Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Dianggap Sehat, 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Membuat Tubuh Mudah Lelah

Dianggap Sehat, 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Membuat Tubuh Mudah Lelah
Ilustrasi lelah. (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Sarapan tinggi gula seperti sereal, granola, smoothie, atau jus dapat memicu lonjakan lalu penurunan gula darah, sehingga tubuh cepat lemas, mengantuk, dan mudah lapar.

  • Pembatasan makan terlalu ketat serta jeda makan terlalu lama berisiko mengurangi energi dan zat gizi penting; pola seimbang dengan jadwal makan konsisten membantu menjaga stamina.

  • Kopi, teh hijau, atau camilan sehat menjelang tidur tidak menggantikan air putih dan dapat mengganggu hidrasi maupun kualitas tidur, yang akhirnya membuat tubuh cepat lelah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjaga pola makan sering kali menjadi langkah pertama yang dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan bertenaga. Banyak orang mulai memilih makanan berlabel sehat, mengurangi makanan olahan, hingga mencoba berbagai pola makan yang sedang populer. Sayangnya, niat baik tersebut tidak selalu diikuti dengan kebiasaan yang tepat.

Beberapa kebiasaan makan yang selama ini dianggap baik ternyata dapat membuat tubuh lebih cepat lelah apabila dilakukan secara berlebihan atau tanpa memperhatikan keseimbangan nutrisi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari gula darah yang tidak stabil, kekurangan zat gizi, hingga kualitas tidur yang terganggu.

Biar kamu nggak keliru, simak beberapa kebiasaan makan yang sering dianggap sehat, tetapi justru dapat membuat tubuh kehilangan energi sepanjang hari!

  1. 1. Sarapan dengan makanan tinggi gula

    ilustrasi yogurt dengan granola
    Ilustrasi yogurt dengan granola. (freepik.com/freepik)

    Banyak orang memilih sereal, granola, smoothie buah, atau jus buah sebagai menu sarapan karena dianggap praktis sekaligus menyehatkan. Padahal, beberapa pilihan tersebut bisa mengandung gula tambahan atau didominasi karbohidrat sederhana yang cepat dicerna tubuh.

    Saat dikonsumsi, kadar gula darah akan meningkat dengan cepat sehingga tubuh melepaskan insulin dalam jumlah besar. Setelah itu, gula darah dapat turun cukup drastis dalam waktu singkat. Kondisi inilah yang sering memicu rasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan tubuh terasa lemas, meski hari baru dimulai.

    Selain membuat energi cepat habis, lonjakan dan penurunan gula darah juga dapat memicu rasa lapar lebih cepat sehingga keinginan untuk ngemil menjadi lebih besar.

    Agar energi bertahan lebih lama, lengkapi sarapan dengan sumber protein dan lemak sehat seperti telur, yogurt tanpa pemanis, kacang-kacangan, atau alpukat. Pilih pula karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum utuh agar pelepasan energi berlangsung lebih stabil.

  2. 2. Terlalu ketat menjalani pola makan sehat

    Aneka bahan makanan segar untuk clean eating tersusun rapi, mencerminkan pilihan makan sehat dan alami.
    Ilustrasi clean eating. (pexels.com/戴 宇扬)

    Pola makan bersih atau clean eating memang dapat memberikan manfaat jika dilakukan dengan tepat. Namun, sebagian orang justru membatasi terlalu banyak jenis makanan, misalnya menghindari seluruh karbohidrat, memangkas lemak hampir sepenuhnya, atau hanya mengandalkan salad tanpa tambahan protein.

    Kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh kekurangan berbagai zat gizi yang berperan dalam menghasilkan energi, seperti zat besi, vitamin B12, magnesium, dan asam lemak esensial. Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan tubuh lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga menurunkan stamina saat beraktivitas.

    Karbohidrat juga tetap dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi utama bagi tubuh dan otak. Ketika asupannya terlalu sedikit, sebagian orang dapat merasakan penurunan energi yang cukup signifikan, terutama jika aktivitas sehari-hari cukup padat.

