Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Cuffing Season? Istilah Kencan dengan Pola Musiman

Apa Itu Cuffing Season? Istilah Kencan dengan Pola Musiman
ilustrasi pacaran pada cuffing season (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Cuffing season adalah fenomena kencan musiman saat seseorang mencari pasangan sementara di musim dingin untuk mendapatkan kehangatan dan kedekatan emosional.
  • Hubungan pada cuffing season biasanya berlangsung singkat, berbeda dengan situationship yang bisa terjadi kapan saja tanpa pola musiman dan cenderung tidak memiliki batas waktu jelas.
  • Fenomena ini punya sisi positif berupa kenyamanan emosional di musim sepi, namun juga berisiko menimbulkan kebingungan dan luka hati jika tanpa kejelasan komitmen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang yang mungkin belum familier dengan istilah cuffing season di dalam dunia kencan. Sebab, fenomena dating yang diterjemahkan secara harfiah sebagai “musim memborgol” ini memang lebih lumrah terjadi di negara empat musim, khususnya ketika mulai memasuki musim dingin. Fenomena ini pun kian mendapat sorotan di dalam pembahasan mengenai tren kencan modern.

Lantas, apa itu cuffing season?

Untuk menjawabnya, berikut Popbela uraikan penjelasan selengkapnya buat kamu. Gulir terus!

Apa itu cuffing season?

ilustrasi pacaran pada cuffing season (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi pacaran pada cuffing season (pexels.com/cottonbro studio)

Cuffing season atau musim cuffing merupakan sebuah istilah di mana seseorang ‘memborgol’ atau ‘mengikatkan’ dirinya dengan pasangan untuk beberapa bulan, terutama pada musim dingin. Istilah ini berasal dari kata “handcuff” yang diartikan secara harfiah sebagai borgol. Menurut terapis, Sara Stein, musim ini dapat diterjemahkan sebagai periode khusus di mana para jomblo mulai mencari pasangan.

“Musim cuffing adalah periode waktu di mana para lajang mungkin secara proaktif mencoba 'mengikat' atau 'memborgol' pasangan untuk memulai hubungan yang lebih serius dan intim,” ungkapnya.

Musim cuffing biasanya terdiri dari hubungan jangka pendek, ketimbang hubungan berkomitmen jangka panjang. Biasanya, hubungan ini berlangsung dari akhir musim gugur atau awal musim dingin hingga awal musim semi.

Mengapa orang tertarik untuk berpacaran pada cuffing season?

ilustrasi pacaran pada cuffing season (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi pacaran pada cuffing season (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Beberapa orang tertarik untuk mencari hubungan romantis selama cuffing season karena berbagai alasan. Menurut terapis seks bersertifikat, Holy Richmond, Ph.D., LMFT, CST, hal ini dapat disebabkan oleh alasan emosional, maupun fisik, Bela. Holy menyebut, dari segi emosional para jomblo bisa merasa kesepian dalam musim liburan yang bertepatan dengan musim dingin. 

Pernyataan Holy pun didukung oleh beberapa penelitian yang menyebut bahwa orang-orang secara umum tidak hanya cenderung merasa kesepian ketika cuaca dingin, melainkan juga lebih rentan dengan gangguan afektif musiman dan depresi, yang membuat mereka mencari kenyamanan dan koneksi dari orang lain.

"Sisi emosionalnya adalah ketika liburan, di mana orang-orang pulang ke keluarga mereka, beberapa orang lajang bisa merasa kesepian atau berbeda atau sedih karena tidak mempunyai pasangan," jelas Holy. 

Sementara dari segi fisik, Holy mengatakan bahwa beberapa orang berusaha mendapatkan rasa kehangatan yang sesungguhnya dengan menemukan pasangan di musim cuffing.

"Sisi fisiknya, menurut saya, lebih merupakan bagian dari biologi evolusioner. Kita adalah hewan berkelompok, dan di bulan-bulan musim dingin, kita harus menghabiskan waktu bersama secara harfiah untuk mendapatkan kehangatan." Terangnya.

