Review Film 'Jangan Buang Ibu', Sajikan Cerita Keluarga Penuh Haru!

- Film 'Jangan Buang Ibu' mengisahkan perjuangan Ristiana, ibu tunggal yang berusaha menjaga keharmonisan tiga anaknya di tengah konflik dan perubahan hubungan keluarga.
- Cerita dibangun dengan ritme tenang dan realistis, menyoroti masalah sehari-hari seperti kesibukan dan komunikasi renggang yang perlahan menciptakan jarak antaranggota keluarga.
- Aktor tampil kuat dengan emosi tulus, visual sederhana namun intim, serta keseimbangan antara drama haru dan momen ringan yang membuat film terasa hangat dan menyentuh.
Film keluarga memang selalu punya tempat tersendiri di hati penonton. Kali ini, Leo Pictures menghadirkan Jangan Buang Ibu, sebuah film yang menyoroti perjuangan seorang ibu sekaligus hubungan antaranggota keluarga yang mulai berubah seiring berjalannya waktu.
Popbela pun berkesempatan menyaksikan film ini lebih dulu dalam acara Press Screening dan Press Conference yang digelar di XXI Plaza Indonesia pada 11 Juni 2026 lalu.
Tayang serentak pada 25 Juni 2026, berikut review film Jangan Buang Ibu dari Popbela yang bisa jadi gambaran buat kamu yang penasaran dengan film ini. Simak, yuk!
Sinopsis 'Jangan Buang Ibu' (2026)
Film Jangan Buang Ibu berpusat pada kisah Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal yang harus membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah ditinggal sang suami. Meski hidup dalam keterbatasan dan harus bekerja keras setiap hari, Ristiana selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, yakni Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori).
Di tengah berbagai masalah yang datang silih berganti, hubungan keluarga yang dulu begitu hangat perlahan mulai berubah. Setiap anak memiliki kesibukan dan persoalannya masing-masing, sementara Ristiana hanya ingin melihat anak-anaknya hidup rukun dan saling menjaga satu sama lain.
Namun, berbagai konflik dan luka lama yang belum selesai justru membuat mereka harus menghadapi kenyataan yang tidak mudah. Mampukah Tama, Dewi, dan Tria membalas seluruh pengorbanan sang ibu sebelum semuanya terlambat?
| Producer | Agung Saputra, Luna Maya, Yasmin Napper |
| Writer | Widya Arifianti, Wahyu Derapriyangga |
| Age Rating | Remaja (R-13) |
| Genre | Family Drama |
| Duration | 119 Minutes Minutes |
| Release Date | 25 Juni |
| Theme | Based on novel or book, Family, Love, sacrifice |
| Production House | Leo Pictures |
| Where to Watch | CGV, XXI, Cinepolis |
| Cast | Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Nunung, Dwi Sason, Fadly Faisal |
Trailer Jangan Buang Ibu (2026)
'Jangan Buang Ibu' (2026) Still Images
Sebagai film drama keluarga, Jangan Buang Ibu berhasil menghadirkan cerita yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Konflik yang ditampilkan mungkin tidak terdengar besar, tetapi justru hal-hal sederhana seperti kesibukan, perbedaan sudut pandang, hingga komunikasi yang mulai renggang menjadi sumber masalah dalam keluarga ini. Karena terasa realistis, penonton jadi lebih mudah terhubung dengan kisah yang disajikan.
Hal yang paling menarik menurut Popbela adalah cara film ini membangun emosinya secara perlahan. Film tidak langsung membawa penonton pada adegan yang terlalu menguras air mata sejak awal. Sebaliknya, cerita dibuat mengalir dengan ritme yang cukup tenang sehingga setiap karakter mendapat ruang untuk berkembang.
Dari segi alur, film ini termasuk mudah diikuti. Pergantian adegan berlangsung cukup halus dan tidak membuat penonton kehilangan fokus. Beberapa momen yang awalnya terlihat sederhana ternyata memiliki keterkaitan dengan konflik yang muncul di bagian berikutnya. Tempo yang cenderung santai juga membuat penonton bisa lebih menikmati perjalanan setiap karakter tanpa merasa terburu-buru.
Kekuatan terbesar film ini ada pada penampilan para pemainnya. Nirina Zubir sukses membawakan sosok ibu yang penuh kasih sayang, tetapi di saat yang sama juga menyimpan banyak kelelahan dan kesedihan. Emosi yang ditampilkan terasa tulus sehingga beberapa adegan mampu membuat penonton ikut larut dalam perasaannya. Chemistry yang terbangun antara para pemain juga membuat dinamika keluarga mereka terlihat meyakinkan.
Selain dipenuhi adegan mengharukan, film ini ternyata masih menyisipkan beberapa momen ringan yang membuat suasana menjadi lebih hangat. Humor yang muncul tidak berlebihan dan justru membuat film terasa lebih hidup. Keseimbangan antara drama dan momen ringan tersebut membuat cerita tidak terasa terlalu berat untuk diikuti hingga akhir.
Secara visual, film garapan Hadrah Daeng Ratu ini juga terlihat nyaman dipandang. Pengambilan gambar yang sederhana justru membuat cerita terasa lebih intim dan dekat dengan penonton. Musik latar yang digunakan pun tidak terlalu mendominasi, tetapi cukup membantu membangun suasana emosional di beberapa adegan penting. Kombinasi tersebut membuat pengalaman menonton terasa semakin menyentuh.
Secara keseluruhan, Jangan Buang Ibu adalah film yang mengingatkan bahwa hubungan keluarga sering kali diuji bukan oleh masalah besar, melainkan oleh hal-hal kecil yang tanpa sadar menciptakan jarak. Bukan hanya menghadirkan kisah yang mengharukan, film ini juga menyelipkan banyak pesan tentang kasih sayang, komunikasi, dan pentingnya menghargai kehadiran orang-orang terdekat sebelum semuanya terlambat.
Siapkan tisu, karena film ini punya banyak momen yang mungkin akan membuatmu teringat pada keluarga di rumah.





















