Beauty for a Better Life, Program L’Oréal yang Berdayakan 7.000 Perempuan

Beauty For a Better Life menyediakan pelatihan tata rias dan tata rambut gratis serta bersertifikat bagi perempuan dengan keterbatasan sosial dan ekonomi.
Selama 12 tahun di Indonesia, program L’Oréal ini telah diikuti sekitar 7.000 perempuan melalui 12 training center.
Alumni BFBL menggunakan keterampilan kecantikan untuk bekerja, membangun usaha, dan mendampingi perempuan lain.
Bagi sebagian orang, belajar makeup mungkin dimulai dari keinginan untuk tampil lebih percaya diri atau sekadar mencoba skill baru. Namun, bagi perempuan yang belum memiliki banyak akses terhadap pendidikan, pekerjaan, atau modal usaha, keterampilan tersebut bisa menjadi langkah awal untuk mencoba jalan yang berbeda.
Hal inilah yang coba dihadirkan L’Oréal Indonesia melalui program Beauty For a Better Life (BFBL). Selama 12 tahun hadir di Indonesia, program ini memberikan pelatihan tata rias dan tata rambut secara gratis dan bersertifikat bagi perempuan dengan keterbatasan sosial dan ekonomi. Hingga kini, sekitar 7.000 perempuan di berbagai wilayah Indonesia telah mengikuti pelatihan tersebut.
Tidak berhenti pada kemampuan makeup dan hair styling, BFBL juga menjadi ruang bagi para peserta untuk membangun kepercayaan diri dan menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan kondisi mereka.
Membekali Perempuan dengan Skill yang Bisa Dipakai

Dok. L'Oréal Indonesia Di tingkat komunitas, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat membatasi kesempatan untuk berkembang, mulai dari akses pendidikan, keterampilan, modal, hingga pekerjaan.
Melalui BFBL, L’Oréal Indonesia menghadirkan pelatihan kecantikan yang praktis dan bisa digunakan dalam berbagai situasi. Saat ini, terdapat 12 training center BFBL yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut juga dijalankan bersama Perkumpulan Penggerak Perubahan Ekosistem Komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEGAS PEKKA) untuk menjangkau perempuan di tingkat akar rumput.
“Bagi PEGAS PEKKA, pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana perempuan memiliki kapasitas dan keterampilan yang dapat membantu mereka memiliki lebih banyak pilihan dalam hidupnya,” ujar Ir. Zulminarni, M.S., Ketua PEGAS PEKKA.

Dok. L'Oréal Indonesia Sementara itu, Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L’Oréal Indonesia, mengatakan bahwa keterampilan kecantikan juga dapat membantu perempuan membangun kepercayaan diri dan kemandirian.
“Berakar dari visi L’Oréal untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia, kami percaya bahwa kecantikan memiliki kekuatan untuk merubah hidup banyak orang menjadi lebih baik. Salah satunya adalah membekali perempuan yang tergolong kurang beruntung dengan beauty skill untuk mendorong kepercayaan diri, kemandirian, hingga potensi untuk berkontribusi secara ekonomi,” jelas Melanie.
Dari Training Center Tangerang hingga Dunia Profesional

Dok. L'Oréal Indonesia Salah satu gambaran perjalanan peserta BFBL dapat dilihat dari Training Center Tangerang, yang telah beroperasi sejak 2019. Hingga kini, hampir 1.000 perempuan telah mengikuti pelatihan di tempat tersebut.
Berbeda dengan beberapa training center lainnya, TC Tangerang secara khusus berfokus pada keterampilan tata rias. Peserta mengikuti pelatihan secara gratis dan intensif selama dua bulan, mulai dari teknik dasar hingga praktik makeup secara profesional.
Kurikulumnya juga terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Peserta tidak hanya belajar makeup dasar, tetapi juga berbagai look yang banyak dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari maupun acara khusus, seperti natural makeup, soft glam, Barbie look, makeup untuk pengguna hijab, hingga Arabian look.
Setelah lulus, peserta bisa menggunakan keterampilan tersebut untuk berbagai jalur, mulai dari menerima klien dari rumah, menjadi makeup artist atau MUA, bekerja di salon, hingga mengembangkan bisnis kecantikan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 65 persen lulusan TC Tangerang telah bekerja di sektor kecantikan.
Di balik angka tersebut, ada cerita para alumni yang menjadikan pengalaman belajar di BFBL sebagai titik balik dalam perjalanan mereka.
Nurhayani, dari Pekerja Pabrik Menjadi MUA Profesional

