Dalam sebuah pernikahan kita tentu sangat akrab dengan istilah ‘seserahan’. Bahkan, rasanya tak lengkap jika seserahan tidak dimasukkan ke dalam hal-hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan.

Calon mempelai pria memberikan seserahan sebagai sebuah simbol penghormatan kepada calon mempelai wanita beserta keluarga. Bahkan tradisi seserahan pun menjadi sebuah momen yang berharga pula dan kerap diabadikan sebagai bagian dari sakralnya pernikahan.

Namun, kita terkadang sering bertanya-tanya apa hukum tradisi seserahan dalam agama Islam? Apakah seserahan merupakan hal yang wajib untuk dilakukan? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Hukum seserahan menurut Agama Islam

Hukum Tradisi Seserahan dalam Agama Islamunsplash.com/ Samantha Gades

Memberikan berbagai barang-barang yang diperuntukkan bagi calon istri atau biasa disebut dengan seserahan tidak dilarang dalam agama Islam. Pemberian seserahan ini biasa dilakukan sebagai sebuah penghormatan kepada calon mempelai wanita dan keluarga. Penyerahan berbagai barang-barang ini dilakukan pada sesi lamaran, dan biasanya barang-barang tersebut merupakan barang yang berguna bagi calon mempelai wanita kelak.

2. Perbedaan mahar dan seserahan

Hukum Tradisi Seserahan dalam Agama IslamPexels.com/Dogukan Benli

Bagi beberapa orang, istilah mahar dengan seserahan sering disamakan. Padahal, keduanya memiliki arti yang berbeda. Mahar merupakan syarat yang wajib dipenuhi saat prosesi ijab qabul. Tentu, jika pasangan menikah tanpa adanya mahar maka pernikahan tersebut tidak sah.

Seserahan sejatinya merupakan simbol persembahan terhadap mempelai wanita dan juga sebagai tanda terjalinnya silaturahmi di antara kedua keluarga. Hukumnya tidak wajib, namun seserahan menjadi sebuat tradisi yang membuat pernikahan semakin terasa sakral dan bermakna.

3. Seserahan tidak menjadi persyaratan utama akan sahnya pernikahan

Hukum Tradisi Seserahan dalam Agama IslamPexels.com/Pixabay

Berbeda dengan mahar, seserahan tidak menjadi persyaratan utama akan sahnya sebuah pernikahan. Jadi, jika tidak ada sebuah seserahan pun tidak masalah, namun pastikan hal ini merupakan kesepakatan bersama kedua calon mempelai dan keluarga.

Perlu diingat pula, Islam tidak menganjurkan untuk berlebihan soal harta, begitu juga dengan seserahan. Karena, kehidupan setelah menikah nanti menjadi sebuah hal yang jauh lebih penting. Jika memang ingin ada seserahan ketika lamaran, maka pastikan tidak menimbulkan kesombongan apalagi sampai menjadi ajang memamerkan harta.

4. Seserahan jangan sampai memberatkan mempelai pria

Hukum Tradisi Seserahan dalam Agama Islamdok.internet

Nah, seserahan pun tidak boleh sampai memberatkan mempelai pria. Meski biasanya seserahan ditentukan oleh permintaan calon mempelai wanita, namun harus tetap mengetahui batasan dan jangan sampai mengikuti gengsi maupun ego. Perhatikan kemampuan mempelai pria, jangan sampai dia memaksakan diri hanya untuk memenuhi keinginan calon istrinya.

Apalagi di zaman saat ini di mana kehidupan pribadi dapat dengan mudah diekspos dengan kehadiran media sosial, sehingga bisa membuat acara lamaran yang sakral jadi ajang pamer di media sosial dengan seserahan yang diberikan calon pasangan.

Hal ini tidak baik ya Bela, jangan sampai karena ingin dipandang ‘wah’ oleh orang-orang kamu justru malah membuat pasangan kesulitan. Ingat, pernikahan tidak hanya soal lamaran dan pesta, kamu juga harus memikirkan kehidupan rumah tangga ke depannya.

5. Seserahan bisa ditentukan melalui diskusi

Hukum Tradisi Seserahan dalam Agama Islamfreepik.com/freepik

Oleh karena itu, sebelum menentukan apa saja yang akan dibeli sebagai barang untuk seserahan, ada baiknya kamu dan pasangan mendiskusikannya dengan baik. Terbukalah mengenai apa yang kamu inginkan dan jangan jadi egois.

Coba dengarkan apa yang menjadi concern pasangan soal seserahan, carilah jalan tengahnya dan jangan sampai memberatkan satu pihak. Ingat, bicarakan dan diskusikan baik-baik dengan pasangan, ya!

Nah, itulah hukum tradisi seserahan dalam agama Islam yang perlu diketahui. Jangan sampai kamu melupakan esensi sebenarnya dari tradisi ini hanya karena ingin pamer, ya!

Baca Juga: 5 Bahaya Red Flags dalam Hubungan Pernikahan

Baca Juga: Saling Menghargai, 5 Batasan Ini Harus Tetap Ada Meski Sudah Menikah

Baca Juga: Seperti Apa Kriteria Calon Suami yang Baik Menurut Islam?