Popbela's Playlist: Soft Feelings with Loud Dreams

Popbela’s Playlist Soft Feelings with Loud Dreams menghadirkan kurasi musik Pan-Asia yang menggambarkan dinamika emosi generasi muda, dari jatuh cinta hingga refleksi diri dan semangat mengejar impian.
KeNN, Shi Shi, dan KID PHENOMENON menonjol dengan karya personal yang menyoroti cinta, identitas, serta pencarian jati diri melalui gaya musikal bilingual dan nuansa introspektif.
Bennett A.K. & Tatiana lewat "Run It" serta Gigi Lee dengan "Money Money Come To Me" membawa energi positif tentang kepercayaan diri, kerja keras, dan afirmasi menuju kemakmuran.
Ada benang merah yang terasa hangat dari deretan rilisan musik kali ini, seolah menangkap dinamika perasaan sehari-hari generasi muda dengan cara yang dekat dan relevan. Popbela's Playlist: Soft Feelings with Loud Dreams merangkumnya dalam alur yang ringan, membawa kamu dari fase jatuh cinta yang manis, ke momen refleksi di tengah hiruk pikuk, hingga dorongan untuk terus melangkah dan percaya pada proses menuju impian.
Kurasi lagu baru dari para musisi Pan-Asia ini menghadirkan perpaduan suasana yang pas untuk berbagai momen, baik saat memulai hari dengan energi positif maupun ketika ingin meluangkan waktu sejenak bersama pikiran sendiri. So, ready to embrace yourself?
Table of Content
1. "メマイ (Memai)" - KeNN
KeNN resmi merilis debut EP pertamanya, From Miseducation pada 8 April 2026; sebuah karya yang terasa sangat personal dan dekat dengan akar kehidupannya. Tumbuh di lingkungan keluarga yang sarat budaya dan musik, KeNN banyak terinspirasi dari karya Lauryn Hill yang kerap diputar oleh orang tuanya yang berprofesi sebagai DJ. Judul From Miseducation sendiri menjadi bentuk penghormatan sekaligus gambaran perjalanan musikalitasnya yang "nakal" dan penuh eksplorasi.
Lewat single utama "Memai", KeNN menuangkan sensasi jatuh cinta yang begitu menghipnotis, membuatnya berputar tanpa arah. Liriknya memadukan beragam metafora untuk menggambarkan perasaan yang sekaligus menghidupkan dan terasa jauh. Di balik visualisasi yang dreamy dan sedikit chaotic, lagu ini menyimpan emosi sederhana tentang cinta yang begitu dalam sampai terasa membingungkan dan sulit untuk dilepaskan.
Lirik "Memai" menggunakan bilingual antara Jepang dan Inggris, sehingga memberi warna pada cerita romansa yang berjalan cepat. Lagu ini mengalun ringan dengan beat yang uplifting, menghadirkan suasana ceria yang cocok untuk membuka hari sambil tenggelam dalam euforia jatuh cinta.
2. "Falling in Love" - Shi Shi
Penyanyi peraih Golden Melody Award, Shi Shi, kembali dengan single terbaru berjudul "Falling in Love", lagu trilingual dalam bahasa Inggris, Korea, dan Mandarin; sebuah bentuk penghormatan pada latar belakang Koreanya serta langkah menuju eksplorasi musik global di 2026. Lagu ini menjadi pengalaman pertama Shi Shi bekerja penuh dengan tim produksi Korea bersama Salpot Music Group. Ia membawakan nuansa R&B yang terinspirasi dari drama Korea yang belakangan ia tonton, berfokus pada proses jatuh cinta perlahan, namun terasa hangat dan mendalam.
"Falling in Love" menangkap momen saat perasaan mulai tumbuh tanpa disadari, menghadirkan percikan emosi dan kegembiraan saat menyadari kehadiran seseorang yang spesial. Penggunaan tiga bahasa ini dipilih untuk menyampaikan makna lagu secara lebih tepat dalam konteks masing-masing, sehingga pendengar dari berbagai latar juga bisa merasakan perasaan yang sama. Shi Shi menggambarkan lagu ini sebagai surat cinta yang membawa kehangatan dan kebahagiaan, dikemas dalam aransemen yang ringan dan ritmis dengan energi romansa yang cerah.
“Saat menulis lirik dan merekam lagu ini, aku terus teringat pada para tokoh utama pria (dalam drama Korea) itu, sampai membuatku tersenyum sepanjang waktu! Terlepas dari apakah kamu punya seseorang yang kamu sukai atau tidak, aku berharap semua orang bisa merasakan emosi yang menyentuh dan kebahagiaan saat mendengarkan lagu ini,” ujar Shi Shi.