    Pola makan yang seimbang tetap menjadi pilihan terbaik. Pastikan setiap kali makan mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayuran, dan buah agar kebutuhan nutrisi harian dapat terpenuhi.

  3. 3. Terlalu sering menunda waktu makan

    Ilustrasi seseorang yang menunda makan, menggambarkan kebiasaan melewatkan atau menunda waktu makan sehari-hari.
    Ilustrasi seseorang yang menunda makan. (pexels.com/cottonbro studio)

    Kesibukan bekerja atau menjalani puasa intermiten sering membuat seseorang menunda makan selama berjam-jam. Kebiasaan ini memang tidak selalu bermasalah, tetapi jika dilakukan tanpa perencanaan yang baik, tubuh bisa kekurangan pasokan energi saat beraktivitas.

    Jeda makan yang terlalu panjang membuat cadangan energi mulai menurun. Akibatnya, tubuh dapat terasa lemas, kepala terasa ringan, dan konsentrasi ikut menurun menjelang waktu makan berikutnya. Kondisi ini juga sering membuat seseorang makan dalam porsi berlebihan ketika akhirnya menyantap makanan.

    Menjaga jadwal makan yang lebih konsisten membantu tubuh memperoleh pasokan energi secara stabil. Jika memiliki jadwal yang padat, menyiapkan camilan bergizi seperti kacang-kacangan, yogurt, atau buah dapat menjadi cara sederhana untuk mencegah jeda makan yang terlalu lama.

  4. 4. Mengandalkan minuman yang dianggap lebih sehat daripada air putih

    ilustrasi minuman kopi (pixabay.com/minhthai0105)
    ilustrasi minuman kopi (pixabay.com/minhthai0105)

    Kopi, teh hijau, atau minuman detoks sering menjadi pilihan karena dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Meski begitu, minuman tersebut tetap tidak dapat menggantikan peran air putih sebagai sumber hidrasi utama.

    Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan melalui urine pada sebagian orang. Jika konsumsi kopi atau teh tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan. Bahkan kekurangan cairan dalam jumlah kecil sudah dapat memengaruhi konsentrasi, memicu sakit kepala, dan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.

    Kebutuhan cairan juga dapat meningkat pada orang yang menjalani pola makan tinggi protein atau memiliki aktivitas fisik yang tinggi. Oleh karena itu, pastikan air putih tetap menjadi minuman utama setiap hari dan batasi konsumsi kafein sesuai anjuran.

  5. 5. Mengonsumsi camilan sehat menjelang tidur

    ilustrasi makan sebelum tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    Ilustrasi makan sebelum tidur. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Buah, dark chocolate, smoothie, atau teh hijau sering dipilih sebagai camilan malam karena dianggap lebih sehat dibanding makanan ringan tinggi gula atau tinggi garam. Namun, waktu mengonsumsinya juga perlu diperhatikan.

    Buah dengan kandungan gula yang cukup tinggi dapat memengaruhi kestabilan gula darah saat malam hari pada sebagian orang. Sementara itu, teh hijau dan dark chocolate masih mengandung kafein yang berpotensi mengganggu proses tubuh memasuki tidur yang nyenyak.

    Akibatnya, seseorang mungkin tetap tidur selama tujuh hingga delapan jam, tetapi kualitas tidurnya menurun sehingga bangun dengan tubuh yang terasa kurang segar dan mudah lelah.

    Jika merasa lapar sebelum tidur, pilih camilan dengan porsi kecil yang mengandung protein atau lemak sehat, seperti segenggam kacang tanpa garam atau telur rebus. Pastikan hindari makanan tinggi gula maupun minuman berkafein beberapa jam sebelum waktu tidur.

    Pola makan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan yang dipilih, tetapi juga keseimbangan nutrisi, waktu makan, serta kebiasaan sehari-hari. Makanan yang dikenal sehat tetap dapat memberikan dampak yang kurang baik apabila dikonsumsi dalam jumlah, kombinasi, atau waktu yang kurang tepat.

    Jika tubuh masih sering merasa lelah, meski sudah menerapkan pola makan yang lebih seimbang dan memiliki waktu tidur yang cukup, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Rasa lelah yang berlangsung terus-menerus juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More