Dok. L'Oréal Indonesia Sebelum mengikuti BFBL, Nurhayani atau Yani bekerja di sebuah pabrik untuk membantu perekonomian keluarganya. Rutinitasnya dimulai sejak dini hari dan berakhir larut malam, dengan hanya satu hari libur dalam seminggu.
Kesibukan tersebut membuat waktunya bersama keluarga, termasuk kedua anaknya yang masih kecil, menjadi sangat terbatas. Hingga suatu ketika, Yani menyadari bahwa anak-anaknya mulai tidak mengenalinya dan memperlakukannya seperti orang asing.
Situasi tersebut membuat Yani mencari pekerjaan yang lebih fleksibel. Ia kemudian menemukan kesempatan melalui BFBL dan mulai menekuni dunia tata rias. Dari pelatihan tersebut, ia membangun keterampilan sekaligus kepercayaan diri hingga akhirnya berkembang menjadi seorang MUA profesional.
Kini, perjalanan Yani bahkan telah berkembang lebih jauh. Ia memiliki studio sendiri, menyediakan layanan wedding styling dan dekorasi, serta pernah mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilannya di Malaysia.
Munjiha, dari Keraguan hingga Punya Makeup Gallery

Dok. L'Oréal Indonesia Cerita lain datang dari Munjiha, yang sebelumnya bekerja sebagai guru taman kanak-kanak dan memiliki ketertarikan terhadap dunia makeup. Pada 2021, di usia 38 tahun, ia memutuskan mengikuti pelatihan BFBL meski belum memiliki pengalaman di bidang tata rias.
Keputusannya sempat diragukan oleh keluarga. Namun, dua bulan pelatihan menjadi titik balik bagi Munjiha. Dari yang awalnya tidak percaya diri, ia mulai membangun keterampilan dan keyakinan untuk menekuni dunia kecantikan hingga mendapatkan sertifikasi sebagai tenaga profesional.
Setelah lulus, Munjiha membangun bisnis M3 (Munjiha Make-up Merapit). Berawal dari ruang sederhana di rumah, usahanya kemudian berkembang menjadi makeup gallery yang lebih luas, lengkap dengan koleksi gaun dan aksesori. Ia juga memiliki ciri khas “Barbie Look” dalam layanan makeup-nya.
Di tengah perannya sebagai istri, ibu, guru mengaji, pendidik PAUD, dan pemilik toko, Munjiha secara bertahap terus mengembangkan bisnisnya dengan menginvestasikan kembali penghasilan yang diperoleh.
Amsiyah, dari Alumni hingga Memberdayakan Perempuan Lain

Dok. L'Oréal Indonesia Ada pula kisah Amsiyah atau Aam, yang sebelumnya telah bekerja sekitar 10 tahun di sebuah pabrik sepatu. Pandemi COVID-19 membuat Aam dan suaminya kehilangan pekerjaan. Selama kurang lebih dua tahun, ia tidak memiliki pekerjaan, sementara harus memenuhi kebutuhan keluarga dan merawat bayi mereka yang saat itu masih berusia delapan bulan.
Pelatihan kecantikan gratis dari BFBL kemudian menjadi kesempatan bagi Aam untuk mempelajari keterampilan baru. Setelah menyelesaikan pelatihan, ia mulai membangun bisnis kecantikannya dari rumah.
Seiring bertambahnya pelanggan dan pengalaman, usaha tersebut berkembang menjadi sebuah salon dengan dua meja rias. Namun, perjalanan Aam bersama BFBL ternyata tidak berhenti sebagai alumni.
Pada 2022, ia dipercaya menjadi trainer bagi peserta BFBL sekaligus memberikan kesempatan kerja kepada sesama alumni sebagai asistennya. Dari yang awalnya menjadi murid, Aam kemudian tumbuh menjadi pemilik usaha kecantikan sekaligus bagian dari ekosistem yang ikut mendampingi perempuan lain.
Ketika Satu Skill Membuka Jalan Baru

Dok. L'Oréal Indonesia Tiga cerita alumni tersebut memperlihatkan bagaimana satu keterampilan dapat menjadi awal dari perubahan yang berbeda bagi setiap orang. Ada yang menggunakannya untuk mencari pekerjaan yang lebih fleksibel, ada yang menjadikannya dasar untuk membangun bisnis, dan ada pula yang kemudian membagikan kembali ilmunya kepada perempuan lain.
Melalui Beauty For a Better Life, L’Oréal Indonesia bersama PEGAS PEKKA terus memperluas akses pelatihan kecantikan bagi perempuan di berbagai wilayah Indonesia. Program ini tidak hanya memperkenalkan teknik makeup dan tata rambut, tetapi juga memberi ruang bagi peserta untuk mengenali kemampuan mereka dan menentukan langkah berikutnya.
Sebab, terkadang perubahan besar memang bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana. Satu skill baru, satu kesempatan untuk belajar, dan keberanian untuk mencoba jalan yang berbeda.





















