Asal Usul Istilah WAGs Dalam Sepak Bola dan Olahraga

- Istilah WAGs berasal dari singkatan ‘wives and girlfriends’ yang digunakan media Inggris untuk menyebut pasangan atlet, terutama pesepak bola, dan mulai populer sejak awal 2000-an.
- Fenomena WAGs mencapai puncak sorotan global saat Piala Dunia 2006 di Jerman, ketika gaya hidup glamor para pasangan pemain Inggris menarik perhatian publik dan media dunia.
- Makna WAGs kini berkembang lebih luas; tak hanya melekat pada pasangan pesepak bola, tapi juga mencerminkan identitas mandiri perempuan modern di berbagai cabang olahraga.
Di balik sorotan stadion dan gemerlap dunia olahraga, ada satu istilah yang sering ikut mencuri perhatian, WAGs. Kamu mungkin pernah dengar istilah ini dalam acara olahraga. Sebutan ini biasanya melekat pada pasangan para atlet ternama, mulai dari pesepak bola, pembalap, hingga bintang olahraga dunia, yang kerap jadi pusat perhatian publik.
Nggak sekadar label untuk “pacar atau istri atlet”, sebutan ini lahir dari budaya media Inggris dan mulai populer sejak era sepak bola tahun 2000-an. Yuk, kenalan lebih jauh dengan asal-usul istilah WAGs dan bagaimana label ini berkembang jadi fenomena pop culture yang masih ramai dibahas sampai sekarang.
Table of Content
1. WAGs adalah singkatan dari Wives and Girlfriends

Istilah WAGs berasal dari singkatan wives and girlfriends, yang secara harfiah berarti “istri dan pacar.” Sebutan ini digunakan untuk merujuk pada pasangan romantis atlet profesional, terutama pemain sepak bola. Awalnya, istilah ini dipakai secara informal oleh media Inggris untuk mempermudah penyebutan pasangan para pemain dalam satu kelompok.
2. Mulai populer di Inggris pada era 2000-an

Popularitas istilah WAGs meledak di awal tahun 2000-an, terutama di Inggris. Media lokal mulai ramai menggunakan istilah ini untuk menyebut pasangan para pemain tim nasional sepak bola Inggris yang sering muncul bersama di berbagai acara besar. Kehidupan pasangan atlet pun ikut menjadi bahan pemberitaan publik.
Mengutip dari History Workshop, menurut cerita yang banyak dipercaya, istilah ini pertama kali muncul dalam artikel surat kabar Sunday Telegraph pada tahun 2002, ketika staf sebuah klub di Dubai menyebut pasangan pemain bola dengan julukan “WAG”.
Namun, ada anggapan bahwa “era WAGs” sebenarnya dimulai lebih awal, yaitu sekitar tahun 1999 ketika Victoria Beckham dan David Beckham menikah. Mereka dianggap sebagai “power couple” pertama di dunia sepak bola yang membuat kehidupan pasangan atlet ikut jadi pusat perhatian publik.
Topik tentang pasangan atlet semakin diminati publik dan media, bahkan sempat ada drama TV tentang kehidupan istri pemain bola berjudul Footballers' Wives yang sangat populer di Inggris pada awal 2000-an.
3. Meledak saat Piala Dunia 2006

Fenomena WAGs makin mendunia dan menjadi pusat perhatian dunia saat Piala Dunia 2006 di Baden-Baden, Jerman. Para pasangan pemain tim nasional Inggris ikut terbang ke Jerman untuk mendukung suami atau kekasihnya di FIFA World Cup 2006. Kala itu, perhatian media justru banyak tertuju pada gaya hidup, outfit, pesta pora, hingga aktivitas para pasangan pemain dibanding pertandingan itu sendiri atau prestasi dari suami mereka.
Sosok seperti Victoria Beckham menjadi salah satu figur yang ikut memopulerkan citra WAGs sebagai perempuan stylish dan berpengaruh di dunia hiburan maupun fashion. Para istri pemain Inggris lainnya, seperti Coleen Rooney dan Cheryl Cole juga menjadi sorotan karena gaya hidupnya yang sangat glamor, hobi belanja bernilai miliaran rupiah, dan penuh pesta pora.
4. Awalnya punya konotasi stereotip

Di balik popularitasnya, para WAGs juga sering mendapat penilaian negatif. Media Inggris kerap menggambarkan mereka sebagai perempuan yang hanya suka belanja, hidup mewah, dan menghabiskan uang pasangannya. Banyak pemberitaan saat itu bernada meremehkan atau seksis terhadap perempuan-perempuan ini.
Padahal, banyak dari mereka punya karier sendiri yang sukses sebagai penyanyi, model, presenter, influencer, atau pebisnis, hingga atlet profesional. Tapi identitas mereka sering kali tetap dibatasi hanya sebagai “pacar atau istri atlet”.
5. WAGs juga berkaitan dengan perubahan budaya hingga jadi kambing hitam

Masih menurut artikel History Workshop, munculnya WAGs juga mencerminkan perubahan besar di dunia sepak bola. Setelah liga sepak bola Inggris makin dikomersialisasikan sehingga semakin kaya dan pemain mendapat bayaran fantastis, kehidupan para atlet ikut berubah menjadi lebih mewah. Pasangan mereka pun otomatis ikut tersorot.
Karena banyak pemain sepak bola berasal dari keluarga kelas pekerja lalu mendadak kaya raya, publik Inggris saat itu juga punya rasa penasaran sekaligus kritik terhadap gaya hidup baru mereka, termasuk para pasangannya. Media-media Inggris zaman itu sering kali mengejek mereka sebagai orang kaya baru yang "kampungan".
Media kala itu juga membuat framing kalau fenomena WAGs dianggap mencerminkan budaya post-feminism di akhir tahun 90-an dan awal 2000-an. Budaya ini menganggap bahwa perjuangan kesetaraan gender sudah selesai, sehingga perempuan bebas merayakan sisi feminin mereka secara berlebihan melalui penampilan fisik, pakaian desainer, dan gaya hidup konsumtif tanpa beban politik.
Ada pula tradisi lama di media yang suka menyalahkan perempuan atas kegagalan laki-laki. Contohnya pada tahun 2002, kapten Manchester United, Roy Keane, terang-terangan menyalahkan para istri pemain atas performa buruk timnya, dengan tuduhan bahwa para pemain terdistraksi oleh obsesi pasangan mereka terhadap kekayaan dan barang mewah.
6. Kini maknanya makin luas dan modern

Seiring waktu, banyak orang menganggap istilah WAG semakin lama justru terkesan merendahkan perempuan karena membuat identitas mereka terbatas sebagai pasangan saja. Beberapa figur publik bahkan menolak disebut WAG karena merasa punya identitas dan karier sendiri.
Kini, istilah tersebut nggak cuma dipakai untuk pasangan pemain sepak bola, tapi juga atlet dari berbagai cabang olahraga seperti basket, Formula 1, hingga tenis. Bahkan, banyak WAGs yang kini punya basis penggemar sendiri karena personal branding mereka yang kuat.
Di era media sosial sekarang, sosok WAGs juga sering dianggap sebagai representasi relationship goals, support system pasangan, sampai inspirasi fashion dan lifestyle. Istilah WAGs nggak lagi selalu negatif, tapi juga bermuatan positif.
Itulah asal usul istilah WAGs yang terkenal di dunia olahraga khususnya sepak bola.


















