, Bela?





















