Mengapa Area Punggung Rentan Berjerawat? Ini Penjelasannya

- Jerawat punggung dapat muncul saat sebum berlebih bercampur sel kulit mati, menyumbat folikel rambut, lalu berkembang menjadi komedo atau peradangan.
- Folikel yang tersumbat mendukung aktivitas bakteri Cutibacterium acnes, sehingga jerawat dapat menjadi benjolan kemerahan, pustula bernanah, atau nodul nyeri.
- Pakaian ketat, tali tas, perlengkapan olahraga, keringat terperangkap, kelembapan, dan perubahan hormon dapat memperparah iritasi serta meningkatkan risiko jerawat punggung.
Pernah menemukan bintik-bintik kemerahan atau jerawat yang muncul di area punggung?
Kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.
Meski sering tertutup pakaian, area punggung ternyata juga rentan mengalami jerawat. Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya jerawat di area tersebut.
Lalu, mengapa area punggung rentan berjerawat?
Popbela telah merangkum penjelasannya dalam ulasan berikut ini.
1. Produksi minyak dan penumpukan sel kulit mati

pexels.com/cottonbro studio Sama seperti wajah, kulit punggung memiliki folikel rambut yang terhubung dengan kelenjar sebasea atau kelenjar penghasil minyak.
Ketika produksi sebum berlebih bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori dapat tersumbat dan memicu terbentuknya komedo.
Sumbatan tersebut kemudian bisa berkembang menjadi jerawat, terutama ketika disertai proses peradangan.
Hal ini menjadi salah satu mekanisme utama terbentuknya jerawat di area tubuh, termasuk punggung.
2. Adanya aktivitas bakteri penyebab jerawat

magnific.com/magnific Bakteri Cutibacterium acnes secara alami hidup di kulit dan berkaitan dengan perkembangan jerawat.
Ketika folikel rambut tersumbat, kondisi di dalamnya dapat mendukung pertumbuhan bakteri serta memicu respons peradangan.
Akibatnya, jerawat bisa berkembang menjadi benjolan kemerahan, pustula yang berisi nanah, hingga nodul yang terasa nyeri.
Pada area punggung, lesi peradangan juga dapat muncul dalam jumlah cukup banyak.
3. Gesekan dan tekanan dari pakaian

pexels.com/Andrea Piacquadio Penggunaan pakaian ketat, tali tas, maupun perlengkapan olahraga yang terus bergesekan dengan kulit dapat memperburuk kondisi jerawat.
Tekanan dan gesekan berulang bisa memicu iritasi serta memperparah peradangan pada folikel rambut.
Kondisi ini dikenal sebagai acne mechanica, yaitu jerawat yang dipicu atau diperburuk oleh faktor mekanis seperti gesekan, tekanan, dan gesekan berulang pada kulit.
4. Keringat dan kelembapan yang terperangkap

pexels.com/Mikhail Nilov Aktivitas fisik dan cuaca panas dapat membuat punggung lebih mudah berkeringat.
Jika keringat terperangkap di antara kulit dan pakaian dalam waktu lama, kondisi lembap serta gesekan yang terjadi dapat memperburuk iritasi dan jerawat yang sudah ada.
Meski begitu, keringat bukan satu-satunya penyebab jerawat.
Kombinasi kelembapan, pakaian yang terlalu ketat, dan gesekan berulang lebih berperan dalam memperburuk kondisi kulit.
5. Perubahan hormon

freepik.com/8photo Perubahan hormon, terutama androgen, dapat memengaruhi aktivitas kelenjar sebasea dan meningkatkan produksi sebum.
Ketika minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati, risiko penyumbatan folikel rambut dan munculnya jerawat pun meningkat.
Itulah sebabnya jerawat di punggung juga cukup sering ditemukan selama masa pubertas.
Namun, kondisi ini tidak terbatas pada remaja karena perubahan hormonal juga dapat memengaruhi kondisi kulit pada usia dewasa.
Nah, sekarang sudah tahu mengapa area punggung rentan berjerawat, kan?
Selain menjaga kebersihan kulit, penggunaan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat serta segera mandi setelah berkeringat dapat membantu mengurangi faktor pemicunya.























