Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
6 Tanda Infeksi Jamur pada Kuku yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?
freepik.com/freepik

Kuku yang menguning, menebal, atau tiba-tiba mudah patah sering kali dianggap hanya masalah penampilan. Padahal, perubahan tersebut bisa menjadi tanda infeksi jamur pada kuku yang tidak boleh diabaikan.

Infeksi ini dapat menyerang siapa saja dan berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit di awal. Jika dibiarkan, jamur pada kuku bisa membuat kuku semakin rusak dan sulit diobati.

Oleh karena itu, mengenali tanda-tandanya sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan penampilan kuku tetap optimal.

Popbela akan membahas tanda infeksi jamur pada kuku yang perlu diwaspadai dalam ulasan berikut ini.

1. Perubahan warna kuku

pexels.com/Pixabay

Perubahan warna kuku menjadi salah satu tanda awal infeksi jamur yang paling mudah dikenali. Awalnya, kuku dapat muncul bercak berwarna putih atau kekuningan di bagian ujung atau tepi.

Seiring pertumbuhan jamur di bawah lempeng kuku, warnanya bisa berubah menjadi kuning tua, kecokelatan, bahkan kehitaman pada beberapa kasus.

Melansir Journal of Fungi, perubahan ini terjadi karena jamur merusak struktur kuku dan menyebabkan penumpukan keratin di bawah permukaannya.

2. Kuku menebal dan sulit dipotong

freepik.com

Selain berubah warna, infeksi jamur juga dapat membuat kuku menjadi lebih tebal akibat penumpukan keratin di bawah lempeng kuku. Kondisi ini menyebabkan kuku terasa lebih keras, sulit dipotong, dan terkadang tampak tidak rata.

Jika terjadi pada kuku kaki, penebalan kuku dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat mengenakan sepatu tertutup atau berjalan dalam waktu lama.

3. Kuku rapuh dan mudah retak

pexels.com/EVG Kowalievska

Pada tahap yang lebih lanjut, infeksi jamur dapat membuat kuku kehilangan kekuatan alaminya. Kuku menjadi rapuh, mudah retak, patah, atau tampak terkikis dan hancur di bagian ujung.

Kondisi ini terjadi karena jamur secara bertahap merusak keratin dan jaringan pembentuk kuku, sehingga struktur kuku tidak lagi padat dan sehat.

4. Kuku terlepas dari dasar kuku

pexels.com/The Glorious Studio

Pada kasus yang sudah berkembang, sebagian kuku dapat mulai terangkat atau terlepas dari dasar kuku (kondisi yang dikenal sebagai onycholysis).

Celah yang terbentuk di bawah kuku sering menjadi tempat berkumpulnya serpihan, kotoran, dan mikroorganisme lain.

Selain mengganggu penampilan, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri, terutama saat kuku mendapat tekanan.

5. Permukaan kuku menjadi kasar dan timbul rasa nyeri

pexels.com/Jessica KeliAlves

Seiring infeksi jamur berkembang, kuku dapat berubah menjadi kasar, bergelombang, tidak rata, dan tampak kusam.

Ketika kuku semakin menebal dan rusak, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri, terutama saat berjalan, berolahraga, atau mengenakan sepatu tertutup.

Nah, itu dia tanda infeksi jamur pada kuku yang perlu diwaspadai. Jangan anggap sepele perubahan pada kuku, karena penanganan sejak dini dapat membantu mencegah infeksi bertambah parah.

Editorial Team

Related Article