7 Cara Menghilangkan Smile Line, Mulai dari Rutin Pakai Sunscreen!

Smile line atau nasolabial folds merupakan bagian normal wajah yang dapat makin terlihat akibat penuaan, berkurangnya kolagen-elastin, gravitasi, paparan matahari, dan kebiasaan merokok.
Perawatan harian seperti sunscreen SPF minimal 30, retinoid secara bertahap, serta pembersih dan pelembap lembut dapat membantu menjaga kulit dan menyamarkan tanda penuaan.
Senam wajah tidak memberi hasil permanen; skin tightening, filler, botulinum toxin, atau operasi dapat dipertimbangkan bersama dokter sesuai kondisi, karena tidak ada cara menghilangkan smile line permanen.
Cara menghilangkan smile line sering dicari ketika garis dari sisi hidung menuju sudut mulut mulai terlihat lebih jelas. Dalam istilah medis, garis tersebut disebut nasolabial folds dan sebenarnya merupakan bagian normal dari struktur wajah.
Menurut Cleveland Clinic, smile line dapat menjadi lebih dalam seiring bertambahnya usia karena perubahan kulit dan jaringan wajah. Berkurangnya kolagen dan elastin, gravitasi, paparan sinar matahari, hingga kebiasaan merokok juga dapat membuat lipatan ini semakin terlihat.
Meski begitu, smile line tidak bisa dihilangkan secara permanen. Ada beberapa pilihan perawatan yang dapat membantu membuat tampilannya lebih samar, mulai dari perawatan kulit hingga prosedur estetika. Berikut caranya.
Table of Content
1. Gunakan sunscreen setiap hari

Pexels.com/Jep Gambardella Paparan sinar ultraviolet dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin yang berperan dalam menjaga elastisitas kulit. Karena itu, perlindungan dari sinar matahari menjadi salah satu langkah penting untuk memperlambat munculnya tanda penuaan, termasuk smile line.
Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap hari. Jika beraktivitas di luar ruangan, berkeringat, atau berenang, aplikasikan kembali sesuai kebutuhan.
Langkah ini memang tidak akan menghapus garis yang sudah terbentuk, tetapi membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV yang dapat membuat tanda penuaan semakin terlihat.
2. Pertimbangkan retinoid dalam rutinitas skincare

Pexels.com/Antoni Shkraba Retinoid merupakan turunan vitamin A yang dapat membantu merangsang produksi kolagen. Penggunaan retinoid secara rutin dapat membantu memperbaiki tampilan kulit dan membuat tanda penuaan tertentu terlihat lebih samar seiring waktu.
Namun, jangan terburu-buru menggunakan konsentrasi tinggi. Retinoid dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi, terutama pada orang yang baru mulai menggunakannya.
Jika memiliki kondisi kulit tertentu atau sedang menggunakan produk perawatan lain, konsultasikan penggunaannya dengan dokter kulit.
3. Jaga kelembapan kulit

Pexels.com/Yan Krukau Menjaga kulit tetap terhidrasi tidak membuat smile line menghilang, tetapi dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk mempertahankan kondisi kulit.
Gunakan pembersih yang lembut dan pelembap secara rutin. Pilih produk sesuai jenis dan kebutuhan kulit agar tidak menimbulkan iritasi.
Hindari produk yang membuat kulit terasa perih atau terbakar, kecuali memang digunakan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan. Kulit yang terus-menerus mengalami iritasi justru dapat terlihat lebih kering dan menonjolkan garis wajah.
4. Coba senam wajah, tetapi jangan berharap hasil permanen

Pexels.com/MART PRODUCTION Ada senam wajah sederhana yang dapat dilakukan untuk area sekitar mulut. Salah satunya dengan menarik sudut mulut ke arah belakang sambil mempertahankan posisi bibir, kemudian menahannya selama sekitar 10 detik sebelum dilepaskan. Gerakan ini dapat diulang 10 hingga 25 kali.
Namun, senam wajah bukan cara yang terbukti dapat menghapus smile line secara permanen. Perubahan bentuk wajah dan munculnya nasolabial folds merupakan bagian alami dari proses penuaan.
Jadi, jika ingin mencobanya, anggap senam wajah sebagai tambahan dalam rutinitas, bukan solusi utama untuk menghilangkan garis tersebut.
5. Pertimbangkan treatment untuk mengencangkan kulit

Pexels.com/Anna Shvets Jika garis wajah mulai terlihat lebih dalam karena kulit kehilangan kekencangannya, prosedur skin tightening dapat menjadi salah satu pilihan. Beberapa teknologi menggunakan laser, ultrasound, atau radio wave untuk membantu merangsang produksi kolagen dan mengencangkan kulit.
Jenis treatment yang digunakan tidak bisa disamaratakan. Dokter perlu melihat kondisi kulit dan penyebab munculnya nasolabial fold sebelum menentukan prosedur yang sesuai.
Karena itu, sebaiknya jangan memilih treatment hanya berdasarkan tren atau hasil sebelum-sesudah yang terlihat di media sosial.
6. Dermal filler dapat membantu mengisi lipatan

Pexels.com/Anna Shvets Untuk smile line yang lebih terlihat, dermal filler menjadi salah satu pilihan prosedur yang dapat dipertimbangkan. Filler bekerja dengan menambahkan volume pada area tertentu sehingga lipatan terlihat lebih samar. Beberapa bahan yang digunakan antara lain hyaluronic acid, polylactic acid, calcium hydroxylapatite, dan PMMA.
Studi yang diterbitkan pada 2025 juga menunjukkan bahwa pendekatan terhadap nasolabial fold dapat mempertimbangkan lebih dari sekadar bagian lipatan. Penelitian tersebut menggunakan filler berbasis hyaluronic acid dengan pendekatan langsung maupun tidak langsung pada area seperti lipatan dan pipi pada pasien Tiongkok.
Namun, studi tersebut merupakan seri kasus dengan jumlah peserta yang terbatas, tanpa kelompok kontrol, dan periode tindak lanjut yang relatif singkat. Hasilnya karena itu tidak bisa dianggap sebagai jaminan bahwa metode yang sama akan memberikan hasil identik pada setiap orang.
7. Konsultasikan pilihan treatment dengan dokter

Pexels.com/MART PRODUCTION Kalau smile line sudah cukup dalam dan membuatmu ingin melakukan treatment, konsultasi dengan dokter kulit atau dokter bedah kosmetik dapat membantu menentukan pilihan yang sesuai.
Hal ini penting karena penyebab nasolabial fold bisa berbeda pada setiap orang. Perubahan kulit, distribusi jaringan lemak, berkurangnya dukungan tulang, aktivitas otot, maupun kombinasi beberapa faktor dapat berperan dalam terbentuknya lipatan tersebut.
Selain filler dan skin tightening, pilihan medis lainnya dapat mencakup botulinum toxin atau prosedur operasi seperti cheek lift dan facelift, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien.
Pada akhirnya, tidak ada satu cara menghilangkan smile line yang benar-benar permanen. Garis tersebut merupakan bagian alami dari perubahan wajah seiring waktu. Perawatan kulit dan prosedur estetika lebih ditujukan untuk menjaga kondisi kulit atau mengurangi tampilan lipatan sesuai kebutuhan masing-masing.






















