Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Sejarah Foto Pernikahan, Bermula di Era Ratu Victoria

Sejarah Foto Pernikahan, Bermula di Era Ratu Victoria
vogue.com/Ally Rabon
Intinya Sih
  • Tradisi foto pernikahan bermula di era Ratu Victoria abad ke-19, ketika potret formal di studio menjadi simbol status dan kenangan berharga bagi pasangan pengantin.
  • Perkembangan teknologi membuat fotografi pernikahan semakin mudah diakses, dari foto studio kaku hingga dokumentasi langsung di lokasi dengan gaya yang lebih natural dan emosional.
  • Memasuki era modern, foto pernikahan berevolusi menjadi ekspresi personal dengan konsep kreatif seperti pre-wedding cinematic dan candid, dipengaruhi tren media sosial serta kemajuan kamera digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fotografi dan videografi sudah salah satu hal wajib dalam pernikahan. Setiap momen dari pre-wedding sampai hari bahagia tiba didokumentasikan baik dalam bentuk foto maupun video. Hingga kini, dunia foto pernikahan sudah berkembang dengan pesat dan bermunculan tren-tren baru. Melihat ke belakang, foto pernikahan sendiri punya sejarah yang ini. 

Sejak abad ke-19 di era Ratu Victoria, ketika teknologi kamera mulai berkembang, pasangan pengantin berusaha mengabadikan momen spesial mereka melalui potret formal di studio. Meski sederhana, foto-foto ini menjadi simbol status sekaligus kenangan berharga yang diwariskan lintas generasi.

Yuk, simak sejarah dari foto pernikahan yang akhirnya berkembang hingga saat ini.

Table of Content

1. Berawal dari pernikahan Pangeran Albert dan Ratu Victoria

1. Berawal dari pernikahan Pangeran Albert dan Ratu Victoria

Sejarah foto pernikahan
en.manondouard.com

Bicara sejarah foto pernikahan tak lepas dari penemuan foto permanen pertama pada tahun 1826 oleh Joseph Nicephore Niepce. Mengutip dari berbagai website luar negeri, foto pernikahan pertama yang tercatat adalah foto Ratu Victoria dan Pangeran Albert dalam balutan busana pernikahan mereka, pada tahun 1854. Sebenarnya, foto tersebut bukanlah foto pernikahan sesungguhnya, karena  hanya reka ulang dengan kostum yang sama yang dilakukan hampir 15 tahun setelah pernikahan mereka yang berlangsung pada tahun 1840. 

2. Foto pernikahan di studio

Sejarah foto pernikahan
en.manondouard.com

Pada tahun 1850-an, ketika studio fotografi mulai bermunculan, memiliki foto masih dianggap sebagai sesuatu yang mewah. Biayanya mahal dan prosesnya tidak sesederhana sekarang, sehingga kebanyakan keluarga hanya menggunakan jasa fotografi untuk momen-momen yang benar-benar spesial, salah satunya pernikahan. Bahkan di masa itu, fotografi juga punya fungsi yang cukup unik, yakni beberapa orang tua memotret putri mereka yang belum menikah sebagai cara untuk memperkenalkan calon pasangan kepada laki-laki yang sedang mencari istri.

Di awal perkembangan fotografi, pasangan pengantin ternyata belum terbiasa berfoto tepat pada hari pernikahan mereka. Pada paruh pertama abad ke-19, orang lebih sering datang ke studio untuk berpose mengenakan pakaian terbaik mereka sebelum (pre-wedding) atau setelah acara berlangsung. Menyewa fotografer khusus untuk meliput pernikahan pun belum menjadi kebiasaan umum. Baru sekitar tahun 1860-an, tren ini mulai berubah. 

Semakin banyak pasangan yang ingin menyimpan kenangan dari momen paling penting dalam hidup mereka, sehingga jasa fotografer pernikahan profesional mulai diminati. Namun, pekerjaan itu cukup berat karena peralatan fotografi pada awalnya sangat berat dan terdiri dari banyak bagian. Itulah sebabnya foto-foto pernikahan pada masa itu sebagian besar diambil di studio.

Oleh karena itu, foto-foto pernikahan di awal kemunculannya memiliki gaya yang sangat khas, pakaian formal, tatapan ke arah lensa, pose kaku. Pada masa itu, fotografi pernikahan memiliki peran sosial. Hal ini lebih berkaitan dengan membuktikan status sosial pasangan atau keluarga yang berpose dibanding menyampaikan emosi atau menggambarkan momen tertentu. 

3. Jasa fotografer untuk detail pernikahan

Sejarah foto pernikahan
thegraphicsfairy.com

Seiring berjalannya tahun, kemajuan teknologi membuat foto pernikahan menjadi lebih mudah dijangkau dan turut berkembang. Karena semakin lebih mudah diakses, banyak orang dapat mengambil foto pernikahan mereka. Namun, menyewa fotografer untuk datang ke lokasi pernikahan masih sangat mahal saat itu, sehingga kebanyakan orang lebih memilih pergi ke studio untuk foto pernikahan resmi. 

Meskipun begitu, ada beberapa keluarga kaya yang  mampu membawa fotografer ke rumah. Pada tahun 1880-an, peralatan fotografi menjadi lebih ringan, sehingga fotografer pernikahan dapat mengikuti pasangan pengantin dan para tamu, bahkan memotret hadiah-hadiah pernikahan.

4. Era usai perang dengan gaya dokumenter

Sejarah foto pernikahan
businessinsider.com

Setelah Perang Dunia II, teknik pencahayaan dan roll film mulai tersedia. Fotografer mulai datang ke pernikahan untuk mengambil foto dan menjualnya, baik kepada pasangan pengantin maupun para tamu. Fotografi pernikahan modern seperti yang dikenal saat ini bermula pada tahun 1970-an. 

Kala itu, fotografi pernikahan berkembang menjadi gaya dokumenter, yang mendokumentasikan segala hal sebelum, selama, dan setelah pernikahan. Hasilnya adalah album kenangan yang menjadi pengingat indah akan pernikahan sang pasangan pengantin.

Orang-orang mulai ingin tak hanya sekadar mengesahkan hubungan melalui pernikahan, tapi juga ingin cinta dan kebahagiaan mereka terlihat. Foto pernikahan yang tadinya sangat kaku dan terlihat tanpa emosi, perlahan berubah dengan pose yang semakin mesra. 

5. Era modern dengan berbagai konsep

Sejarah foto pernikahan
pexels.com/lilen-diaz

Di awal abad ke-20, fotografi sudah mulai berwarna dan sekarang bukan hanya foto tapi juga ada video pernikahan. Kalau dulu foto pernikahan lebih seperti “bukti status sosial”, sekarang maknanya jauh lebih personal. Foto pernikahan masa kini lebih menangkap cerita, emosi, dan kepribadian pasangan. Semua momen seru, memorable, dan bermakna ditangkap oleh bukan hanya oleh satu fotografer. 

Tentunya ini karena perkembangan teknologi kamera yang semakin canggih dan mudah dibawa. Sekarang, momen candid pun jadi yang paling diincar oleh para pasangan pengantin. Banyak tren yang berkembang karena dipengaruhi oleh media sosial. Konsep foto pernikahan jadi sangat bervariasi, mulai dari intimate wedding yang hangat, pre-wedding cinematic, hingga dokumentasi a la film yang terlihat candid dan emosional.

Itulah sejarah foto pernikahan yang jadi tradisi wajib saat ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Natasha Cecilia Anandita
EditorNatasha Cecilia Anandita
Follow Us

Related Articles

See More