Apa perbedaan cuffing season dan situationship?

ilustrasi pacaran pada cuffing season (freepik.com/prostooleh)
ilustrasi pacaran pada cuffing season (freepik.com/prostooleh)

Karena cuffing season terbentuk di musim tertentu saja, cenderung tidak mempunyai komitmen jangka panjang, dan terkesan ‘abu-abu’, sekilas musim cuffing tampak memiliki kesamaan dengan situationship atau hubungan tanpa status. Namun sebenarnya, ada beberapa perbedaan mendasar dari cuffing season dan situationship. Mengutip laman Zencare, berikut penjelasannya.

Jangka waktu hubungan berlangsung

ilustrasi pacaran pada cuffing season (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi pacaran pada cuffing season (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Hubungan cuffing season biasanya muncul di akhir musim gugur dan berlanjut hingga bulan-bulan di musim dingin dan biasa didorong oleh keinginan akan kehangatan dan kedekatan selama cuaca dingin. Namun, hubungan ini seringkali tidak mempunyai tanggal ‘akhir’ yang pasti. Tapi, biasanya orang-orang mengakhiri hubungan ini di sekitar musim semi saat kesempatan interaksi dan sosialisasi dengan dunia luar mulai meningkat.

Berbeda dengan cuffing season yang bertahan di musim tertentu saja, hubungan tanpa status tidak mengikuti pola musiman, melainkan bisa terjadi kapanpun dan tidak mempunyai titik akhir yang jelas. Dalam situationship, seseorang juga tidak bisa mendapatkan kejelasan sinyal kapan hubungan akan berakhir, seperti halnya cuffing season yang selesai ketika memasuki musim semi.

Hal yang memengaruhi terbentuknya hubungan

ilustrasi pacaran pada cuffing season (freepik.com/freepik)
ilustrasi pacaran pada cuffing season (freepik.com/freepik)

Hubungan pada cuffing season dipengaruhi oleh bulan-bulan dengan cuaca yang lebih dingin, ataupun musim liburan. Sebab, dalam periode ini seseorang mungkin merasa lebih tertekan untuk mempunyai pasangan untuk acara liburan, pertemuan keluarga, maupun Hari Valentine. Karena dimulai pada musim dingin, seringkali hubungan ini pun lebih fokus pada keintiman fisik, alih-alih kedalaman emosional.

Sementara situationship dapat terbentuk karena keinginan seseorang untuk terkoneksi dengan orang lain, tanpa adanya keinginan untuk menjadikan hubungannya secara resmi. Biasanya, hal ini dipicu oleh rasa takut akan kerentanan dan penghindaran komitmen. Oleh karenanya, situationship ditandai oleh ketidakpastian akan kejelasan hubungan, kendati masing-masing pihak terlibat dalam interaksi rutin. Pada akhirnya, hubungan ini hanya akan menimbulkan kebingungan emosional bagi kedua pihak yang menjalani.

Apa hal positif dan negatif dari berpacaran pada cuffing season?

ilustrasi pacaran pada cuffing season (freepik.com/freepic.diller)
ilustrasi pacaran pada cuffing season (freepik.com/freepic.diller)

Menurut beberapa ahli, cuffing season disebut mempunyai sisi positif maupun negatif. Untuk sisi positif, hubungan yang terjalin di musim cuffing dapat memberikan kenyamanan dan kedekatan yang diperlukan oleh seseorang pada musim-musim yang rentan dengan rasa kesepian. Situasi ini tentu bisa memberikan dampak positif kepada kesejahteraan mental dan emosional seseorang.

Tapi sisi negatifnya, hubungan yang terjalin sementara waktu seperti ini bisa mengaburkan batasan dan menyebabkan kebingungan. Apalagi saat kedua orang yang menjalaninya tidak mempunyai niatan yang jelas tentang ekspektasi dan keinginan mereka ketika berpacaran pada cuffing season. Sehingga, hubungan seperti ini rentan menyebabkan luka emosional.

So, setelah memahami tentang cuffing season, bagaimana pendapatmu mengenai fenomena kencan satu ini, Bela?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More