Kenapa Makeup Bisa Terlihat Abu-Abu di Kulit? Ini Penyebabnya

- Makeup dapat terlihat abu-abu ketika undertone foundation tidak selaras dengan kulit atau shade terlalu terang, terutama pada kulit medium hingga deep dengan coverage tinggi.
- Warna foundation yang awalnya cocok bisa berubah setelah bercampur minyak alami kulit dan terpapar udara; karakter warna kulit juga lebih kompleks dari sekadar terang atau gelap.
- Pilih foundation berdasarkan kecerahan dan undertone, uji di rahang lalu tunggu beberapa saat di cahaya alami; gunakan color corrector untuk area gelap sebelum foundation.
Pernah merasa makeup sudah terlihat bagus saat pertama kali dipakai, tetapi setelah diperhatikan lebih dekat justru membuat wajah tampak abu-abu atau kusam?
Kondisi ini cukup bikin bingung, apalagi ketika foundation yang digunakan sebenarnya sudah terasa cocok dengan warna kulit.
Ternyata, ada beberapa hal yang bisa membuat makeup kehilangan kesan menyatu dan malah terlihat ashy di wajah.
Popbela akan membahas kenapa makeup bisa terlihat abu-abu di kulit dalam ulasan berikut ini. Yuk, simak!
1. Undertone foundation tidak sesuai dengan kulit

pexels.com/MART PRODUCTION Salah satu penyebab paling umum adalah undertone yang tidak cocok.
Warna kulit tidak hanya ditentukan oleh tingkat terang atau gelapnya, tetapi juga oleh rona yang ada di balik permukaan kulit, seperti warm, cool, neutral, atau olive.
Misalnya, kulit yang cenderung memiliki rona hangat tetapi menggunakan foundation dengan dasar warna yang terlalu dingin dapat membuat wajah terlihat lebih kusam atau keabu-abuan.
Sebaliknya, foundation yang terlalu kuning atau merah juga bisa membuat warna kulit terlihat tidak menyatu.
Itulah mengapa menemukan shade dengan tingkat kecerahan yang tepat saja belum tentu cukup. Undertone juga perlu diperhatikan agar hasil akhirnya terlihat lebih natural.
2. Foundation terlalu terang untuk warna kulit

pexels.com/Karolina Kaboompics Foundation yang sedikit terlalu terang bisa memberikan efek seperti lapisan abu-abu, terutama ketika digunakan dengan coverage yang cukup tinggi.
Hal ini makin terlihat pada kulit medium hingga deep karena perbedaan antara warna kulit asli dan pigmen foundation menjadi lebih jelas.
Menariknya, penelitian yang diterbitkan di Scientific Reports pada 2025 juga menunjukkan bahwa warna foundation dapat mengalami perubahan tampilan selama pemakaian dan bahwa perubahan tersebut berbeda-beda di antara berbagai shade.
Artinya, warna yang terlihat cocok ketika baru diaplikasikan belum tentu memberikan hasil yang sama setelah beberapa waktu.
3. Warna kulit tidak hanya soal "terang" dan "gelap"

pixabay.com/lubovlisitsa Kadang masalahnya bukan foundation terlalu terang, melainkan pilihan warnanya tidak menangkap karakter warna kulit dengan tepat.
Kulit memiliki variasi rona yang lebih kompleks daripada sekadar kategori fair, medium, atau deep.
Penelitian terbaru di Color Research & Application juga menemukan bahwa preferensi terhadap warna liquid foundation dapat berbeda berdasarkan warna kulit seseorang.
Ini menunjukkan bahwa pemilihan foundation memang perlu mempertimbangkan karakter warna kulit secara lebih spesifik, bukan hanya tingkat kecerahannya.
Oleh karena itu, dua orang dengan tingkat warna kulit yang sama belum tentu terlihat cocok menggunakan shade foundation yang sama.
4. Foundation mengalami perubahan warna setelah beberapa saat

freepik.com/partystock Ada juga kondisi ketika foundation awalnya terlihat pas, tetapi beberapa jam kemudian wajah justru tampak lebih kusam atau abu-abu.
Hal ini bisa terjadi karena warna foundation berubah setelah bercampur dengan minyak alami kulit dan terpapar udara selama dipakai.
Oleh karena itu, jangan langsung menilai shade hanya beberapa detik setelah mengaplikasikannya. Biarkan foundation menyatu dengan kulit selama beberapa saat, lalu perhatikan kembali warnanya.
Kalau hasil akhirnya berubah cukup jauh dari warna awal, bisa jadi masalahnya bukan pada tingkat kecerahan shade, melainkan pada bagaimana formulanya bereaksi setelah dipakai.
5. Pencahayaan ikut memengaruhi tampilan warna

freepik.com/lookstudio Jangan lupa, pencahayaan juga bisa membuat warna makeup terlihat berbeda. Foundation yang tampak menyatu di bawah lampu toko belum tentu memberikan hasil yang sama ketika dilihat di bawah cahaya matahari.
Kondisi cahaya memang dapat memengaruhi cara kita melihat warna kulit maupun makeup di atasnya. Jadi, saat mencoba foundation, sebaiknya jangan hanya mengandalkan tampilan di dalam ruangan.
Setelah mengaplikasikan shade di area rahang, coba lihat hasilnya di dekat jendela atau di bawah cahaya alami. Dari situ, akan lebih mudah melihat apakah warnanya benar-benar menyatu atau justru meninggalkan kesan abu-abu dan kusam.
Lalu, bagaimana agar makeup tidak terlihat abu-abu?
Kuncinya bukan sekadar memilih foundation yang lebih gelap. Coba cocokkan shade berdasarkan tingkat warna kulit sekaligus undertone.
Aplikasikan sedikit produk di area rahang, bukan hanya di tangan, lalu ratakan dan tunggu beberapa saat untuk melihat perubahan warnanya.
Kalau bagian tertentu seperti area sekitar bibir atau bawah mata terlihat lebih gelap, jangan langsung menutupnya dengan foundation yang lebih terang.
Penggunaan color corrector dengan warna yang sesuai dapat membantu menetralkan warna gelap sebelum foundation diaplikasikan.
Dengan begitu, makeup tidak hanya terlihat lebih merata, tetapi juga lebih menyatu dengan warna kulit asli tanpa memberikan efek abu-abu atau ashy.
Nah, sudah tahu kan kenapa makeup bisa terlihat abu-abu di kulit. Kuncinya ada pada pemilihan shade yang tepat, mulai dari tingkat kecerahan hingga undertone.
Jangan lupa lihat hasil akhirnya di bawah cahaya alami agar warna makeup benar-benar terlihat menyatu dengan kulit.





















