Menghadapi pasangan yang melakukan silent treatment atau perlakuan diam tentu bisa sangat menguras emosi. Sebab, kamu merasa bingung mengapa dia tiba-tiba mendiamkan dan mengabaikanmu, bahkan tanpa penjelasan sama sekali. Dalam situasi ini wajar jika kamu merasa frustasi dan bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.
8 Cara Menyikapi Silent Treatment dalam Hubungan, Tetap Tenang

- Silent treatment muncul karena tekanan emosional atau keinginan mengontrol, bukan selalu kesalahan pasangan yang didiamkan.
- Menyikapi perlakuan diam perlu ketenangan, komunikasi netral, menetapkan batasan sehat, dan fokus pada kesejahteraan diri sendiri.
- Jika perilaku diam terus berulang tanpa perubahan, penting mengevaluasi hubungan demi menjaga kesehatan mental jangka panjang.
Tapi ketimbang menyalahkan diri sendiri, sadari kalau sikap yang dilakukan pasangan cenderung menunjukkan kapasitasnya dalam berkomunikasi dan menghadapi konflik. Yes, menurut psikolog, Kia-Rai Prewitt, PhD, alasan seseorang melakukan silent treatment bisa disebabkan karena ia merasa tertekan dan tidak punya kemampuan untuk merespons dengan cara yang lebih baik.
“Terkadang, orang-orang sangat tertekan secara emosional sehingga mereka secara fisiologis berhenti merespons—mereka tidak punya cara lain untuk bereaksi,” jelas Kia.
Ia lalu menambahkan, “Mereka bahkan tidak bisa mencerna informasi yang Anda berikan, apalagi memberikan respons verbal. Ini disebut 'banjir emosi'.”
Alasan lain seperti ingin memiliki kontrol atas orang lain, ataupun tujuan menghukum juga bisa menyebabkan seseorang melakukan perlakuan diam. Namun, terlepas dari apapun penyebabnya, kamu perlu mengetahui cara menyikapi silent treatment untuk melindungi kesehatan mental dan mencegah pola toxic dalam hubunganmu.
Apa sajakah itu?
Berikut Popbela bagikan informasi selengkapnya untukmu.
Table of Content
1. Tenangkan diri dan akui perasaanmu

Sebelum kamu ingin mendapatkan kejelasan tentang perlakuan diam pasangan, tenangkanlah diri terlebih dulu. Karena, seringkali silent treatment memicu sensitivitas terhadap penolakan, serta kecemasan.
Cobalah untuk menarik napas panjang dan hembuskan secara perlahan selama beberapa kali hingga kamu merasa lebih rileks. Selanjutnya, yakinkan diri bahwa sikap yang pasangan tunjukkan lebih menunjukkan pola perilakunya, alih-alih nilai dirimu.
Selain itu, akui dan sebutkan perasaanmu saat ini. Apakah itu bingung? Frustasi? Marah? Atau perasan lainnya? Dengan begitu, kamu bisa memproses emosi dengan lebih baik.
2. Sebutkan situasinya dan komunikasikan tentang permasalahannya

Ketika kamu merasa lebih tenang, kamu bisa ungkapkan situasi yang terjadi. Tapi, pastikan untuk menggunakan kalimat yang netral, daripada menyerang atau menyalahkan, agar pasangan lebih terbuka dan tidak bersikap defensif.
Contoh kalimatnya seperti, “Aku perhatikan akhir-akhir ini kamu bersikap diam, apa ada hal yang ingin kamu sampaikan padaku?” atau “Aku perhatikan kamu tidak membalas pesanku berhari-hari. Jika ada masalah, aku harap kamu bisa memberitahukannya padaku.”
Dengan menyampaikan hal ini, diharapkan pasangan bersedia untuk membuka komunikasi.
3. Hindari menyalahkan diri sendiri

Menyikapi silent treatment bisa jadi hal yang cukup mengikis kepercayaan diri dan rentan membuatmu merasa bersalah. Akan tetapi, pahamilah bahwa apa yang pasanganmu lakukan tidak selalu menunjukkan bahwa kamu mempunyai kesalahan. Sikap ini bisa jadi menunjukkan bahwa ia merasa bingung untuk menyelesaikan konflik, ataupun membutuhkan waktu untuk memproses perasaannya.
Memang, untuk alasan yang lebih ekstrem, perlakuan diam bisa bertujuan untuk mengontrol atau menghukum. Tapi, sadari apabila kamu berhak mendapatkan penjelasan dan menemukan penyelesaian konflik bersama.
4. Hindari mengejar secara berlebihan

Menghadapi pasangan yang mendiamkanmu tentu bisa memantik rasa cemas dan frustasi. Kendati demikian, hindari untuk mengejar dan mengemis penjelasannya. Kamu juga tidak perlu meminta maaf atas hal-hal yang kamu asumsikan membuat dia mengabaikanmu. Sebab, tindakan ini bukannya membuat pasangan semakin terbuka, melainkan membuatnya bisa bertindak semena-mena.
5. Tetapkan batasan

Cara menyikapi silent treatment dalam hubungan selanjutnya yakni dengan menetapkan batasan yang sehat dengan pasangan. Yup, setelah mencoba mengomunikasikannya dengan jelas, kamu juga mesti menetapkan batasan guna melindungi kesejahteraan dirimu sendiri.
Kamu bisa sampaikan jika kamu membutuhkan komunikasi untuk mendapatkan kejelasan dan memberinya ruang beberapa hari. Tapi, kalau dia tetap tidak memberikan respons, kamu bisa coba berikan batasan lebih tegas seperti mempertimbangkan keberlangsungan hubungan.
6. Fokuslah pada diri sendiri

Karena perlakuan diam bisa berdampak negatif terhadap kesejahteraan dan kepercayaan diri, maka penting untuk belajar memfokuskan atensimu kepada diri sendiri. Kamu bisa lakukan kegiatan yang kamu sukai, juga menghabiskan waktu bersama teman-teman terdekat. Kemudian ingatkan dirimu bahwa kamu layak dicintai, sekalipun pasanganmu mendiamkanmu.
7. Akui pengalaman pasangan dan perasaanmu

Apabila pasangan bersedia untuk berkomunikasi dan menjelaskan apa yang terjadi, penting untuk mengakui pengalaman dan perasaannya. Ini menunjukkan bahwa kamu peduli dan ingin memahami dia lebih baik dengan komunikasi yang lebih sehat dan terbuka. Sikap ini juga menjadi awal untuk membangun kepercayaan di antara kamu dan pasangan.
8. Evaluasi hubunganmu

Kalau kamu mengalami perlakuan diam berkali-kali, tandanya ini sudah menjadi pola tidak sehat yang dimiliki pasangan. Oleh karenanya, kamu perlu mulai mengevaluasi hubunganmu, terlebih jika kamu sudah berusaha untuk berkomunikasi, tapi tidak ada perubahan sikap sama sekali. Sebab, hal ini hanya akan mengakibatkan dampak buruk terhadap kesejahteraan mentalmu dalam jangka panjang.
Menghadapi pasangan yang melakukan perlakuan diam memang bisa membuatmu frustasi dan kelelahan. Tetapi, dengan mengikuti cara menyikapi silent treatment dalam hubungan di atas, semoga bisa membantumu mengatasi sikap pasangan tanpa kehilangan diri sendiri ya, Bela.


















