Apa Itu Zombieing dalam Percintaan? Lebih Buruk dari Ghosting!

- Zombieing adalah perilaku seseorang yang tiba-tiba menghilang seperti ghosting lalu muncul kembali, sering kali lewat interaksi ringan di media sosial atau pesan singkat.
- Tindakan ini dianggap lebih buruk dari ghosting karena bisa memicu kelelahan mental dan trauma emosional bagi korban, serta dilakukan demi perhatian atau validasi diri pelaku.
- Cara menghadapi zombieing meliputi konfrontasi tegas, memahami motif pelaku, membatasi akses komunikasi, hingga memilih move on demi menjaga kesehatan emosional.
Saat ini, tampak semakin banyak istilah tren kencan terbaru yang bermunculan, salah satunya ialah zombieing. Ketika melihat kata “zombie” di dalam istilah ini, mungkin kamu langsung mengaitkannya dengan makhluk mengerikan. Tapi tentu saja, “zombieing” nggak ada hubungannya dengan hal-hal horor. Kendati begitu, zombieing dianggap sebagai tindakan yang ‘menakutkan’ oleh banyak pelaku kencan.
Jadi, apa itu zombieing dalam percintaan?
Ini dia penjelasan selengkapnya buat kamu. Scroll terus!
Arti zombieing dalam percintaan

Mengutip laman Feeld, zombieing merupakan tindakan di mana seseorang seketika menghilang tanpa kabar atau ghosting, kemudian muncul kembali ke dalam hidup sang korban. Kemunculan pelaku bisa terdeteksi dari beberapa perilaku, seperti menyukai postinganmu di sosial media setelah berbulan-bulan lamanya mengabaikan pesanmu, mengirimkan chat singkat, hingga tiba-tiba menelepon.
Banyak yang menyebut bahwa tindakan zombieing lebih buruk dari sekadar ghosting. Karena, sikap ini bukan cuma bisa menyebabkan rasa lelah secara mental, melainkan juga memicu trauma ditinggalkan.
Alasan seseorang melakukan zombieing

Ada beberapa alasan yang mendasari seseorang melakukan zombieing. Bisa itu untuk mencari perhatian, keinginan untuk mendapatkan ‘hiburan,’ hingga menjadikan korbannya sebagai opsi.
Melansir laman Refinery29, pakar hubungan untuk aplikasi Clarity, Kate Balestrieri, PsyD mengatakan bahwa perilaku ini juga menjadi cara pelaku untuk mendapatkan validasi dari korbannya.
"Mereka ingin melihat apakah mereka masih bisa mendapatkan reaksi. Mereka menggunakannya sebagai cara untuk mendapatkan validasi jika mereka merasa rendah diri," tutur Kate.
Ia lalu melanjutkan, “Terkadang mereka menghubungi karena merasa bersalah dan ingin melihat apakah Anda marah kepada mereka atau apakah Anda baik-baik saja."
Sementara untuk alasan yang ‘positif,’ Kate menyebut jika pelaku mungkin merasa kehilangan kesempatan untuk mengenal korbannya dengan lebih jauh.
"Mereka mungkin menyadari bahwa mereka telah melewatkan kesempatan untuk mengenal Anda dan mereka berharap masih ada kesempatan untuk itu," ungkapnya.
Cara menghadapi seseorang yang melakukan zombieing

Terlepas dari apapun alasannya, tindakan zombieing tentu nggak bisa dibenarkan. Sebab, mengabaikan seseorang, kemudian kembali seolah si pelaku tidak pernah menghilang begitu saja bukanlah sikap yang dewasa dan bisa memberikan dampak negatif pada korbannya.
Itulah mengapa, kalau kamu mengalami situasi ini, Popbela akan bagikan cara menghadapi seseorang yang melakukan zombieing berikut ini.
1. Konfrontasi secara tegas

Pertama, kamu bisa tanyakan secara tegas perihal alasannya melakukan zombieing padamu. Yup, ini menunjukkan bahwa kamu menegaskan kalau apa yang dilakukan pelaku adalah sebuah sikap yang keliru dan tidak bisa dianggap sepele. Tindakan ini tentunya sangat penting, sebelum kamu memutuskan untuk kembali membuka komunikasi, atau tidak.
2. Sadari maksud di balik sikapnya

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pelaku zombieing bisa saja kembali karena dia tengah merasa bosan, ataupun membutuhkan validasi. Itu sebabnya, penting untuk menilai maksud yang ia miliki saat ini dengan baik. Kalau memang kali ini dia berniat serius, tegaskanlah batasan seperti hal-hal apa saja yang bisa kamu terima, dan tidak, serta konsekuensi yang ia dapatkan, apabila melanggarnya.
3. Hindari memberi kembali akses terlalu cepat

Kembalinya pelaku zombieing ke dalam hidupmu tentu patut untuk diwaspadai. So, hindari untuk memberikan akses dengan mudah kepadanya. Jangan sampai dia malah berlaku seenaknya dan melakukan hal serupa di kemudian hari.
4. Abaikan pesan dan block akun yang ia punya

Kalau kamu melihat adanya ketidakseriusan dari si pelaku, kamu bisa mengabaikan pesannya, atau bahkan mem-blocknya dari sosial mediamu, Bela. Ini adalah cara terbaik untuk menghindari kemungkinan pola berulang yang pernah ia lakukan sebelumnya, serta sebagai bentuk perlindungan kesejahteraan emosional dan mentalmu.
5. Move on

Move on menjadi cara lainnya yang dapat kamu ambil, alih-alih masih berharap jika pelaku zombieing akan berubah. Jadi, sibukkan dirimu dengan aktivitas menyenangkan dan kelilingi diri dengan orang-orang suportif. Yakinkan diri bahwa energi yang kamu miliki sangatlah berharga, dan nggak pantas untuk diberikan kepada orang yang berniat main-main denganmu.
Nah, setelah memahami apa itu zombieing dalam percintaan, kamu mesti menyadari jika perilaku ini bukanlah mencerminkan siapa kamu, melainkan menjelaskan siapa diri pelaku yang sebenarnya. Sehingga, ketika seseorang melakukan hal ini, hindari untuk menyalahkan dirimu sendiri. Semoga artikelnya bermanfaat untukmu, Bela.


















