Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Variety Show 'Bonjour Bakery', Serial Hangat dan Manisnya Pastry dalam Satu Tontonan

5 Fakta Variety Show 'Bonjour Bakery', Serial Hangat dan Manisnya Pastry dalam Satu Tontonan
Dok. Rakuten Viki
Intinya Sih
  • 'Bonjour Bakery' adalah variety show Korea eksklusif di Rakuten Viki yang menghadirkan konsep unik 'Senior Dessert Café', ruang hangat bagi lansia untuk menikmati waktu dan berbagi kisah hidup.
  • Empat aktor lintas generasi—Kim Hee-ae, Cha Seung-won, Kim Seon-ho, dan Lee Ki-taek—berkolaborasi alami dalam peran berbeda, menciptakan suasana kafe yang hidup dan penuh kehangatan.
  • Setiap episode menampilkan cerita emosional para lansia dengan pendekatan tulus tanpa naskah berlebihan, menjadikan acara ini reflektif dan menyentuh hati penonton muda maupun dewasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah penatnya pekerjaan, tentu kita merindukan tontonan yang manis dan hangat agar bisa melepas lelah. Menjawab kebutuhan kamu, Rakuten Viki, destinasi utama untuk hiburan Asia, resmi mengumumkan penayangan eksklusif di Asia Tenggara untuk Bonjour Bakery, variety show Korea terbaru yang menampilkan empat aktor ternama, Kim Hee-ae, Cha Seung-won, Kim Seon-ho, dan Lee Ki-taek, yang menyajikan hidangan penutup ala Prancis di sebuah kafe pedesaan yang asri.

Variety show ini memberikan kisah yang hangat dan semanis pastry yang baru saja diangkat dari oven. Membuat kamu nyaman saat menyaksikannya di waktu luang. Penasaran dengan kisah ini? Simak fakta-fakta menariknya terlebih dulu, yuk, sebelum menontonnya.


1. Variety show 'Bonjour Bakery' hadir dengan konsep "Senior Dessert Café" yang belum pernah ada

[Coupang Play] [Rakuten Viki] Bonjour Bakery – Still Cut_4.jpg
Dok. Rakuten Viki

Berbeda dari variety show Korea kebanyakan yang penuh tantangan atau kompetisi, Bonjour Bakery justru memilih jalan yang lebih tenang dan reflektif. Acara ini mengusung konsep unik bernama Senior Dessert Café, sebuah kafe pedesaan yang hanya dibuka khusus untuk tamu berusia 65 tahun ke atas beserta pendamping mereka. Dengan kebijakan "Yes Senior Zone", acara ini secara sadar menciptakan ruang aman dan nyaman bagi para lansia untuk menikmati waktu tanpa hiruk pikuk generasi muda.

Konsep ini bukan sekadar gimmick, melainkan menjadi jiwa utama acara tersebut. Setiap hidangan manis yang disajikan menjadi pintu masuk bagi percakapan yang lebih dalam, yakni saat berbicara tentang keluarga, kehilangan, cinta lama, hingga hal-hal kecil yang dulu mungkin terlewatkan. Di sinilah Bonjour Bakery terasa berbeda: ia tidak terburu-buru, tidak berisik, dan justru mengajak penonton untuk melambat sejenak bersama para tamunya.

2. Empat aktor Korea lintas generasi, bersatu dalam satu dapur

[Coupang Play] [Rakuten Viki] Bonjour Bakery – Still Cut_1.jpg
Dok. Rakuten Viki

Salah satu daya tarik utama acara ini tentu terletak pada jajaran pemainnya. Ada Kim Hee-ae yang dikenal lewat peran-peran emosional dan penuh wibawa; Cha Seung-won dengan karisma kuat dan kemampuan memasak yang sudah tak diragukan; Kim Seon-ho yang lekat dengan citra hangat dan ramah; serta Lee Ki-taek sebagai representasi energi generasi muda.

Menariknya, perbedaan usia dan karakter mereka justru menjadi kekuatan. Tidak ada peran yang terasa dibuat-buat. Interaksi mereka mengalir alami, kadang canggung, kadang penuh tawa, dan sering kali berakhir dengan refleksi sederhana tentang hidup. Dinamika ini membuat penonton merasa seperti sedang mengintip kehidupan nyata, bukan sekadar menonton acara hiburan.

3. Pembagian peran yang membuat kafe ini terasa begitu hidup dan nyata

[Coupang Play] [Rakuten Viki] Bonjour Bakery – Still Cut_5.jpg
Dok. Rakuten Viki

Di dalam kafe, para pemain dibagi ke dalam dua tim besar: dapur dan pelayanan. Cha Seung-won dipercaya sebagai head pâtissier, memimpin pembuatan pastry ala Prancis dengan sentuhan bahan lokal Korea. Keahliannya bukan hanya soal teknik, tetapi juga ketenangan dalam bekerja, ini adalah sesuatu yang terasa menular ke seluruh dapur.

Sementara itu, Kim Hee-ae mengambil peran sebagai manajer umum yang memperhatikan detail kecil: dari cara menyambut tamu, memastikan mereka duduk nyaman, hingga menjaga suasana tetap hangat. Kim Seon-ho berperan sebagai barista yang kerap menjadi "jembatan emosional" antara tamu dan kafe, sementara Lee Ki-taek membawa spontanitas yang menyegarkan. Kombinasi ini membuat kafe terasa benar-benar berfungsi, bukan sekadar latar syuting.

4. Tiap episode yang menyajikan kisah berbeda namun hangat

[Coupang Play] [Rakuten Viki] Bonjour Bakery – Still Cut_2.jpg
Dok. Rakuten Viki

Jika pastry adalah pemanis, maka cerita para lansia adalah inti dari Bonjour Bakery. Setiap episode menghadirkan kisah-kisah yang sederhana namun mengena. Misalnya, tentang pasangan yang telah bersama puluhan tahun, tentang penyesalan yang baru disadari di usia senja, hingga tentang kebahagiaan kecil yang kini terasa begitu berharga.

Para pemain tidak berperan sebagai pewawancara, melainkan pendengar. Mereka membiarkan cerita mengalir apa adanya, tanpa dipotong atau diarahkan secara berlebihan. Justru di situlah kekuatan emosional acara ini terasa. Penonton diajak untuk ikut duduk, mendengar, dan mungkin diam-diam merenung tentang hubungan mereka sendiri dengan orang tua atau kakek-nenek di rumah.

5. Kisah hangat ini sudah bisa kamu saksikan saat ini juga

[Coupang Play] [Rakuten Viki] Bonjour Bakery – Still Cut_3.jpg
Dok. Rakuten Viki

Bonjour Bakery tayang eksklusif di Asia Tenggara melalui Rakuten Viki, menandai komitmen platform ini dalam menghadirkan konten Asia yang lebih beragam dan bermakna. Menariknya, demi menjaga keautentikan, keempat pemain menjalani pelatihan baking dan barista secara intensif sebelum syuting dimulai.

Keseriusan ini terasa di layar. Tidak ada gerakan yang terlihat palsu, tidak ada dialog yang terasa dipaksakan. Semua mengalir seperti potongan kehidupan sehari-hari yang kebetulan direkam kamera. Inilah yang membuat Bonjour Bakery terasa hangat dan membekas, bukan hanya sebagai tontonan, tapi juga sebagai pengingat bahwa cerita paling menyentuh sering kali datang dari obrolan paling sederhana.

Bagaimana, Bela? Siap menyaksikan kisah hangat ini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Related Articles

See More