Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Dok. MSD Indonesia
Dok. MSD Indonesia

Intinya sih...

  • MSD dan YKI mengajak masyarakat memahami kanker melalui pameran seni "Understanding Cancer Through Art".

  • Pameran menampilkan lebih dari 64 karya seni hasil ekspresi penyintas kanker dan caregiver, serta dibuka oleh dr. Niken Wastu Palupi.

  • Kanker masih menjadi tantangan serius di Indonesia dengan lebih dari 408.000 kasus baru dan hampir 243.000 kematian akibat kanker dalam satu tahun.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, MSD Indonesia bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) kembali mengajak masyarakat untuk melihat kanker dari sudut pandang yang lebih dekat dan manusiawi. 

Melalui pameran seni bertajuk “Understanding Cancer Through Art”, masyarakat diajak memahami bahwa di balik data dan diagnosis, mulai dari cerita, emosi, serta harapan yang terus hidup.

Pameran ini berlangsung pada 4–8 Februari 2026 di MGP Space, SCBD Park, dan menjadi ruang aman untuk berbagi, memahami, sekaligus menumbuhkan empati terhadap para penyintas kanker dan orang-orang yang mendampingi mereka. Tanpa berlama-lama, simak informasi lengkapnya di bawah ini yuk, Bela!

Pameran Seni yang Menarik untuk Memahami Kanker

Dok. MSD Indonesia

Menampilkan lebih dari 64 karya seni hasil ekspresi penyintas kanker dan caregiver, pameran ini mengajak publik melihat kanker dari sisi yang lebih personal. Lewat lukisan, instalasi, hingga karya visual lainnya, setiap karya merekam perjuangan, ketakutan, keteguhan, dan harapan yang lahir dari perjalanan panjang melawan kanker.

Alih-alih sekadar menampilkan keindahan visual, karya-karya ini berbicara tentang pengalaman hidup—tentang hari-hari sulit, tentang dukungan yang menguatkan, dan tentang keberanian untuk terus melangkah.

Pameran “Understanding Cancer Through Art” resmi dibuka oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM, yang hadir mewakili Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Dok. MSD Indonesia

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP; Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou; serta Alika Islamadina, publik figur yang juga berperan sebagai caregiver. Dalam sambutannya, dr. Niken menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam penanganan kanker di Indonesia.

Kanker merupakan salah satu prioritas kesehatan nasional yang membutuhkan pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong upaya penanganan kanker secara komprehensif melalui implementasi National Cancer Control Plan 2024–2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini,” jelas dr. Niken.

Kanker di Indonesia: Tantangan Besar yang Perlu Dihadapi Bersama

POPBELA.com/Mila Fitri Chairunisa

Kanker masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, tercatat lebih dari 408.000 kasus baru dan hampir 243.000 kematian akibat kanker dalam satu tahun. Ironisnya, hingga 50 persen kasus kanker sebenarnya dapat dicegah melalui gaya hidup sehat, pencegahan, dan deteksi dini.

Tanpa penguatan upaya tersebut, jumlah kasus kanker diperkirakan akan meningkat lebih dari 70 persen pada tahun 2050. Angka ini menjadi pengingat bahwa kanker bukan hanya isu medis, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, menekankan bahwa kanker menyentuh seluruh aspek kehidupan seseorang.

Di balik diagnosis, banyak pasien dan penyintas kanker menjalani hari-hari yang berat—bergulat dengan rasa takut, stigma, dan kesepian. Karena itu, YKI percaya penyembuhan tidak hanya terjadi di ruang perawatan, tetapi juga di ruang-ruang harapan. Melalui seni—melukis, menari, bernyanyi, dan berbagai ekspresi kreatif—para pejuang kanker menemukan kembali suara, martabat, dan makna hidupnya. Seni menjadi bagian vital dari perjalanan mereka, agar tak seorang pun melawan kanker sendirian,” ujar dr. Aru.

Ruang Berbagi yang Aman dan Penuh Empati

POPBELA.com/Mila Fitri Chairunisa

Sebagai bagian dari kampanye edukatif #NgobrolinKanker, MSD Indonesia dan YKI untuk kedua kalinya menghadirkan “Understanding Cancer Through Art”. Tahun ini, pameran mengusung tema United by UniqueNo One Should Face Cancer Alone, yang menegaskan bahwa setiap perjalanan kanker itu berbeda, namun semua orang berhak mendapatkan dukungan.

Pameran ini menampilkan karya dari penyintas kanker, keluarga, hingga caregiver dalam berbagai medium seni. Setiap karya menjadi pengingat bahwa kanker bukan satu-satunya identitas seseorang, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang tetap bisa dijalani dengan harapan.

Sejalan dengan semangat tersebut, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan komitmen jangka panjang MSD dalam meningkatkan pemahaman publik tentang kanker.

Di MSD, kami dipersatukan oleh visi bersama bahwa para penyandang kanker layak mendapatkan lebih banyak pilihan penanganan untuk melawan kanker mereka, kualitas hidup yang lebih baik, dan lebih banyak waktu. Kanker bukanlah satu‑satunya cerita dalam kehidupan seorang pasien, melainkan sebuah bab dalam perjalanan hidupnya. Melalui #NgobrolinKanker, kami ingin membuka ruang percakapan yang aman, inklusif, dan penuh empati di tengah masyarakat,” tutur George.

Ada 4 Zona Interaktif yang Menampilkan Karya Para Penyintas

POPBELA.com/Mila Fitri Chairunisa

Pameran ini menghadirkan empat zona interaktif yang merepresentasikan perjalanan emosional para penyintas kanker yaitu:

  1. Titik Awal Perjuangan: Menggambarkan momen awal ketika penyintas menerima diagnosis, menghadapi ketakutan, hingga tumbuhnya tekad untuk bertahan dan mencari harapan baru.

  1. Bicara dan Dengarkan: Menjadi ruang untuk membuka percakapan, berbagi cerita, dan saling mendengar—sebuah proses penting dalam memahami dan menerima perjalanan kanker.

  1. Perspektif yang Berubah: Merefleksikan fase penerimaan dan kekuatan batin, di mana penyintas mulai memaknai perjuangan dan kebersamaan dengan orang-orang terdekat.

  1. Perjuangan Kolektif: Menegaskan bahwa melawan kanker adalah perjalanan bersama, yang diperkuat oleh empati, dukungan, dan solidaritas untuk menumbuhkan harapan.

Tak hanya menghadirkan pameran seni, rangkaian acara ini juga dilengkapi dengan talk show edukatif dan seminar kesehatan “Ngobrolin Kanker”. Berbagai isu dibahas, mulai dari kanker paru, payudara, pencernaan, serviks, hingga mitos dan fakta seputar kanker.

Melalui “Understanding Cancer Through Art”, MSD Indonesia dan YKI mengingatkan bahwa memahami kanker tidak selalu harus melalui istilah medis dan angka statistik. Apakah kamu tertarik berkunjung ke sini, Bela?

Editorial Team