Salah satu nasihat orang tua zaman dahulu yang mungkin masih sering diberikan sampai sekarang adalah, “Jangan memusingkan masalah-masalah kecil dengan pasangan supaya bisa menjaga keharmonisan hubungan”.

Well, mungkin nasihat ini maksudnya baik, ya, tapi masalah kecil kalau dibiarkan juga bisa menjadi besar.

Jangan dibiarkan sampai meledak suatu saat nanti

Apa Iya Kamu Nggak Perlu Memusingkan Masalah Kecil dengan Pasangan? Pexels.com/Andrea Piacquadio

Misalnya, seperti ini. Kamu bertanya pada pasangan apakah sudah mencuci piring seperti yang kamu minta satu jam lalu. Lalu, dengan santai sambil menonton TV, dia bilang, “Belum, nanti saja, gampang.” Kamu lalu merasa kesal, tapi karena nggak mau jadi masalah, kamu memilih untuk melakukannya sendiri dan pasangan sama sekali nggak merasa bersalah.

Ini masalah kecil karena piring kotor memang nggak akan merusak hubunganmu, tapi jika terus dibiarkan kamu bisa semakin merasa kesal dengan pasangan. Di sisi lain, dia merasa nggak ada masalah apa-apa. Pada akhirnya, dia jadi terbiasa melupakan tanggung jawabnya, karena akan selalu ada kamu yang membereskannya.

Mengapa kamu bisa merasa sangat kesal karena hal kecil?

Apa Iya Kamu Nggak Perlu Memusingkan Masalah Kecil dengan Pasangan? Freepik.com/Cookie_studio

Dilansir dari MindBodyGreen, meskipun tidak selalu tapi pengalaman yang menyakitkan dan melukai dari masa kanak-kanak atau pengalaman masa lalu bisa jadi alasan utama kamu merasa sangat kesal pada pasangan hanya karena sebuah hal kecil. Secara refleks, tubuh akan memperingatkan kalau kamu dalam “bahaya” karena ada pengalaman menyakitkan masa lalu yang kembali dirasakan.

Contoh lainnya adalah saat kamu susah payah mengumpulkan referensi untuk membantu pekerjaan pasangan, tapi kemudian dia sama sekali nggak melihatnya karena sudah mencari tahu duluan. Meskipun nggak bermaksud menyinggung, sikapnya ini membuatmu terluka karena secara nggak sadar kamu seperti teringat pengalaman masa kecil saat orang tua kurang memberikan perhatian terhadap apa yang kamu kerjakan.

Ternyata ada penjelasan ilmiahnya

Apa Iya Kamu Nggak Perlu Memusingkan Masalah Kecil dengan Pasangan? freepik.com/wavebreakmedia

Neurofisiologi manusia terbentuk di lingkungan paling awal dalam koordinasi biologis dan relasional dengan pengasuh awal kita. Itu semua membuat “states of being” atau "keberadaan" kita, baik keadaan masa lalu maupun saat ini, tersimpan di dalam tubuh.

Oleh karena itu, semua manusia pada dasarnya bergerak di antara kondisi “states of being” sekarang dan masa lalu sepanjang hari.

Saat seseorang mengalami trauma tingkat tinggi, ada kemungkinan bahwa sistem fisiologisnya mengandung lebih banyak keadaan masa lalu daripada saat ini. Meskipun bukan trauma tingkat tinggi, hampir semua orang pernah mengalami trauma relasional dalam perkembangan awal. Artinya, neurofisiologi kita yang terbentuk di masa lalu akan dipicu oleh orang-orang yang berhubungan dengan kita di masa sekarang.

Jangan ragu bicarakan masalah sekecil apa pun dengan pasangan

Apa Iya Kamu Nggak Perlu Memusingkan Masalah Kecil dengan Pasangan? Freepik.com/wayhomestudio

Saat suami terlihat nggak menghargai dengan apa yang kamu lakukan, katakan padanya. Tapi, ingat, harus dengan cara baik-baik dan nada suara lembut agar tidak menimbulkan masalah baru, ya. Jelaskan juga padanya apa yang membuatmu nggak suka atau merasa kesal dengan perbuatan yang sudah dilakukannya.

Memberitahu pasangan kalau kekesalan yang kamu rasakan ada alasannya dan bukan hanya asal marah-marah, bisa membuatnya lebih mengerti dan nggak terlalu defensif. Bukan nggak mungkin pasangan jadi merasa lebih terhubung denganmu karena rasa trauma masa kecil yang kamu miliki.

Hargai juga hal-hal kecil yang dilakukan pasangan

Apa Iya Kamu Nggak Perlu Memusingkan Masalah Kecil dengan Pasangan? Pexels.com/Jonathan Borba

Jika hal-hal kecil yang dilakukan pasangan bisa membangunkan trauma masa kecilmu, kamu juga seharusnya bisa menghargai hal-hal kecil yang dilakukannya. Saat bercanda dengannya, mungkin itu bisa mengingatkan kemesraan kedua orangtua yang dulu selalu kamu lihat saat kecil. Ketika pasangan membantu memasak, misalnya, jadikan itu salah satu kenangan manis seperti saat kamu memasak dengan nenek di masa kecil.

Dengan belajar menghargai hal-hal kecil yang dilakukan pasangan, hal-hal kecil yang bisa jadi masalah akan lebih mudah teratasi. Sehingga mungkin ada saatnya kamu nggak perlu memusingkannya karena itu semua bisa diatasi bersama dengan mudah.

Baca Juga: 6 Zodiak Paling Santai Menjalani hidup dan Menghadapi Masalah

Baca Juga: Stres Masalah Keluarga? Ini 10 Cara Paling Ampuh untuk Mengatasinya

Baca Juga: 11 Ciri Suami yang Baik, Termasuk Pasangan Kamu Nggak?