Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Mankeeping di Dalam Hubungan Pernikahan

Mengenal Mankeeping di Dalam Hubungan Pernikahan
Pexels.com/Alex Green
Intinya Sih
  • Mankeeping adalah istilah yang menggambarkan perempuan berperan sebagai penopang emosional utama dalam hubungan, sering kali tanpa mendapatkan timbal balik yang seimbang dari pasangan.
  • Perilaku ini muncul karena pola asuh dan norma sosial yang menanamkan tanggung jawab emosional pada perempuan, sementara laki-laki kurang diajarkan keterampilan serupa sejak kecil.
  • Dampaknya bisa berupa kelelahan emosional dan ketidakseimbangan hubungan, sehingga perlu komunikasi terbuka serta pembagian peran yang lebih adil antara pasangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di dalam hubungan pernikahan, nyatanya perempuan seringkali tanpa sadar memikul peran sebagai pendukung emosional, maupun terus-menerus mengantisipasi kebutuhan pasangannya. Sayangnya, tindakan ini seringkali dapat menyebabkan kelelahan, baik secara fisik maupun emosional. Sikap inilah yang disebut sebagai mankeeping, atau secara harfiah diartikan dengan "menjaga laki-laki."

Mankeeping menunjukkan bahwa perempuan bertindak sebagai pengasuh, daripada sosok setara yang juga harus dipenuhi kebutuhannya dalam hubungan. Untuk lebih jelas memahami mankeeping di dalam hubungan, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Table of Content

1. Apa itu mankeeping dalam hubungan pernikahan?

1. Apa itu mankeeping dalam hubungan pernikahan?

Mengenal Mankeeping dalam Hubungan Pernikahan
Pexels.com/SHVETS production

Mankeeping merupakan istilah yang dicetuskan pada tahun 2024 oleh seorang psikolog sosial di Universitas Stanford, Angelica Ferrara yang merujuk kepada perempuan yang sering bertindak sebagai penopang emosional, pemecah masalah, pengatur sosial, pengelola emosi, hingga terapis tidak resmi bagi pasangan mereka.

Menurut terapis integratif, Dr. Isabel Kloiber, meski perempuan memikul beban emosional yang besar dalam hubungan, namun sering kali mereka tidak mendapatkan balasan dan pengakuan yang seharusnya.

“Ini adalah cerminan modern dari peran gender yang sudah ketinggalan zaman, di mana perempuan diharapkan memikul beban emosional, sering kali tanpa diakui atau dibalas.” Jelas Isabel.

2. Apa penyebab dari mankeeping?

Mengenal Mankeeping dalam Hubungan Pernikahan
Pexels.com/Alex Green

Penyebab dari tindakan mankeeping menurut terapis, Chloe Bean, LMFT bisa berakar dari perempuan yang dididik sejak usia muda untuk peka secara emosional, bertanggung jawab dalam hubungan, dan akomodatif. Tapi sebaliknya, justru banyak laki-laki yang sejak kecil tidak didorong untuk mengembangkan keterampilan emosional yang sama, ataupun diajarkan untuk mengekspresikan dan berbagi perasaan mereka selayaknya perempuan. 

Chloe pun menyebut bahwa seringkali perempuan bahkan tidak menyadari bahwa mereka tengah melakukan mankeeping kepada pasangan. 

“Sebagai orang dewasa, hal ini dapat menciptakan dinamika di mana perempuan secara alami mengambil peran sebagai pengatur emosi, pengasuh, atau bahkan orang tua tanpa menyadarinya,” ungkapnya.

3. Apa ciri-ciri mankeeping?

Mengenal Mankeeping dalam Hubungan Pernikahan
Freepik.com/DC Studio

Terdapat beberapa ciri-ciri ketika perempuan melakukan mankeeping di dalam hubungan pernikahannya. Di antaranya sebagai berikut:

  • Menjadi tempat curhat: Ketika kamu berada dalam posisi menjaga pasangan, kamu biasa diandalkan untuk menjadi tempat curhat, sekaligus memecahkan masalah yang tengah ia hadapi.

  • Kamu merencanakan acara dalam hubungan sendirian: Ciri lainnya kamu seringkali merencanakan acara, seperti kencan dan hal lainnya tanpa bantuan dari pasanganmu.

  • Kamu selalu mengingatkan dia: Mankeeping juga terlihat ketika kamu berusaha untuk selalu mengingatkannya. Contohnya, kamu seringkali mengingatkan dia untuk menelepon kedua orang tuanya, maupun menghubungi kerabatnya.

4. Apa dampak dari mankeeping?

Mengenal Mankeeping dalam Hubungan Pernikahan
Pexels.com/Antoni Shkraba Studio

Mankeeping tentu mengakibatkan dampak yang negatif, seperti munculnya perasaan kelelahan di dalam hubunganmu. Sebab, kamu terus berperan sebagai ‘orang tua’ emosional bagi pasangan. Kamu juga rentan merasa kesepian dan bahkan terputus secara emosional darinya akibat selalu menjadi penyangga emosional, kendati dia punya kemampuan untuk memenuhi beberapa kebutuhan emosionalnya sendiri.

Selain itu, kalau kamu terus melakukan tindakan ini, rasa kebencian terhadap pasangan dan diri sendiri pun sangat rentan untuk muncul.

5. Bagaimana cara menghentikan sikap mankeeping?

Mengenal Mankeeping dalam Hubungan Pernikahan
Pexels.com/Alena Darmel

Untuk memutus pola mankeeping dalam pernikahan, tentunya diperlukan usaha dan komitmen yang nyata. Pertama, kamu bisa coba ajak pasangan untuk berdialog dan menjelaskan bahwa kamu membutuhkan keseimbangan, terutama dari sisi emosional.

Menurut terapis yang berbasis di San Diego, Ross Kellogg, LMFT, penting untuk menggunakan pernyataan “Aku…” untuk menegaskan permasalahan, alih-alih menggunakan pernyataan “Kamu…” yang cenderung membuat pasangan bersikap defensif. 

Contoh pernyataan yang bisa disampaikan seperti, “Aku merasa lelah karena harus terus-menerus mengelola seluruh jadwal dan membantumu untuk meregulasi emosi.”

Berikutnya, psikoterapis, Dr. Suzanne Wallach, menekankan pentingnya untuk mulai percaya dalam pembagian ‘beban’ dengan pasangan, baik itu dalam merencanakan sesuatu, maupun berperan aktif untuk mendukung satu sama lain.

“Bisakah Anda berbagi beban dalam hal siapa yang memulai rencana sosial, siapa yang memeriksa keadaan orang lain, dan siapa yang saling mendukung ketika ada masalah? Pria dapat menerapkan perubahan dengan mencari lebih banyak dukungan sosial dan terkadang dukungan terapeutik.” Terang Suzanne.

Selain itu, sadari bahwa sikap yang kamu lakukan ini bukanlah untuk mengubah atau memperbaiki pasangan, tetapi lebih kepada pemulihan peran di dalam hubungan yang selama ini timpang.

So, itulah penjelasan mengenai mankeeping di dalam hubungan pernikahan. Semoga bermanfaat, Bela!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Related Articles

See More