3. "Mirror" - KID PHENOMENON
Grup dance dan vokal asal Jepang, KID PHENOMENON, merilis single ketujuh mereka berjudul "Mirror", menghadirkan suasana baru yang terasa lebih mellow dan kontemplatif dibandingkan rilisan mereka sebelumnya, "Black Flame", yang energik. Mengusung gaya khas "Tokyo Neo Pop", lagu ini justru menggambarkan pengalaman hidup Gen Z dengan pendekatan lebih intim, menyoroti emosi yang seringkali terpendam serta perasaan yang sulit diungkapkan di tengah dunia digital yang serba cepat.
"Mirror" membawa kesan introspektif yang kuat sembari mengajak pendengar untuk melihat diri sendiri dengan jujur, menyadari jarak antara diri saat ini dan versi diri yang diharapkan, lalu perlahan menemukan keberanian untuk berubah. Lagu ini menggali tema identitas, keraguan, dan pencarian jati diri dengan sentuhan nostalgia yang lembut. Di sini, KID PHENOMENON juga tampil lebih tenang dan reflektif, lantaran menghadirkan karya yang relate dengan dinamika emosional generasi muda masa kini.
“‘Mirror’ memiliki sound bernuansa nostalgia yang meninggalkan kesan kuat, tetapi liriknya sangat intim dengan kekhawatiran dan kecemasan yang kita hadapi dalam kehidupan saat ini. Ini adalah lagu yang bisa didengarkan kapan saja, baik saat kamu sedang merasa positif maupun saat kamu ingin melangkah maju, jadi saya harap kalian akan sering mendengarkannya,” pesan KENSUKE, anggota KID PHENOMENON.
4. "Run It" - Bennett A.K. & Tatiana
"Run It" adalah rilisan terbaru dari Bennett A.K. sekaligus menandai kolaborasi perdananya bersama Tatiana. Dirilis di bawah Passion Vibe, lagu ini lahir dari dorongan menghadirkan energi yang kuat, dinamis, dan penuh semangat. Warna vokal Tatiana terasa segar dan menyatu dengan karakter musikal Bennett A.K., sehingga menciptakan chemistry yang solid sepanjang lagu.
Lagu ini mengusung winner’s mentality yang berakar pada disiplin, konsistensi, dan kekuatan teamwork, selaras dengan proses kreatif di baliknya. Lewat pendekatan back-to-back pada chorus serta crowd chant di post-chorus, membuat lagu ini semakin hidup dan engaging. Beat dinamis racikan Belanegara Abe turut memperkuat atmosfer yang memancing semangat saat mendengarkannya.
“Buat aku, ‘Run It’ itu tentang mindset. Tentang terus jalan, terus fight, dan tetap percaya sama proses. Itu yang mau kita share ke pendengar,” ungkap Tatiana.
5. "Money Money Come To Me" - Gigi Lee
Perilisan "Money Money Come To Me" merupakan langkah terbaru dari Gigi Lee, DJ dan produser elektronik yang semakin dikenal di kancah global setelah meraih posisi No.1 House DJ/Best House DJ di China. Lagu ini membawa misi yang jelas dengan memadukan berbagai pengaruh global ke dalam aransemen house dan techno energik, cocok untuk menghidupkan suasana khas dancefloor sembari menghadirkan nuansa personal.
Terinspirasi dari mantra kekayaan dalam budaya Tiongkok, yaitu afirmasi diri yang dipercaya dapat menarik kelimpahan, track ini menghadirkan loop vokal yang hipnotik dengan ritme yang intens. Mengangkat tema kemakmuran, pembaruan, dan keberlimpahan finansial, lagu ini juga sempat viral saat perayaan Tahun Baru Imlek, dan dengan cepat menjangkau audiens global.
“Lagu ini lahir dari masa ketika aku hidup sebagai seniman pengembara di Eropa, menjalani hidup yang sangat sederhana, dan meyakinkan diri bahwa aku tidak membutuhkan uang. Lalu, aku menyadari bahwa itu bukanlah kebebasan—itu adalah diriku yang tidak percaya pada diri sendiri. Lagu ini tentang melangkah ke dalam kekuatan itu, benar-benar percaya pada diri sendiri, dan akhirnya mengambil apa yang sebenarnya sudah menjadi milikmu,” pungkas Gigi Lee.

















