- Usia
Bertambahnya usia menjadi salah satu faktor risiko paling kuat untuk kanker payudara. Makin bertambahnya usia seseorang, maka kemungkinan untuk mengalami kanker payudara akan meningkat. Ganesha Medicina Journal menambahkan sebagian besar kanker payudara yang didiagnosis ialah setelah menopause (usia 40-50 tahun). - Riwayat keluarga
Seseorang yang memiliki anggota keluarga dekat dengan riwayat kanker payudara disebut-sebut berisiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. - Mutasi genetik
WHO menyebut mutasi gen tertentu yang diwariskan dengan penetrasi tinggi berisiko meningkatkan terjadinya kanker payudara. Umumnya, yang paling dominan adalah mutasi pada gen BRCA1, BRCA2, dan PALB-2. Mutasi tadi menyebabkan sel dapat berkembang biak secara terus-menerus tanpa terkendali sehingga menimbulkan kanker payudara. - Riwayat pribadi
Perempuan yang pernah mengalami kanker payudara pada salah satu payudara memiliki risiko lebih besar untuk terkena kanker pada payudara lainnya. - Faktor hormonal
Menstruasi yang dimulai pada usia dini, menopause yang terjadi lebih lambat, atau pun penggunaan terapi pengganti hormon setelah menopause dapat memengaruhi risiko kanker payudara. - Gaya hidup
Gaya hidup menjadi faktor yang tak bisa dilepaskan dengan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker payudara. Salah satu kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko ialah sedentary lifestyle atau gaya hidup kurang aktif, seperti terlalu banyak duduk dan jarang berolahraga.
Selain itu, konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Alkohol bisa mengganggu proses pengolahan hormon estrogen di hati, sedangkan asap rokok mengandung zat karsinogenik yang bisa memicu pertumbuhan sel payudara secara tidak normal.
Kanker Payudara: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Kanker payudara terjadi ketika sel ganas di jaringan payudara tumbuh tak terkendali, umumnya bermula di saluran susu atau lobulus dan dapat membentuk tumor.
Risikonya meningkat karena usia, riwayat keluarga atau mutasi gen, riwayat pribadi, faktor hormonal, kurang aktivitas, konsumsi alkohol, serta kebiasaan merokok.
Waspadai benjolan, perubahan bentuk atau kulit payudara, serta cairan abnormal dari puting; lakukan SADARI, pemeriksaan medis, mamografi, dan terapkan gaya hidup sehat.
Bulan Oktober diperingati sebagai Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara sebagai momen untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyakit ini. Pasalnya, masih banyak yang belum mengetahui apa itu kanker payudara sebenarnya.
Kanker payudara adalah penyakit yang terjadi saat sel-sel abnormal di jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali. Sering dialami oleh kaum perempuan, yuk cari tahu penyebab, gejala, dan cara mencegah kanker payudara di bawah ini!
Table of Content
1. Apa itu kanker payudara?

pexels.com/Michelle Leman Kanker payudara adalah jenis kanker yang terjadi ketika sel-sel ganas tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker ini biasanya dimulai di saluran susu atau lobulus (kelenjar penghasil air susu).
Sel-sel tadi kemudian dapat berkembang membentuk tumor yang akan teraba melalui pemeriksaan fisik maupun terdeteksi lewat pemeriksaan mamografi. Meskipun lebih sering dialami oleh perempuan, kanker payudara juga dapat menyerang laki-laki, meskipun kasusnya jarang terjadi.
2. Penyebab kanker payudara
Setelah mengetahui definisi dari kanker payudara, kamu juga perlu apa saja yang melatarbelakangi munculnya penyakit ini. Hingga hari ini, penyebab kanker payudara belum diketahui dengan pasti. Namun menurut Kemenkes, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker payudara, di antaranya:
3. Gejala kanker payudara

pexels.com/Antonius Ferret Merujuk World Health Organization (WHO), kanker payudara bisa menimbulkan berbagai gejala, terutama ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Adapun beberapa tanda yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Muncul benjolan atau area yang terasa lebih tebal di payudara, sering kali tidak disertai rasa nyeri.
- Ukuran, bentuk, atau tampilan payudara mengalami perubahan yang tidak biasa.
- Kulit payudara tampak lesung pipit, kemerahan, berlekuk, atau mengalami perubahan lainnya.
- Perubahan pada penampilan puting atau kulit di sekitar puting (areola).
- Keluar cairan abnormal, termasuk cairan bercampur darah dari puting payudara.
Jika menemukan benjolan atau perubahan yang tidak biasa pada payudara, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, meskipun benjolan tersebut tidak terasa sakit, ya.
Meskipun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, benjolan payudara yang bersifat kanker kemungkinan besar lebih berhasil diobati jika ukurannya masih kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
Pasalnya, kanker payudara juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menimbulkan gejala tambahan. Salah satu area yang paling sering menjadi lokasi penyebaran awal adalah kelenjar getah bening di bawah lengan. Meski demikian, kelenjar getah bening tersebut terkadang tidak dapat diraba.
Nantinya, seiring waktu, sel kanker akan menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, otak, dan tulang. Jika hal ini terjadi, penderitanya bisa mengalami gejala baru, misalnya nyeri tulang atau sakit kepala.
4. Pencegahan kanker payudara
Berikut sejumlah tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah munculnya kanker payudara:
- Pemeriksaan rutin dan deteksi dini
Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), menjalani pemeriksaan payudara oleh tenaga medis, dan mamografi berkala untuk membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini. - Terapkan gaya hidup sehat
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, menghindari rokok, dan membatasi konsumsi alkohol bisa menurunkan risiko kanker payudara, lho.
Dari penjelasan di atas, kamu bisa menyimpulkan bahwa kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel abnormal di payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor.
Jika tidak ditangani, tumor bisa menyebar ke seluruh tubuh dan berakibat fatal. Yuk, manfaatkan Breast Cancer Awareness Month ini untuk lebih peduli pada kesehatan payudara dan jangan lupa lakukan deteksi dini, ya!
- Pemeriksaan rutin dan deteksi dini






















