- Sampaikan kekhawatiranmu: Cobalah berkata jujur tentang perasaanmu tanpa menyerang mereka. Misalnya "aku merasa kalau aku selalu yang memulai duluan, aku ingin kita punya komunikasi yang lebih seimbang".
- Tetapkan batasan: Kalau komunikasi tadi tidak membawa perubahan, maka kamu mulailah menetapkan batasan. Artinya, minimalisir waktu bersama mereka.
- Perbaiki ekspektasimu: Terkadang, adakalanya kita harus menerima bahwa memang seperti itulah pertemanan. Jadi, anggaplah kalau ini sekadar pertemanan biasa.
- Menjaga jarak: Jika sudah menganggu energi emosional kamu, lebih baik jaga jarak sebagai hukuman atas persahabatan tersebut.
- Cobalah membangun persahabatan yang lain: Daripada stuck, lebih baik kamu mencoba mencari persahabatan lain yang lebih seimbang. Ini akan membantumu untuk tidak bergantung dengan mereka.
Apa Itu One Sided Friendship? Ini Tanda dan Cara Mengatasinya

One sided friendship adalah persahabatan ketika satu pihak konsisten memberi lebih banyak waktu, energi, dan dukungan emosional, sementara timbal balik dari temannya sangat minim.
Tandanya meliputi selalu memulai komunikasi, dihubungi hanya saat dibutuhkan, tidak mendapat dukungan saat sulit, percakapan berpusat pada teman, serta merasa lelah emosional setelah bersama.
Cara mengatasinya adalah menyampaikan perasaan dengan jujur, menetapkan batasan, menyesuaikan ekspektasi, menjaga jarak bila mengganggu energi emosional, dan membangun pertemanan yang lebih seimbang.
Ketika kamu menyadari bahwa kamu selalu yang berinisiatif dan selalu berusaha keras, mungkin kamu sedang mengalami one sided friendship. Persahabatan seperti ini membuat kamu lelah, tidak dihargai, dan tidak diapresiasi sebagai seorang teman.
Hubungan sepihak bisa terjadi pada siapa saja. Entah itu teman lama yang secara bertahap menjauh, atau teman baru yang energinya tidak sesuai denganmu. Intinya, persahabatan yang tidak seimbang dapat berdampak buruk untuk kesehatan mental dan harga dirimu. Yuk pahami lebih dalam apa itu one sided friendship beserta tanda dan cara mengatasinya!
Table of Content
Apa itu one sided friendship?

ilustrasi teman toxic (Pexels) One sided friendship atau persahabatan sepihak adalah ketika satu orang secara konsisten mengeluarkan lebih banyak waktu, energi, dan upaya emosional ke dalam persahabatan, daripada orang lain.
Dalam persahabatan ini, biasanya jarang ada timbal balik. seperti kamu, yang selalu memulai rencana, menjadi tempat curhat, atau selalu bersedia saat dibuthkan. Namun, kamu hanya menerima sedikit atau bahkan tidak sama sekali.
Tanda one sided friendship

ilustrasi teman toxic (pexels.com/RODNAE Productions) 1. Kamu selalu inisiatif

ilustrasi teman toxic (pexels.com/Pavel Danilyuk) Tanda kamu terjebak one sided friendship adalah, kamu yang selalu menghubungi teman melalui pesan teks, menelpon, atau membuat rencana, yang pada akhirnya jadi ketidakseimbangan.
Seharusnya, dalam persahabatan yang sehat, kedua belah pihak saling berkontribusi.
2. Temanmu hanya menghubungi saat butuh

ilustrasi teman toxic (pexels.com/Kaboompics) One sided friendship terjadi ketika teman hanya menghubungimu untuk meminta bantuan, atau bahkan memanfaatkanmu untuk meluapkan emosinya. Kalau kamu sering merasakannya, artinya persahabatan kalian tidaklah sehat.
3. Mereka tidak pernah ada untukmu

ilustrasi teman toxic (freepik.com/freepik) Ketika kamu dalam situasi masa sulit dan membutuhkan dukungan, tapi mereka selalu saja punya alasan untuk tidak bisa "hadir". Ini bisa mencerminkan kurangnya kepedulian.
Mereka pasti berharap kalau kamu akan mengesampingkan segalanya saat mereka membutuhkan bantuan.
4. Percakapan yang tampaknya selalu tentang mereka

ilustrasi teman toxic (pexels.com/Yaroslav Shuraev) Apakah kamu pernah saat sedang berkumpul dengan teman, lalu percakapan itu seolah berpusat tentang mereka saja? Entah itu, prestasi, drama, atau kehidupan mereka sendiri.
Ini bisa menjadi tanda one sided friendship, apalagi saat kamu sedang membicarakan tentang diri sendiri, tapi mereka terlihat tidak tertarik bahkan mengalihkan pembicaraan.
5. Merasa lelah setelah menghabiskan waktu bersama

Wanita Lelah (Pexels) Persahabatan yang sehat seharusnya membuatmu merasa nyaman, didukung, dan bersemangat. Tapi, kalau kamu sering merasa lelah secara emosional, atau sedih setelah berinteraksi dengan mereka, ini bisa menjadi tanda bahaya.
Cara mengatasi one sided friendship

Ilustrasi pertemanan (Pexels.com/Alexander Suhorucov) Setelah kamu menyadari bahwa kamu terjebak dalam one sided friendship, kamu bisa mengatasinya dengan mengikutip tips sebagai berikut:
Itulah pembahasan tentang apa itu one sided friendship yang mesti kamu ketahui. Penting untuk dipahami bahwa persahatan seharusnya berjalan dua arah. Sama seperti hubungan lainnya, persahabatan juga membutuhkan usaha, respect, dan empati.





















