Banyak orang yang berpikiran screening kanker payudara cuma berlaku buat mereka yang punya riwayat di keluarganya. Nyatanya, lebih dari 80% kasus kanker payudara justru terjadi pada perempuan yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut. Penelitian menunjukkan hanya sekitar 5% sampai 10% kanker payudara yang bersifat genetik atau diturunkan dalam keluarga.
5 Hal yang Sering Disalahpahami Tentang Screening Kanker Payudara

Screening kanker payudara tetap penting meski tidak memiliki riwayat keluarga, karena sebagian besar kasus terjadi tanpa faktor keturunan.
Radiasi mammogram tergolong rendah, sementara pemeriksaan dapat mendeteksi perubahan sebelum benjolan terasa.
Mammogram tidak sempurna dan termografi belum terbukti dapat menggantikannya, sehingga pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan.
Banyak orang yang sering kali menunda breast cancer screening atau pemeriksaan kanker payudara karena termakan berbagai mitos yang beredar. Padahal, screening adalah kunci utama untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin sebelum sel kanker menyebar dan semakin sulit ditangani.
Mulai dari screening cuma buat orang yang punya riwayat sampai kalau nggak ada gejala aman saja, yuk, bahas 5 kesalahpahaman tentang screening kanker payudara yang masih sering dipercaya banyak orang, plus fakta ilmiah di baliknya melansir dari Very Well Health!
Table of Content
1. Screening Penting Kalau Kamu Punya Riwayat Keluarga

pexel.com/thirdman Faktor lingkungan dan gaya hidup memainkan peran yang jauh lebih besar. Karena itu, siapa pun kamu, konsultasi soal screening payudara itu wajib! Para ahli bahkan menyarankan perempuan untuk mulai mengevaluasi risiko diri sejak usia 25 tahun. Hal ini penting untuk menentukan kapan waktu terbaik mulai mammogram, serta apakah kamu butuh pemeriksaan tambahan seperti USG atau MRI.
2. Mammogram Itu Bahaya Karena Banyak Radiasi

wispecialists.com Memang benar mammogram menggunakan radiasi sinar-X untuk mengambil gambar jaringan payudara, tapi dosisnya sangat-sangat kecil dan aman. Sebagai gambaran, rata-rata orang terpapar radiasi alami di lingkungan sekitar sebesar 3 millisievert (mSv) per tahun. Nah, radiasi dari mammogram 2D standar hanya sekitar 0,28 mSv, dan mammogram 3D hanya sekitar 0,34 mSv.
Para ahli sepakat bahwa manfaat mammogram jauh lebih banyak dibanding risikonya. Risiko hidup dengan kanker payudara yang tidak terdiagnosis jauh lebih berbahaya dari pada paparan radiasi mammogram yang sangat rendah.
3. Screening Dibutuhkan Kalau Merasa Ada Benjolan di Dada

bcrf.org Nah, ini juga nggak kalah bahaya! Jangan tunggu sampai muncul benjolan atau gejala baru mau periksa, ya, Bela. Walaupun benjolan adalah tanda paling umum, tujuan utama dari screening mammogram justru untuk mendeteksi perubahan sel sebelum benjolan tersebut bisa teraba dengan tangan.
Bahkan, mammogram bisa mendeteksi kanker payudara hingga 3 tahun sebelum benjolannya terbentuk. Perempuan yang rutin melakukan screening memiliki risiko kematian akibat kanker payudara yang jauh lebih rendah karena penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
4. Rajin Lakukan Mammogram Berarti Sudah Aman

toeriverhealth.org Mammogram memang sangat efektif, tapi alat ini tidak sempurna 100%. Ada kemungkinan timbulnya hasil false negative (negatif palsu), yaitu kondisi di mana sel kanker sebenarnya ada tetapi tidak terdeteksi oleh mammogram.
Riset menunjukkan mammogram bisa melewatkan hingga 20% kasus kanker payudara, terutama pada pemilik jaringan payudara yang padat (dense breasts). Jika kamu memiliki payudara yang padat, kamu mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti USG payudara atau MRI. Jadi, tetap komunikasikan kondisi tubuhmu dengan dokter, ya!
5. Termografi Bisa Menggantikan Mammogram

verywellhealth.com Termografi adalah tes pencitraan yang mengukur perubahan suhu pada jaringan tubuh untuk mendeteksi sel kanker. Mitosnya, metode ini sering disebut-sebut sebagai alternatif mammogram yang lebih nyaman.
Namun secara ilmiah, belum ada bukti riset yang cukup kuat untuk membuktikan bahwa termografi efektif mendiagnosis kanker. Saat ini, para dokter dan peneliti kesehatan tidak merekomendasikan termografi sebagai alat pengganti screening kanker payudara.
Kesehatan tubuhmu adalah prioritas nomor satu. Jangan biarkan mitos menunda langkahmu untuk merawat diri. Yuk, mulai lebih peduli dan konsultasikan jadwal screening payudaramu ke dokter sekarang juga!






















