Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

10 Film Perjuangan Indonesia, Cocok Ditonton saat HUT ke-81 RI

10 Film Perjuangan Indonesia, Cocok Ditonton saat HUT ke-81 RI
instagram.com/poster_film_indonesia, sultanagung.themovie
  • Artikel merekomendasikan 10 film perjuangan Indonesia untuk ditonton menjelang HUT ke-81 RI, sebagai alternatif merayakan kemerdekaan selain mengikuti lomba.
  • Daftar film menampilkan perjuangan tokoh dan peristiwa sejarah, termasuk Cut Nyak Dhien, Soekarno, Tjokroaminoto, Jenderal Soedirman, Kartini, Sultan Agung, serta perlawanan terhadap Belanda dan Jepang.
  • Pilihan film mencakup drama sejarah, biopik, adaptasi novel, hingga animasi 2D seperti Battle of Surabaya, dengan latar perjuangan dari awal 1900-an hingga Agresi Militer Belanda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Di berbagai daerah, momen ini biasanya diisi dengan berbagai lomba yang mampu meningkatkan nasionalisme semangat dan semangat kemerdekaan.

Selain lomba, kamu juga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan mengapresiasi film-film Indonesia yang mengangkat kisah perjuangan dan sejarah bangsa. Nah, jelang HUT ke-81 Republik Indonesia, berikut berbagai film perjuangan Indonesia yang bisa kamu tonton ulang, Bela.

  1. 1. Tjoet Nja' Dhien (1988)

    Berbicara soal pahlawan perempuan dari Aceh, nama Cut Nyak Dhien pasti tidak asing lagi di telingamu. Ia dikenal sebagai pahlawan nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh.

    Kisah perjuangannya dalam melawan penjajah itu kemudian diangkat ke dalam film berjudul Tjoet Nja' Dhien. Dibintangi oleh Christine Hakim, Tjoet Nja' Dhien merupakan film arahan Erros Djarot. Buat kamu yang ingin mengenang perjuangan Cut Nyak Dhien, bisa tonton film perjuangan Indonesia ini, ya!

  2. 2. Merah Putih (2009)

    Merah Putih merupakan film drama historis Indonesia yang dirilis pada 2009 dan menjadi bagian pertama dari Trilogi Merdeka, rangkaian film tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    Mengambil latar Agresi Militer Belanda I pada 1947, film ini mengisahkan sekelompok kadet yang selamat dari serangan Belanda dan melanjutkan perjuangan sebagai tentara gerilya. Persahabatan mereka bahkan diuji oleh perbedaan sifat, latar belakang, budaya, status sosial, dan agama.

  3. 3. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

    Film Soekarno: Indonesia Merdeka merupakan garapan Hanung Bramantyo yang rilis perdana pada 11 Desember 2013. Film ini menceritakan perjalanan Soekarno muda hingga perjuangannya membawa Indonesia menuju Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

    Film tersebut juga menyoroti keberanian Soekarno dalam menyuarakan kemerdekaan di hadapan rakyat. Akibat perjuangannya, ia sempat dipenjara dan diasingkan ke Ende hingga Bengkulu.

  4. 4. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

    Disutradarai oleh Garin Nugroho, Guru Bangsa: Tjokroaminoto mengangkat biografi Tjokroaminoto, tokoh Sarekat Islam yang pindah dari Ponorogo ke Surabaya.

    Film yang dibintangi Reza Rahardian ini meraih delapan nominasi di Festival Film Indonesia 2015 dan berhasil membawa pulang tiga penghargaan, yakni Sinematografi Terbaik, Tata Artistik Terbaik, dan Tata Busana Terbaik.

  5. 5. Jenderal Soedirman (2015)

    Film perjuangan Indonesia selanjutnya yaitu Jenderal Soedirman. Film tersebut mengisahkan perjuangan Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia meskipun tengah menderita penyakit paru-paru.

    Film ini tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2015 silam, sekitar 10 hari setelah peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI.

  6. 6. Battle of Surabaya (2015)

    Battle of Surabaya merupakan film animasi produksi MSV Pictures yang disutradarai Aryanto Yuniawan. Berbeda dari film-film sebelumnya, Battle of Surabaya justru menawarkan kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui pendekatan animasi 2D.

    Film ini menceritakan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir dalam perjuangan arek-arek Suroboyo dan TKR pada Pertempuran 10 November 1945. Selain kisahnya yang menarik, film tersebut juga meraih sejumlah penghargaan internasional, lho.

  7. 7. Kartini (2017)

    Tak melulu soal perang, film perjuangan Indonesia kali ini menceritakan perjuangan R.A. Kartini untuk emansipasi perempuan Indonesia.

    Film biografi garapan Hanung Bramantyo tersebut mengambil latar Jawa pada awal 1900-an. Filmnya menggambarkan kehidupan Kartini sebagai bangsawan serta kepeduliannya terhadap pendidikan maupun kesetaraan bagi perempuan dari kalangan rakyat biasa.

  8. 8. Sultan Agung: Takhta, Perjuangan, Cinta (2018)

    Setelah ayahnya wafat, Raden Mas Rangsang yang masih muda naik takhta dan dikenal sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma. Ia berusaha menyatukan para adipati di Jawa yang terpecah akibat politik VOC. Di sisi lain, ia juga harus mengorbankan cintanya kepada Lembayung demi kepentingan kerajaan.

    Konflik Sultan Agung dengan VOC pun makin memanas setelah perjanjian dagang dengan Mataram dilanggar. Ia kemudian memimpin perang ke Batavia hingga benteng VOC runtuh dan JP Coen meninggal, meskipun perjuangannya diwarnai berbagai pengkhianatan.

  9. 9. Perburuan (2019)

    Perburuan berlatar enam bulan setelah pemberontakan PETA terhadap Jepang gagal. Filmnya menceritakan Hardo, mantan shodancho PETA yang terluka dan kembali ke Blora, tetapi harus bersembunyi di hutan karena menjadi buronan tentara Jepang.

    Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Hardo menghadapi berbagai konflik, termasuk terbongkarnya pengkhianatan dari orang terdekat. Film ini merupakan adaptasi dari novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer, lho.

  10. 10. Cadet 1947 (2021)

    Cadet 1947 menyajikan film bertema perjuangan Indonesia yang mengisahkan sekelompok kadet dalam mempertahankan pangkalan udara dari upaya Belanda merebut wilayah strategis Indonesia.

    Berlatar Agresi Militer Belanda setelah Perang Dunia II, film ini dibintangi sejumlah aktor, seperti Kevin Julio, Bisma Karisma, Marthino Lio, dan Omara N. Esteghlal.

    Demikian berbagai film perjuangan Indonesia yang bisa kamu tonton ulang, Bela. Kira-kira film mana nih yang akan kamu tonton lebih dulu?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More