Healing Sambil Memeluk Diri di POP MART CRYBABY SINGAPORE OCEANARIUM

- POPBELA mengunjungi Singapore Oceanarium untuk melihat instalasi POP MART CRYBABY Cry Me an Ocean yang menghadirkan pengalaman healing dan refleksi diri lewat karakter bertema kehidupan laut.
- Setiap zona menampilkan pesan emosional tentang menerima tangisan, mencintai diri sendiri, menjaga batasan pribadi, serta pentingnya melindungi laut dan makhluk hidup di dalamnya.
- Instalasi berlangsung di Singapore Oceanarium, Resorts World Sentosa hingga 30 Agustus 2026 dengan tiket seharga S$43–S$55, mengajak pengunjung merasakan perjalanan emosional dan kesadaran lingkungan.
CRYBABY mungkin terlihat menggemaskan, tapi ternyata mereka nggak sekedar lucu saja, nih, Bela. Dalam trip ke Singapore Oceanarium yang terletak di Resorts World Sentosa, Singapura untuk menjelajahi kehidupan laut sekaligus melihat activation POP MART CRYBABY Cry Me an Ocean, POPBELA jadi merasakan healing sekaligus dapat self reminder dari setiap zona yang dikunjungi.
Pertama, POPBELA jadi semakin sadar bahwa ada kehidupan lain yang berdampingan dengan kita di alam ini. Ada kehidupan bawah laut yang mengagumkan dengan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Semua orang punya tanggung jawab untuk sama-sama menjaga kehidupan tersebut.
Di sisi lain, setiap karakter CRYBABY Cry Me an Ocean yang hadir di berbagai spot oceanarium merefleksikan perilaku para makhluk laut dengan pesannya masing-masing yang bikin mellow dan memicu untuk refleksi diri.
Ini beberapa self-reminder yang POPBELA dapatkan selama trip tersebut.
Table of Content
1. Merangkul dan menerima tangisan itu sendiri

Sebelum masuk ke dunia bawah laut, POPBELA berkenalan dulu dengan CRYBABY. Seri figur populer dari POP MART ini mencerminkan perasaan terdalam yang kita semua alami. Melalui karakter ini, orang-orang diingatkan bahwa tawa bukanlah satu-satunya cara untuk merasa lebih baik. Air mata pun bisa menyembuhkan, terutama saat tawa saja tak cukup untuk membantumu melewati masa sulit.
Setiap orang pasti pernah menangis, dan tidak selalu karena kesedihan. Setiap desain CRYBABY termasuk seri Cry Me an Ocean yang jadi highlight dari activation kali ini memiliki kisahnya sendiri, alasannya sendiri untuk meneteskan air mata. POPBELA pun ikut diingatkan kalau menangis itu bukan bagian dari kelemahan, justru proses melepaskan emosi untuk lebih kuat lagi ke depannya.
2. Menjaga laut dan kehidupan di dalamnya

Masuk ke dalam oceanarium, keindahan alami hewan-hewan laut langsung mempesona para pengunjung yang datang, termasuk POPBELA sendiri. Mulai dari ubur-ubur yang beragam jenis dengan warna-warna yang indah, terumbu karang yang unik, bintang laut yang menempel di dinding, ikan warna-warni dari ukuran kecil hingga besar, ikan pari yang melayang di oceanarium, para hiu yang berenang di atas pengunjung, sampai beberapa makhluk lainnya dengan warna eksentrik.
Di samping itu, ada A New Horizon yang terdiri dari sebuah ruang berisi ilusi anamorfik imersif dan lorong harapan. Spot satu ini menceritakan bagaimana perubahan iklim bisa mengubah semua kehidupan, baik di atas permukaan tanah maupun di laut dalam, contohnya, terumbu karang yang kehilangan warnanya. Ini jadi pengingat untuk melindungi semuanya sebelum terlambat.
Kebiasaan kecil seperti nggak membuang sampah sembarangan, khususnya di laut dan sungai, bisa membantu menjaga masa depan lautan tetap pada keindahannya. Kamu juga bisa ikut berkolaborasi dengan melakukan upaya konservasi yang digaungkan oleh komunitas maupun pemerintah.
3. Pesan emosional dari Cry Me an Ocean

Seri CRYBABY Cry Me an Ocean punya banyak karakter dari para hewan laut yang di dalamnya terdapat pesan emosional. Seri ini menyampaikan pesan tentang di lautan yang dipenuhi beban emosional, tetaplah setia pada diri sendiri dan jangan biarkan orang lain mendefinisikan dirimu.
Laut di sini menggambarkan hidup yang kadang terasa berat, penuh tekanan, ekspektasi, rasa sedih, kecewa, atau kebingungan. Sama seperti ombak yang naik turun, emosi manusia juga nggak selalu stabil.
Di tengah semua kekacauan itu, kamu tetap perlu mengenali siapa dirimu sebenarnya, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu mau, dan apa yang kamu percaya. Jangan sampai tekanan dari luar membuatmu kehilangan arah.
Nilai dirimu juga nggak seharusnya ditentukan oleh penilaian orang lain. Kadang orang memberi label, seperti terlalu sensitif, terlalu lemah, terlalu berbeda. Melalui setiap karakter hewan laut di Cry Me an Ocean, kamu diingatkan bahwa menangis, merasa rapuh, atau tenggelam dalam emosi bukan berarti kamu kehilangan kekuatan. Tetap pegang kendali atas identitas dirimu, meski sedang berada di fase hidup yang terasa “menenggelamkan”.
4. Memeluk diri dan menemukan cahaya di tengah kegelapan

