Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Ini yang Terjadi Kalau Kamu Sering Mandi Air Panas

Ini yang Terjadi Kalau Kamu Sering Mandi Air Panas
Freepik.com
Intinya Sih
  • Mandi air panas berlebihan bisa menghilangkan minyak alami kulit, membuat kulit kering, kasar, dan mudah pecah-pecah.
  • Paparan air panas terlalu sering dapat memicu iritasi pada kulit sensitif serta menyebabkan rasa gatal atau kemerahan.
  • Kebiasaan mandi air panas juga berdampak pada rambut dan tekanan darah, membuat rambut kering serta menurunkan tekanan darah sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mandi dengan air panas memang menawarkan berbagai manfaat, seperti membantu tubuh lebih rileks dan meredakan pegal. Namun, jika suhu air terlalu tinggi atau dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit.

Paparan air panas yang berlebihan dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga kulit menjadi lebih kering dan rentan mengalami iritasi. Tak hanya itu, mandi air panas terlalu sering juga berisiko menyebabkan kerusakan pada rambut serta memicu penurunan tekanan darah pada sebagian orang.

Lantas, bagaimana sebenarnya pengaruh mandi air panas terhadap kesehatan kulit, rambut, dan tubuh secara keseluruhan? Simak rangkuman Popbela mengenai dampak mandi air panas yang terlalu sering berikut ini.

1. Kulit kering

cleansing oil
Freepik.com

Kulit kering merupakan masalah yang dapat dialami oleh siapa saja, termasuk akibat kebiasaan mandi menggunakan air panas. Meskipun efeknya tidak selalu langsung terasa setelah selesai mandi, kulit biasanya akan mulai terasa kering beberapa saat kemudian.

Hal ini terjadi karena air panas dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit serta mengurangi produksi minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Ketika fungsi tersebut terganggu, kulit akan kehilangan kelembapannya sehingga terasa kering, kasar, bahkan dapat menjadi pecah-pecah.

2. Kulit rentan iritasi

wajah bengkak
Freepik

Tidak hanya menyebabkan kulit menjadi kering, kebiasaan mandi dengan air panas juga dapat meningkatkan risiko iritasi kulit. Kondisi ini terjadi karena paparan air panas dapat mengurangi kelembapan alami kulit.

Meskipun efeknya tidak selalu sama pada setiap orang, pemilik kulit sensitif umumnya lebih rentan mengalami iritasi, terutama jika kulit sudah dalam kondisi kering. Akibatnya, kulit dapat terasa gatal, perih, atau kemerahan setelah terpapar air panas.

3. Kerusakan rambut

hair dryer
Freepik.com

Tidak hanya berdampak pada kulit, kebiasaan mandi menggunakan air panas juga dapat memengaruhi kesehatan dan penampilan rambut. Paparan air panas secara terus-menerus dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan rambut dan kulit kepala.

Akibatnya, rambut yang semula terasa lembut dan sehat bisa menjadi kering, kusut, serta tampak lebih kusam. Dalam jangka panjang, rambut juga lebih rentan patah, bercabang, dan mudah rontok karena kelembapan alaminya terus berkurang.

4. Penurunan tekanan darah

pusing
Freepik.com

Mandi dengan air panas terlalu sering juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sementara. Hal ini terjadi karena suhu panas memicu pelebaran pembuluh darah, sehingga tekanan darah bisa menurun.

Semakin tinggi suhu air yang digunakan, semakin besar efek pelebaran pembuluh darah yang dapat terjadi. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti pusing, tubuh terasa lemas, atau bahkan kehilangan keseimbangan, terutama saat berdiri setelah selesai mandi.

Dari kulit kering hingga penurunan tekanan darah, efek yang ditimbulkan akibat terlalu sering mandi dengan air panas bukanlah hal yang boleh disepelekan. Sebagai gantinya, kamu bisa mandi menggunakan air hangat, terutama saat tubuh sedang tidak fit.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More