Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Popbela's Playlist: Not Okay, but Getting There

Popbela's Playlist: Not Okay, but Getting There
Popbela's Playlist: Not Okay, but Getting There (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
5W1H
  • Popbela’s Playlist: Not Okay, but Getting There menghadirkan empat lagu baru yang menggambarkan perjalanan emosional dari kegelisahan, refleksi diri, hingga proses berdamai dengan perasaan dan kehilangan.

  • Lagu "Nafas", "Sendiri", dan "Mungkin di Depan Buram" menyoroti tema trauma generasi, overthinking, serta hubungan antarindividu yang saling menguatkan di tengah ketidakpastian hidup.

  • Single penutup "april" karya Arash Buana membawa nuansa tenang dan nostalgia tentang kehilangan, menjadi simbol penerimaan serta momen reflektif untuk berdamai dengan masa lalu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rasanya sah-sah saja untuk memberi jeda kecil setelah hari-hari yang berjalan cepat dan memenuhi isi kepala. Ada banyak hal yang harus dipikirkan dan diproses, dan tidak semuanya bisa diselesaikan dalam waktu yang sama.

Di momen seperti ini, wajar kalau diri sendiri belum benar-benar baik, tapi tetap berusaha untuk melangkah perlahan dan pasti. Popbela’s Playlist: Not Okay, but Getting There merangkum perasaan tersebut lewat empat lagu terbaru yang berbicara tentang isi kepala yang ramai, usaha memahami diri, menemukan harapan di tengah ketidakpastian, hingga belajar merelakan sesuatu yang pernah dekat.

Lewat rilisan para musisi lokal, ada ruang untuk kamu dapat berhenti sejenak tanpa harus merasa tertinggal. Lagu-lagu di bawah ini seperti teman di tengah huru-hara, mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk mengambil napas, merapikan pikiran, hingga akhirnya mampu melanjutkan kembali saat sudah siap.

Table of Content

1. "Nafas" - Dipha Barus & Hindia

1. "Nafas" - Dipha Barus & Hindia

Baru saja rilis pada 24 April 2026, "Nafas" membuka Popbela's Playlist kali ini dengan tema generational trauma yang terasa dekat dengan keseharian bagaikan napas yang berulang. Single digital ini menggambarkan bagaimana pola pikir dan luka batin bisa terbentuk dari warisan lintas generasi, lalu hadir sebagai siklus yang terus berulang dalam hidup.

Ide musikal Dipha Barus yang repetitif seperti ritme berlari, diterjemahkan Baskara menjadi lirik tentang kegelisahan yang diam-diam hadir, bahkan di hari yang baik-baik saja. "Nafas" bergerak dari tempo yang terasa cepat, lalu melambat sejenak sebelum kembali naik secara halus, kemudian mengalir mengikuti emosi lagu. Dinamika ini terasa selaras dengan proses batin yang sedang mengurai rasa takut sembari terus berjalan dan belajar berdamai dengan diri sendiri.

“Musik buat gue selalu jadi tempat ngomongin hal-hal yang gak bisa gue ucapin di percakapan biasa. ‘Nafas’ adalah titik di mana gue berhenti nge-rem diri sendiri soal ini. Bukan karena gue udah selesai memprosesnya, tapi justru karena gue belum selesai, dan diam bukan pilihan lagi,” ungkap Dipha Barus.

2. "Sendiri" - Sheryl Sheinafia

Dari sesi refleksi yang dibuka oleh "Nafas", single berjudul "Sendiri", yang dirilis pada 17 April 2026, justru melanjutkan pembahasan ke arah yang lebih personal. Lagu ini menyorot pergulatan isi pikiran yang sering terasa penuh dan sulit dipahami.

Terinspirasi dari obrolan bersama Rahmania Astrini, Sheryl merangkum pengalaman overthinking hingga rencana yang tidak berjalan sesuai harapan. Adapun ajakan untuk menerima bahwa tidak semua hal harus segera terurai, sambil tetap melangkah dengan apa yang ada. Nuansa lembut dari gitar akustik dan aransemen yang clean membuat lagu ini begitu ramah didengar, dengan penutup acapella yang turut memberikan kesan intim seperti afirmasi personal.

3. "Mungkin di Depan Buram" - Idgitaf

Masih dalam jalur refleksi, "Mungkin di Depan Buram" yang dirilis pada 15 April 2026 membawa perspektif lebih luas lewat kehadiran orang lain dalam proses tersebut. Single ini bercerita tentang dua orang yang bertemu di fase hidup yang belum stabil, tetapi saling menemukan ruang untuk bertahan dan melangkah bersama.

Perasaan sedih berjalan berdampingan dengan usaha untuk terus maju, termasuk saat masa depan masih terasa samar. Lagu ini dibuka dengan nuansa sendu, lalu berkembang lebih terang dengan sentuhan pop dan elemen country, seakan menawarkan kehangatan yang perlahan memberikan harapan di tengah keraguan.

“Terkadang kita dipertemukan dengan seseorang kala keduanya sedang tidak baik-baik saja. Tapi, kalau kita punya energi yang sama dan ternyata saling membutuhkan, bisa jadi kita tidak mementingkan seberapa seram jalan di depan, namun justru melihat seberapa besar kemungkinan kita bisa selalu bersama. Lagu ini terdengar romantis, tapi lahir dari perjalanan yang tidak mudah,” ujar Gita.

4. "april" - Arash Buana

Menutup rangkaian Popbela's Playlist kali ini, single berjudul "april" yang juga baru saja rilis pada 24 April 2026 membawa suasana lebih hening dengan tema kehilangan yang personal. Setelah melewati proses memahami diri dan bertahan bersama, lagu yang menggunakan lirik berbahasa Inggris ini justru menunjukkan sebuah fase ketika seseorang harus merelakan sosok yang telah pergi untuk selamanya.

Nuansa nostalgic pun sudah terbayang sejak awal, dengan aransemen alternative pop sederhana dan vokal Arash yang menyuarakan kerinduan. Keseluruhan lagu ini mengalir amat tenang, seolah menyediakan momen reflektif yang hangat bagi pendengar untuk ikut berdamai dengan kenangan tersisa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Related Articles

See More