Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Keluarga Laufey yang Punya Saudara Kembar, Akan ke Jakarta!

6 Fakta Keluarga Laufey yang Punya Saudara Kembar, Akan ke Jakarta!
instagram.com/laufey
Intinya Sih
  • Laufey, penyanyi jazz Gen-Z berdarah Islandia-Tiongkok, akan menggelar konser di Jakarta pada 23 Mei 2026 sebagai bagian dari tur dunia “A Matter of Time Tour”.
  • Lahir di keluarga musisi, Laufey mendapat pengaruh besar dari ibunya yang pemain biola profesional dan kakek-neneknya yang juga profesor musik di Tiongkok.
  • Laufey memiliki saudara kembar bernama Junia yang berperan sebagai direktur kreatifnya; keduanya kompak dalam karya hingga menciptakan estetika khas “Laufey Core”.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pelantun "From the Start", Laufey, resmi mengabarkan akan konser di Jakarta tepatnya NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, pada 23 Mei 2026 mendatang. Kedatangannya ini merupakan bagian dari tur dunianya yang bertajuk A Matter of Time Tour. Laufey sendiri dikenal sebagai pelopor Jazz Gen-Z dengan genre modern-klasik. Bakat seninya itu menurun dari sang ibu yang merupakan pemain biola profesional yang ahli memainkan musik klasik.

Bahkan, keluarga ibunya juga musisi profesional yang berbasis di Tiongkok. Punya kembaran, Laufey dan saudaranya, Junia, suka kerja bareng. Mereka juga kompak banget, bahkan yang menciptakan 'Laufey Core' adalah Junia. Yuk, kenalan lebih jauh dengan Laufey dari fakta keluarganya berikut ini. 

1. Keturunan Islandia-Tiongkok

Laufey dan keluarga
instagram.com/weiweiviolin

Laufey Lín Bing Jónsdóttir lahir pada 23 April 1999 di Reykjavík, Islandia. Laufey lahir dari pasangan Lin Wei dan Jón Sigurgeirsson. Ayahnya merupakan orang Islandia, sementara ibunya berasal dari Guangzhou, Tiongkok. Laufey dan keluarganya pernah tinggal di Washington, D.C., selama dua tahun dan kembali ke kampung halaman di Reykjavík pada tahun 2008. 

Penyanyi tersebut menghabiskan masa kecilnya dengan berpindah-pindah antara Reykjavík, Washington, D.C., dan tak jarang mengunjungi Beijing. Hal ini diakuinya membuat dirinya kehilangan rasa memiliki. 

“Tumbuh besar di begitu banyak tempat yang berbeda, membuat jadi kehilangan rasa memiliki. Aku adalah orang Tionghoa dan Islandia, tapi juga seorang gadis Amerika. Campuran semua hal yang berbeda itu membuatku tidak pernah merasa benar-benar menjadi bagian dari tempat mana pun,” katanya dalam wawancara bersama Vogue Singapore.

2. Lahir dan tumbuh di keluarga musik

Laufey dan keluarga
instagram.com/weiweiviolin

Jadi pelopor Jazz Gen–Z, Laufey sendiri lahir dan tumbuh di keluarga musik. Hal inilah yang membuatnya jatuh cinta pada seni tersebut dan berkarier di sana. Orang tuanya membawa pengaruh besar untuk karier Laufey. Ayahnya berprofesi sebagai eksekutif keuangan, tapi ia sangat suka musik jazz. Menurut pernyataan Laufey, ayahnya suka memainkan musik jazz di rumah yang membuatnya juga jadi ikut tertarik.

“Aku ingat ayahku sering memutar musik jazz di rumah,” katanya. 

“Suaraku rendah, jadi ketika aku mulai bernyanyi, jazz terasa cocok,” ungkapnya lagi.

Di sisi lain, ibunya adalah seorang pemain biola klasik yang menempuh pendidikan di Konservatorium Musik Pusat di Tiongkok. Ia pernah menjadi anggota Orkestra Simfoni Islandia sejak tahun 1988. Hingga sekarang, ibunya masih terus aktif di bidang tersebut.

“Ibuku telah menjadi anggota orkestra selama hampir 30 tahun dan dia masih berlatih setiap hari untuk setiap konser. Ini bukan sesuatu yang bisa kamu tinggalkan setelah dewasa,” ceritanya.

3. Suka kunjungi kakek nenek ke Tiongkok

Laufey dan keluarga
instagram.com/weiweiviolin

Punya ibu perantau, tak jarang Laufey menghabiskan masa liburannya dengan mengunjungi kampung halaman sang ibu. Ia pergi ke Beijing setiap musim panas untuk bertemu dengan kakek dan neneknya. Kakek-nenek Laufey sendiri adalah profesor musik. Kakeknya adalah guru biola di Konservatorium Musik Pusat Tiongkok. Ia sangat senang dan bersyukur karena punya privilege untuk tahu banyak budaya dan punya wawasan yang luas.

“Kami pergi ke Beijing setiap musim panas,” katanya. 

“Kakek nenekku adalah musisi klasik dan mereka mengajar di banyak kota berbeda, jadi kami sering berkeliling Tiongkok,” ujar Laufey.

“Aku sangat bersyukur orang tuaku bisa memberikan pengalaman itu saat aku tumbuh besar. Itu adalah keberuntungan besar bisa terhubung dengan budaya seperti itu,” ungkapnya.  

