Terakhir, ada disabilitas psikososial atau mental. Disabilitas psikososial adalah kondisi yang bisa memengaruhi suasana hati, emosi, pikiran, dan perilaku seseorang. Gangguan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan, pengalaman traumatis, genetik, hingga gangguan pada otak.
Selain itu, disabilitas ini juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, dan kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupan. Contohnya meliputi depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, ADHD, hingga gangguan kecemasan.
Dukungan dari lingkungan, terapi, dan pengobatan yang tepat perlu dilakukan untuk membantu seseorang yang menderita disabilitas psikososial agar bisa menjalani kehidupan lebih baik.
Itu dia jenis-jenis disabilitas, mulai dari fisik hingga psikososial. Dari penjelasan di atas, perlu kamu pahami bahwa disabilitas itu ternyata tidak selalu tampak secara fisik, lho.
Jadi, kamu tidak bisa menilai kondisi seseorang hanya dari penampilannya saja. Mulai sekarang, yuk lebih peka dan hindari memberikan asumsi atau komentar tentang kondisi orang lain sebelum benar-benar memahaminya!