Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menyelami Jeritan Hati dan Luka Paling Dalam di Album 'Laika, Yang Ditinggalkan' - Nadin Amizah
Dok. Vony Wong
  • Nadin Amizah merilis album penuh ketiga, "Laika, Yang Ditinggalkan", lewat label Sorai sebagai ruang untuk meresapi pengabaian, kerinduan akan rumah, dan amarah terpendam.
  • Terinspirasi anjing antariksa Laika, album ini mengangkat kesepian serta luka akibat kebutuhan kasih sayang yang tak terpenuhi, termasuk realitas anak-anak tanpa figur ayah.
  • Album berisi 11 trek ini melibatkan 10 produser, termasuk Lafa Pratomo dan Baskara Putra; lagu "Ditemukan Sebuah Bangkai" berangkat dari berita jasad tanpa identitas saat banjir Jakarta 2020.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu membayangkan perasaan menjadi sosok yang paling mendambakan hangatnya pelukan, namun justru ditinggalkan sendirian di kegelapan tanpa batas? Rasa dingin dan sepi itulah yang coba diraba kembali oleh Nadin Amizah. Setelah sukses menyentuh hati para pendengarnya lewat deretan karya puitis, sang penyanyi-pencipta lagu asal Indonesia ini resmi membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya.

Di bawah naungan label Sorai, Nadin melepas album penuh ketiganya yang bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan. Bukan sekadar deretan nada indah, album ini menjelma menjadi ruang aman bagi siapa saja yang pernah merasakan perihnya diabaikan, merindukan rumah yang tak pernah ada, hingga belajar memeluk amarah yang lama terpendam.

Terinspirasi dari Anjing Antariksa, Simbol Hati yang Terluka

Dok. Vony Wong

Nama Laika bukan sekadar judul, melainkan napak tilas kisah nyata sang anjing martir Uni Soviet yang dikirim dalam perjalanan satu arah ke luar angkasa. Bagi Nadin, Laika adalah cerminan kerinduan mendalam akan kasih sayang yang berakhir menjadi alat keangkuhan semata. Nuansa yearning dan rasa kesepian ini ia hubungkan dengan realitas sosial anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah (fatherless country).

Melalui lirik yang tajam namun emosional, puan berusia 26 tahun ini menegaskan bahwa kemarahan yang meluap dalam lagunya, seperti pada trek “Reservasi Untuk Dua”, bukanlah bentuk kebencian murni, melainkan jeritan perih dari jiwa yang terlalu lama terluka.

Dari Kisah Nyata Hingga Potret Ketidakberesan Realitas

Dok. Vony Wong

Kepekaan pemilik akun @cakecaine ini dalam meresapi peristiwa di sekitarnya menjadi nyawa utama dalam album berisikan 11 trek ini. Salah satu lagu yang menyita perhatian, “Ditemukan Sebuah Bangkai”, lahir dari empati mendalam Nadin saat membaca berita ditemukannya jasad tanpa identitas kala banjir Jakarta mampir di awal tahun 2020. Meski piawai memotret realitas sekitar, Nadin menolak anggapan bahwa dirinya adalah juru selamat atau penyambung lidah publik; ia hanya manusia biasa yang mencoba jujur merawat rasa sakit yang juga dirasakan oleh orang banyak.

Eksplorasi Sonik Bersama 10 Produser Hebat

Dok. Vony Wong

Album Laika, Yang Ditinggalkan merupakan mahakarya kolektif yang menguji batasan bermusik Nadin. Untuk menggarap 11 trek di dalamnya, ia menggandeng 10 produser papan atas ternama seperti Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, hingga Feby Putri. Kolaborasi ini melahirkan pusparagam warna musik baru yang membawa Nadin keluar dari zona nyamannya, sekaligus menyisakan satu impian besar sang solois untuk masa depan: memproduseri karyanya sendiri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article