Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
5 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan oleh Ibu Hamil
Freepik.com
  • Ibu hamil disarankan menghindari skincare dengan retinoid, hydroquinone, salicylic acid dosis tinggi, benzoyl peroxide, dan chemical sunscreen tertentu karena bisa memengaruhi perkembangan janin.
  • Retinoid dan hydroquinone berisiko tinggi terserap ke aliran darah serta dapat meningkatkan potensi cacat lahir atau efek samping serius bila digunakan selama kehamilan.
  • Alternatif aman seperti sunscreen mineral berbahan zinc oxide dan titanium dioxide direkomendasikan agar ibu hamil tetap terlindungi tanpa risiko bagi janin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk menggunakan skincare, hanya saja ada beberapa kandungan yang perlu dihindari dan sebisa mungkin tidak digunakan selama hamil. Hal ini karena beberapa kandungan skincare bisa terserap ke dalam aliran darah dan berpotensi memengaruhi perkembangan bayi.

Mulai dari retinoid, hydroquinone, salicylic acid dengan dosis yang tinggi, benzoyl peroxide, hingga chemical sunscreen merupakan kandungan skincare yang tidak boleh digunakan selama hamil. 

Ingin tahu mengapa kandungan-kandungan tersebut tidak disarankan digunakan oleh ibu hamil? Simak informasi yang telah dirangkum oleh Popbela berikut ini!

1. Retinoid

Freepik.com

Retinoid termasuk dalam daftar kandungan skincare yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Zat ini diduga dapat meningkatkan risiko cacat lahir karena berpotensi memengaruhi perkembangan janin, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu lama.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan retinoid selama masa kehamilan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Jika ragu, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan alternatif yang lebih aman bagi ibu dan janin. 

2. Hydroquinone

Freepik.com

Hydroquinone dikenal sebagai kandungan yang bisa meningkatkan warna kulit sehingga kulit tampak lebih cerah. Namun, kandungan satu ini diketahui memiliki tingkat penyerapan yang tinggi ke dalam aliran darah.

Itu yang menyebabkan penggunaan hydroquinone tidak disarankan selama masa kehamilan. Di samping itu, penggunaan hydroquinone juga tidak bisa sembarangan, karena efek samping yang berbahaya sehingga harus di bawah pengawasan dokter.

3. Salicylic acid dengan dosis yang tinggi

Freepik.com

Salicylic acid merupakan kandungan dengan sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi kemerahan dan peradangan pada kulit berjerawat. Selain itu, salicylic acid juga efektif mengangkat sel-sel kulit mati, sehingga kulit tampak lebih halus dan cerah. Kandungan ini juga membantu mengatur kadar minyak di wajah.

Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit, penggunaan salicylic acid di masa kehamilan ini tidak disarankan apalagi dengan dosis yang tinggi, karena bisa membahayakan janin.

4. Benzoyl peroxide

Freepik.com

Benzoyl peroxide merupakan kandungan yang kerap digunakan untuk mengatasi jerawat. Selain itu, bahan ini juga membantu mengurangi komedo dengan mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori. 

Benzoyl peroxide bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, sehingga cocok untuk kulit acne-prone. Meski umumnya dianggap relatif aman dalam kadar rendah, penggunaannya pada ibu hamil tetap perlu dibatasi dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk memastikan keamanannya. 

5. Chemical sunscreen dengan kandungan tertentu

Freepik.com

Seperti yang kamu ketahui bahwa beberapa kandungan filter UV mengandung oxybenzone dan avobenzone yang bisa menembus lapisan kulit. Jika digunakan dalam jangka panjang pada ibu hamil dikhawatirkan bisa menimbulkan efek samping.

Meskipun penggunaan sunscreen diwajibkan, kamu bisa menghindari sunscreen yang tidak memiliki dua kandungan tersebut. Kamu bisa menggunakan sunscreen yang bersifat mineral dan mengandung zinc oxide dan titanium dioxide.

Sekarang sudah tahu kandungan skincare yang tidak boleh digunakan oleh ibu hamil itu apa saja, kan?

Editorial Team