13 Soundtrack Film 'The Devil Wears Prada 2', Lady Gaga Nyanyikan 3 Lagu

Soundtrack The Devil Wears Prada 2 berisi 13 lagu yang dikurasi rapi, menonjolkan musisi perempuan dan menggambarkan dunia fashion yang glamor namun penuh tekanan emosional.
Lady Gaga menyumbang tiga lagu utama dengan tema tentang ekspektasi publik, ambisi di runway, serta kemewahan yang menyembunyikan konflik batin karakter.
Kolaborasi artis seperti Dua Lipa, Miley Cyrus, SZA hingga RAYE menghadirkan perjalanan musik dari ambisi hingga refleksi diri, menjadikan album ini bagian penting dari narasi film.
Dua dekade setelah The Devil Wears Prada menjadi ikon film bertema fashion, sekuelnya hadir dengan pendekatan yang lebih matang—terutama lewat musik yang menyertainya. Soundtrack The Devil Wears Prada 2 tidak sekadar menjadi latar, tetapi ikut membangun emosi, konflik, hingga dinamika karakter di dalam cerita.
Dengan total 13 lagu yang dikurasi rapi dan didominasi musisi perempuan berbakat, album ini terasa seperti representasi dunia Runway yang glamor, kompetitif, sekaligus penuh tekanan. Yuk, kita kupas satu per satu lagu yang membuat film ini semakin hidup, Bela!
1. “Shape of a Woman” – Lady Gaga
Sebagai pembuka, lagu ini terasa seperti manifesto. Dengan balutan balada dramatis, Lady Gaga mengangkat isu tentang bagaimana perempuan sering “dibentuk” oleh ekspektasi publik—baik dari segi tubuh, citra, maupun pilihan hidup. Dalam konteks film, lagu ini seolah merefleksikan posisi karakter perempuan yang harus terus menyeimbangkan autentisitas diri dengan tuntutan industri fashion yang tanpa kompromi.
2. “Runway” – Lady Gaga & Doechii
Track ini adalah jantung energi film. Beat house-pop yang agresif berpadu dengan lirik penuh ambisi, menciptakan sensasi seperti berjalan di runway dengan tekanan tinggi. Kolaborasi dengan Doechii menambahkan sisi edgy dan modern, mencerminkan dunia fashion yang kini tak hanya glamor, tapi juga sangat kompetitif dan cepat berubah.
3. “Glamorous Life” – Lady Gaga
Berbeda dari dua lagu sebelumnya, track ini terasa lebih ringan di permukaan. Namun semakin didalami, muncul lapisan emosi yang lebih kompleks. Kemewahan yang ditampilkan terasa seperti topeng—menutupi kelelahan, kesepian, atau bahkan kehilangan arah. Lagu ini bisa menjadi cerminan kehidupan karakter yang terlihat sempurna di luar, tetapi menyimpan konflik personal yang tidak terlihat.
4. “Material Lover” – Sienna Spiro
Pendatang baru Sienna Spiro menghadirkan sudut pandang yang terasa segar. Lagu ini tidak menghakimi, melainkan menggambarkan bagaimana kemewahan bisa terasa begitu memikat sekaligus mengikat. Ada nuansa ambivalen—antara menikmati gaya hidup tersebut dan menyadari konsekuensinya.
5. “End of an Era” – Dua Lipa
Dengan produksi yang elegan, Dua Lipa membawa nuansa transisi yang terasa besar. Lagu ini seperti menandai momen penting—ketika sesuatu yang telah lama berdiri akhirnya harus berubah atau berakhir.
6. “Walk of Fame (Edit)” – Miley Cyrus & Brittany Howard
Kolaborasi ini menghadirkan nuansa rock yang gritty. Lagu ini menggambarkan sisi gelap popularitas—tentang tekanan, ekspektasi publik, dan bagaimana reputasi bisa menjadi beban.
7. “Mr. Eclectic” – Laufey
Dengan gaya jazz-pop yang ringan namun cerdas, Laufey menghadirkan warna berbeda. Lagu ini terasa seperti potret karakter unik dalam dunia fashion—aneh, kreatif, tapi justru berpengaruh.
8. “Nice to Each Other” - Olivia Dean
Lagu soulful ini menjadi “napas” di tengah intensitas film. Olivia Dean mengingatkan bahwa di balik kompetisi, hubungan manusia tetap penting. Bisa jadi hadir di momen rekonsiliasi atau kejujuran emosional antar karakter.
9. “Saturn” – SZA
Dengan nuansa atmosferik dan introspektif, lagu ini menggambarkan rasa hampa yang kadang muncul setelah mencapai puncak. SZA membawa emosi yang dalam—cocok untuk adegan kontemplatif.
10. “Worth It” – RAYE
Lagu ini penuh energi percaya diri. RAYE menyuarakan pentingnya mengetahui nilai diri dan tidak menerima perlakuan di bawah standar. Tema ini sangat relevan dengan karakter yang berusaha mengambil kendali atas hidupnya.
11. “Daydreaming” – Ledisi
Dengan nuansa R&B yang hangat, lagu ini mengiringi momen ketika karakter membandingkan impian masa lalu dengan realitas sekarang. Ledisi menghadirkan rasa nostalgia sekaligus kerinduan.
12. “Evergreen Avenue” – Izzy Escobar
Lagu ini mencerminkan perubahan generasi—dari media tradisional ke dunia digital. Izzy Escobar membawa energi fresh yang menggambarkan munculnya influencer dan wajah baru industri.
13. “No One Noticed” – The Marías
Sebagai penutup, lagu ini menghadirkan suasana yang tenang namun menyentuh. Ada rasa kesepian yang muncul di tengah pencapaian—seolah semua hiruk-pikuk sebelumnya perlahan mereda, menyisakan ruang hening untuk refleksi. Penutup yang terasa pas untuk perjalanan emosional film.
Soundtrack The Devil Wears Prada 2 terasa seperti perjalanan emosional yang utuh—dari ambisi, konflik, hingga refleksi diri. Dengan eksplorasi tema yang kuat dan keberagaman genre, album ini bukan hanya pelengkap, tapi bagian penting dari pengalaman menonton. Jadi, lagu mana yang menurutmu paling menggambarkan dunia fashion yang keras tapi memikat ini, Bela?


