Saat menginjakkan kaki di Resort World Sentosa, POPBELA disambut dengan instalasi karakter CRYBABY Anglerfish dan Pufferfish yang besar. Masuk ke dalam, ada lebih banyak instalasi CRYBABY lain yang juga menggemaskan. Namun, lebih dari sekadar lucu untuk foto-foto, kehadiran mereka juga membawa self-reminder buat para pengunjung yang hadir.
Pertama, ada pengingat untuk tetap mencintai diri sendiri dan memperlakukannya dengan baik. CRYBABY Anglerfish, misalnya, yang menjadi pengingat bahwa sekadar bertahan saja tidak cukup. Kamu harus bisa menjadi cahaya bagi diri kita sendiri saat dunia terasa gelap gulita.
Sementara Pufferfish, mengajarkan pentingnya boundaries (batasan). Duri yang kamu miliki bukan untuk melukai orang lain, melainkan sebuah pelindung demi menjaga kedamaian kesehatan mental.
Saat memasuki area Drop of Water, kamu akan menemukan CRYBABY Manta Ray yang mengajak untuk menutup telinga dari penghakiman dan suara bising orang luar. Karakter ini mengingatkan untuk membuka lengan, memeluk diri sendiri yang sedang menangis, dan kembali mendengarkan detak jantung serta pikiran jujur diri sendiri.
Berlanjut ke area Shark Seas, instalasi CRYBABY The Whale menyambut kamu dengan sebuah refleksi tentang kelelahan. Menyeret jangkar beban hidup, seperti trauma, ekspektasi orang, tekanan, atau luka, memang melelahkan dan membuat langkahmu semakin berat. Karakter ini mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk sesekali menyerah pada pelukan samudra, membiarkan ombak menyapu bersih rasa lelah dan khawatirmu.
Maksudnya, bukan berarti benar-benar menyerah, melainkan melawan rasa lelah itu sendiri dengan melepaskan emosimu, menerimanya, menangislah, lalu beristirahat dan membiarkan waktu yang membantu menyembuhkannya. Nggak semua beban harus terus kamu genggam. Kadang, proses healing itu ketika berani untuk melepaskan, bukan terus bertahan.
5. Menghadapi badai dan berenang bersama di tengah samudra

Berjalan masuk lebih jauh di oceanarium, instalasi CRYBABY lainnya memberikan pesan bahwa dalam menjalani kehidupan ada orang lain yang berjalan berdampingan dengan kamu. Mereka bisa jadi tantangan, tapi juga bisa jadi teman perjalanan yang membawa kelegaan.
Di instalasi CRYBABY The Whale Shark, pengunjung diingatkan tentang indahnya persahabatan. Saling bergantung pada satu sama lain mungkin awalnya terasa berat. Kedekatan itu mungkin penuh dengan tuntutan, ekspektasi atau luka, sampai rasanya memikul beban satu sama lain. Tapi, seiring berjalannya waktu, apa yang dulu rasanya berat jadi lebih menenangkan dan nyaman.
Kalian jadi mulai terbiasa dengan satu sama lain, memahami kekurangan dan menerima ‘beban’ itu bisa dibawa bersama. Berjalan bersama membuat apa pun yang dibawa jadi nggak terlalu berat, karena bisa saling menguatkan. Hubungan yang sehat bukan berarti tanpa beban, tapi rasa nyaman untuk menanggungnya bareng-bareng.
Nah, kalau CRYBABY The Shark merepresentasikan sisi pemberontak dalam diri dengan berani. Bukan berarti jadi jahat atau nakal, justru karakter ini memotivasi untuk menaklukkan gelombang emosimu, menghempas energi negatif atau orang dan hal-hal toxic tanpa rasa takut. Kalau ada sesuatu yang mengganggu, hadapi dan "gigit" langsung saja.
Di tengah oceanarium, kamu akan menemukan spot The Gathering Tide yang berisi 12 karakter CRYBABY Cry Me an Ocean. Kamu bisa berfoto di sini sekaligus refleksi. Lewat lorong imersif ini, kamu disadarkan bahwa apa pun bentuk kesedihanmu, kamu tidak sendirian. Semua orang di dunia ini sedang berenang beriringan melewati ombaknya masing-masing.
Terakhir, di area Open Ocean, CRYBABY The Jellyfish, menyoroti pentingnya sebuah pelampiasan dan didengarkan. Karakter CRYBABY The Jellyfish yang menangis ditemani burung camar mengingatkan bahwa mencurahkan kesedihan kepada seseorang atau sesuatu bisa mengubah hari yang berat menjadi jauh lebih ringan.
Belum terlambat nih, Bela, kalau kamu ingin merasakan langsung momen healing ini bersama orang terkasihmu. Aktivasi POP MART CRYBABY Cry Me an Ocean masih hadir di Singapore Oceanarium, Resorts World Sentosa pada 24 Juni – 30 Agustus 2026 ini. Harga tiketnya mulai dari S$43 - S$55 atau sekitar Rp599 ribu -Rp766 ribu.





















