Kita hidup dalam masyarakat patriarkat yang menekankan garis keturunan laki-laki. Sebagai akibatnya, laki-laki dianggap lebih memiliki kuasa daripada perempuan dalam bidang publik. Sementara itu, peran wanita dikerucutkan menjadi pengurus rumah tangga. Tapi hal tersebut tak lantas menjadikan wanita memiliki kendali terhadap rumah tangganya sendiri, lho. Buktinya di Indonesia sendiri kepala rumah tangga idealnya adalah sang suami atau ayah. Lalu seberapa berpengaruh kah peran wanita dalam menjalankan rumah tangga yang tradisional? Menurut pengamatan Popbela, ada lho tradisi rumah tangga yang walaupun dianggap melenceng dari keseteraan gender, ternyata justru bisa memberdayakan kaum perempuan! Penasaran apa saja hal-hal tersebut? Yuk, simak di bawah ini. 

 

1. Tanggung jawab membesarkan anak

Ternyata 4 Tradisi Rumah Tangga Ini Justru Sangat Memberdayakan Kaum Perempuan, Lho!insidethemagic.com

Mungkin poin ini mengejutkan bagimu. tapi ternyata wanita yang diberi tanggung jawab penuh untuk membesarkan anak-ananya sesungguhnya punya kendali dan daya yang lebih besar terhadap nilai-nilai yang akan ditanamkan pada generasi selanjutnya. Nah, sayangnya wanita jadi dituntut untuk menomor duakan karier demi mendidik anak-anak mereka. Mengasuh anak juga memungkinkan para wanita untuk mewariskan pola pikir feminis pada anak-anaknya, yaitu bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara dalam segala lingkup seperti rumah tangga, sosial, budaya, agama, dan ekonomi. 

 

2. Hari Ibu

Ternyata 4 Tradisi Rumah Tangga Ini Justru Sangat Memberdayakan Kaum Perempuan, Lho!aceshowbiz.com

Hari Ibu pertama kali dirayakan untuk mengenang seorang wanita yang berprestasi tak hanya dalam bidang domestik, namun juga dalam bidang pergerakan sosial yang signifikan. Ann Jarvis adalah seorang perawat semasa perang sipil di Amerika Serikat. Ann memegang peranan yang sangat penting dalam membangun negosiasi dan perdamaian antara para wanita dari satu pihak dan lainnya dalam perang tersebut. Maka untuk mengingat jasa dan keberaniannya, seorang aktivis hak-hak perempuan Julia Ward Howe mengajukan Hari Ibu sebagai hari nasional Amerika Serikat. 

 

3. Bekerja sambil mengurus rumah tangga

Ternyata 4 Tradisi Rumah Tangga Ini Justru Sangat Memberdayakan Kaum Perempuan, Lho!huffingtonpost.com

Di era modern ini, perempuan tidak hanya diharapkan untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis, tapi juga untuk mengembangkan bakatnya dalam berkarier. Sepintas tampaknya ekspektasi ini tidak adil, karena beban laki-laki tidak sama besar dengan wanita untuk mengurus rumah tangga. Tapi ternyata kemampuan-kemampuan yang kamu asah karena terbiasa mengurus rumah tangga bisa menjadi modal yang sangat berarti untuk meningkatkan kinerja dan produktivitasmu sebagai wanita karier, lho! Kalau tidak percaya, coba baca dulu artikel ini. Para ibu ternyata punya kesempatan yang jauh lebih besar untuk sukses dalam kariernya. 

 

4. Mengajarkan kepekaan bagi anak laki-lakimu

Ternyata 4 Tradisi Rumah Tangga Ini Justru Sangat Memberdayakan Kaum Perempuan, Lho!aceshowbiz.com

Anak laki-laki biasanya lebih dituntut untuk selalu bersikap tegar, kuat, dan pemberani. Akibatnya, mereka jadi harus menekan emosi serta perasaan mereka. Padahal, seperti halnya perempuan, laki-laki juga manusia yang bisa merasakan sedih, kecewa, takut, dan gembira. Nah, saat kecil, anak lelaki masih bermain dengan boneka-boneka binatang, dipeluk, dan didengarkan keluhannya. Tapi ketika tumbuh besar, kalau mengeluh sedikit mereka akan ditegur supaya bisa lebih menahan diri. Maka itu para ibu punya peluang untuk menanamkan nilai-nilai empati dan kepekaan bagi anak laki-laki mereka. Mereka juga bisa mengajarkan anak mereka untuk menghargai dan menghormati wanita. 

 

Bagaimana, Bela? Menjadi ibu rumah tangga itu jauh sekali dari kata sepele, bukan? Apakah kamu bercita-cita sebagai ibu rumah tangga? Ceritakan dong pada Popbela apa saja mimpi-mimpimu di bagian komentar di bawah ini!