4. Tumbuh dengan didikan Asia

Laufey dan keluarga
instagram.com/weiweiviolin

Penyanyi bernama Tiongkok Lín Bīng ini juga tak lolos dari pola asuh asian mom. Berbeda dengan gaya asuh Islandia yang cenderung lebih santai, Laufey tumbuh dengan gaya asuh Tiongkok yang lebih tradisional dan ketat. Meski jadi kelebihan saat tumbuh dewasa, ia juga bercerita kalau dirinya sempat merasa beda dengan teman-temannya yang bisa main bebas, sementara dirinya harus ikut les.

“Orang Islandia sangat santai. Anak-anak bebas bermain sejak usia dini; mereka mulai membuat keputusan sendiri sejak usia muda. Aku dibesarkan dengan gaya pengasuhan Tionghoa yang lebih tradisional. Orang tuaku, terutama ibuku, sedikit lebih ketat dalam hal-hal seperti berlatih alat musik. Ya, itu ada kelebihannya dan aku bersyukur atas itu, tetapi aku merasa sangat berbeda dari teman-temanku. Setelah sekolah, banyak dari mereka pergi bermain bersama teman-teman yang lain, tetapi aku pergi ke les selo atau piano,” kenangnya.

5. Punya kembaran

Laufey dan Junia
instagram.com/laufey, weiweiviolin

Bukan anak tunggal, Laufey justru punya kembaran perempuan yang bernama Júnía Lín Hua Jónsdóttir. Laufey dan Junia sama-sama diajarkan musik oleh sang ibu dengan bahasa Mandarin sejak masih kecil. Saudara kembar ini saling mengandalkan satu sama lain dalam banyak hal, terutama saat menghadapi rasa tidak aman di masa kanak-kanak dan tentang cinta.

“Dia adalah seseorang yang selalu mengatakan kebenaran kepadaku, dan aku sangat menghargai itu,” kata Laufey tentang Junia.

Kembar identik, keduanya sangat serasi dan punya selera yang sama dalam hal penampilan dan estetika. Gaya busana mereka pun dijuluki oleh penggemar sebagai "Laufey Core”. Keduanya kin tinggal di tempat berbeda. Laufey di Los Angeles, sementara Junia di London. 

6. Sama-sama berkarier di dunia musik dengan kembarannya

Laufey dan Junia
instagram.com/laufey

Sama seperti kembarannya yang berkarier di dunia musik, Junia juga seorang pemain biola dan direktur kreatif Laufey. Sebagai direktur kreatif, ia terlibat langsung dalam segala hal, mulai dari visual dan konsep hingga penataan gaya. Ia juga yang membantu membentuk estetika "Laufey Core" yang khas dan viral. Beberapa waktu lalu, Junia terlibat sebagai sutradara untuk video musik Laufey, “Lover Girl”. 

Dua saudara ini juga pernah berkolaborasi di atas panggung dengan Junia memainkan biola dan Laufey dengan vokal alto-nya yang merdu membawakan lagu "Best Friend". Kerja bareng, mereka punya gaya kerjanya sendiri yang dideskripsikan sebagai cepat, jujur, dan produktif. Untuk mengatasi rasa kesepian, penyanyi 26 tahun itu selalu membawa saudaranya saat tur.

“Kami tidak bertele-tele dan tidak mudah tersinggung. Aku percaya padanya dan tidak berpikir bisa melakukan ini tanpa dia. Dia adalah kembaranku yang melakukan segala hal bersamaku kecuali bernyanyi. Kami sering dihentikan di jalan dengan frekuensi yang sama karena orang tidak tahu apakah itu aku atau dia,” katanya.

Sebagai saudara, Laufey dan Junia sangat kompak dan protektif. Mereka nggak akan membiarkan satu sama lain menikah dengan orang yang tidak baik. Namun, keduanya tetap menjaga batasan, seperti menghargai keputusan yang dibuat saudaranya. Kala itu, Junia menjalin asmara dengan seorang laki-laki yang sebenarnya tidak disukai oleh Laufey. Tapi, ia tetap menghargai keputusan sang kembaran sampai akhirnya Junia sadar sendiri bahwa pacarnya itu red flag.

"Kamu harus membiarkan orang yang kamu cintai mengalami berbagai hal sendiri," kata Junia.  

“Dia membiarkanku untuk melewati itu, dan aku akhirnya keluar dari sana dengan sebuah pengalaman,” kenang Junia. 

“Itu adalah hadiah berharga yang aku dapatkan dari Laufey, bukan dari perkataannya bahwa dia melihat red flag. Aku seperti menyadarinya sendiri,” lanjutnya.

Itulah fakta keluarga Laufey, ikon jazz Gen-Z yang segera menyapa penggemar di Jakarta.

FAQ seputar Laufey

Laufey blasteran apa?

Laufey blasteran Islandia dan Tionghoa. Ayahnya berasal dari Islandia, sementara ibunya dari Guangzhou, Tiongkok. Penyanyi tersebut mengaku tumbuh dalam didikan Asia dari sang ibu.

Berapa banyak saudara kandung Laufey?

Laufey memiliki satu saudara kembar identik bernama Júnía Lín Hua Jónsdóttir. Kembaran Laufey bekerja sebagai direktur kreatif untuknya.

Siapa orang tua Laufey?

Laufey adalah putri dari pasangan pasangan Lin Wei dan Jón. Ayahnya adalah seorang eksekutif keuanga, sementara ibunya adalah pemain biola klasik dan anggota Orkestra Simfoni Islandia sejak tahun 1988.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More