Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Popbela’s Playlist: Soundtrack of Growth

Popbela’s Playlist: Soundtrack of Growth
Dok. Istimewa
Intinya Sih
5W1H
  • Empat rilisan baru dari Feby Putri ft. Noh Salleh, Yacko, Yovie & Nuno, serta Keisya Levronka menyoroti tema pertumbuhan dan keberanian membuka lembaran baru dalam perjalanan musikal mereka.
  • Feby Putri berkolaborasi lintas negara dengan Noh Salleh lewat 'Senandung Harapan', sementara Yacko merilis 'Unbreakable Me' sebagai kampanye kesehatan mental perempuan yang terinspirasi dari aktivitas lari.
  • Yovie & Nuno merayakan 25 tahun karier lewat EP 'Kilometer' dengan formasi baru, sedangkan Keisya Levronka menghadirkan album 'rombak' yang menandai transformasi musikal dan emosionalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap fase hidup punya soundtrack-nya sendiri. Bukan cuma soal nada yang enak didengar, tetapi juga tentang bagaimana sebuah lagu bisa merefleksikan proses tumbuh, patah, pulih, lalu bangkit lagi dengan versi diri yang baru.

Empat rilisan terbaru dari Feby Puti dan Noh Salleh, Yacko, Yovie & Nuno, hingga Keisya Levronka hadir dengan benang merah yang kuat: growth. Mereka merayakan keberanian membuka lembaran baru, tanpa kehilangan identitas.

Lewat eksplorasi sound yang lebih segar dan emosi yang terasa lebih jujur, karya-karya ini mengajak kita memahami dan menerima setiap fase yang sedang dijalani. Dengarkan lagunya di bawah ini!

Table of Content

1. “Senandung Harapan” – Feby Putri ft. Noh Salleh

1. “Senandung Harapan” – Feby Putri ft. Noh Salleh

Feby Putri resmi merilis single terbarunya bertajuk “Senandung Harapan” pada 30 April 2026. Lagu ini menjadi kolaborasi spesial dengan musisi asal Malaysia, Noh Salleh, melalui label independennya, Tumbuh Records.

Kolaborasi ini berawal dari rasa kagum Feby terhadap karya-karya Noh Salleh. Ia kemudian mengambil langkah untuk mengajak sang musisi bekerja sama, yang langsung disambut positif.

Proses kreatifnya berlangsung lintas negara, dimulai dari workshop di Malaysia yang melahirkan notasi awal, lalu dilanjutkan di Jakarta bersama Adam Febrian sebagai produser. Sementara itu, bagian vokal Noh direkam di Kuala Lumpur, memberikan sentuhan emosional yang kuat dalam lagu ini.

“Senandung Harapan” juga menjadi rilisan pertama Feby di tahun 2026. Bersamaan dengan peluncuran lagunya, video visualizer yang disutradarai oleh Juan Akbar turut dirilis di kanal YouTube resmi Feby Putri pada hari yang sama.

2. “Unbreakable Me” – Yacko

Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21 April 2026, Yacko merilis video musik untuk single terbarunya, “Unbreakable Me”.

Diproduseri oleh Mardial, lagu ini hadir sebagai anthem penuh semangat yang memaknai ulang aktivitas lari sebagai bentuk terapi bagi perempuan dalam proses pemulihan kesehatan mental.

Unbreakable Me” lahir dari refleksi personal Yacko tentang beban berlapis yang kerap dihadapi perempuan, mulai dari stigma sosial, tuntutan, hingga luka yang berasal dari trauma, kekerasan, dan pengalaman emosional yang tidak terselesaikan.

Lewat lirik seperti “Every mile sets my spirit free”, lagu ini menyoroti bagaimana berlari bisa menjadi ruang aman untuk memproses emosi, meredakan stres, dan membangun kembali kendali atas diri sendiri.

Lebih dari sekadar rilisan musik, lagu ini juga menjadi bagian dari kampanye Yacko menjelang partisipasinya di Sydney Marathon pada 30 Agustus 2026.

Ia membawa misi penggalangan dana untuk kesehatan mental perempuan, yang hasilnya akan disalurkan ke Women’s Mental Health Foundation untuk mendukung riset, edukasi, dan program pemulihan.

Video musiknya turut melibatkan 18 perempuan pelari dari berbagai latar belakang, memperkuat pesan bahwa lari bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga bentuk “meditasi dalam gerak”.

Dengan simbol pelepasan plester hijau sebagai tanda keberanian untuk bersuara, “Unbreakable Me” menjadi perayaan atas ketahanan perempuan.

3. Kilometer - Yovie & Nuno

Yovie & Nuno kembali meramaikan industri musik dengan merilis EP terbaru bertajuk Kilometer, sebagai penanda perjalanan 25 tahun mereka di dunia musik.

Dalam proyek ini, Yovie Widianto berperan sebagai produser bersama Ari Renaldi, menghadirkan enam lagu yang memadukan karya lama dengan sentuhan baru serta materi segar.

EP ini terdiri dari tiga lagu lama yang diaransemen ulang dengan nuansa lebih modern, serta tiga lagu baru, termasuk single utama “Kilometer”.

Menurut Yovie, seluruh lagu dipilih dengan pertimbangan matang untuk merepresentasikan identitas band yang tetap relevan, sekaligus memperkenalkan energi baru dari formasi terkini, yang diisi oleh Adhyra Yudhi, Chico Andreas, Ady Julian, dan Muchamad Ahadiyat.

Salah satu sorotan utama dalam EP ini adalah lagu “Kilometer”, yang ditulis bersama Arsy Widianto. Lagu ini menggabungkan gaya lirik yang lebih dekat dengan generasi sekarang, namun tetap mempertahankan nuansa musikal khas Yovie & Nuno yang terinspirasi dari warna musik era 80-an.

Kami ingin menghadirkan warna yang segar dari formasi terbaru tanpa menghilangkan esensi musikal Yovie & Nuno. Perpaduan antara karakter lama dan energi baru menjadi benang merah yang akan memperkaya keseluruhan cerita dalam EP ini,” ungkap Yovie.

4. rombak - Keisya Levronka

Setelah dikenal lewat balada emosional seperti “Tak Ingin Usai” yang begitu lekat dengan tema patah hati, kali ini Keisya menghadirkan album rombak pendekatan berbeda. Ia tidak lagi hanya meratapi luka, tetapi mengolahnya menjadi energi yang lebih kuat dan penuh daya.

Melalui sentuhan pop-rock yang terinspirasi dari musik Indonesia era 2000-an, rombak menawarkan warna yang lebih hidup dalam diskografinya.

Dominasi gitar, aransemen full band, serta nuansa anthemic menjadi elemen utama yang membedakan album ini dari karya-karya sebelumnya. Meski cukup eksploratif, ia tetap mempertahankan kejujuran emosi dalam setiap lagu.

Salah satu lagu yang menjadi pusat perhatian adalah “Aku Bukan Dia”, yang ditulis oleh Lafa Pratomo dan Paul Aro. Lagu ini mengangkat cerita tentang hubungan yang tidak pernah benar-benar utuh, ketika seseorang sadar bahwa dirinya bukan prioritas utama karena hati pasangannya masih tertinggal di masa lalu.

Secara keseluruhan, rombak tidak hanya berbicara tentang perubahan musikal, tetapi juga pertumbuhan personal. Setiap lagu, mulai dari “Lukis Hari Ini” hingga “Rayakanlah”, menghadirkan spektrum emosi yang lebih luas, dari refleksi diri, kehilangan, hingga perayaan atas diri sendiri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Related Articles

See More