Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Spasmodic Dysphonia yang Nadin Amizah Derita?

sakit tenggorokan
Freepik.com/jcomp
Intinya sih...
  • Spasmodic dysphonia adalah gangguan suara langka yang membuat penderitanya kesulitan menggunakan suara, disebabkan oleh kejang tidak terkendali pada pita suara.
  • Jenis-jenis spasmodic dysphonia meliputi adductor, abductor, dan mixed spasmodic dysphonia, serta dapat disertai dengan tremor vokal.
  • Gejala spasmodic dysphonia antara lain perubahan suara tiba-tiba, seperti tegang, serak, berbisik, putus-putus saat berbicara, atau bergetar. Pengobatan meliputi injeksi toksin botolinum, terapi bicara, dan bedah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Solois Nadin Amizah baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya mengidap spasmodic dysphonia yang turut memengaruhi karakter vokalnya.

Melansir dari Cleveland Clinic, spasmodic dysphonia adalah gangguan suara langka yang membuat penderitanya kesulitan dalam menggunakan suara. Ini terjadi ketika pita suara mengalami kejang yang tidak terkendali. Kondisi ini bisa membuat suara penderita terdengar serak atau bahkan seolah-olah kehilangan suara. 

Pada kondisi Nadin Amizah sendiri, gejala yang dirasakan meliputi nada mudah fals, leher terasa pegal dan sakit meskipun ia baru bernyanyi sebentar, bahkan berbicara sebentar saja membuat lehernya terasa sakit, kesulitan menelan air liur saat bernyanyi, terlepas dari kondisi air liur di mulut, hingga range vokal yang menyempit.

Lantas, apa itu spasmodic dysphonia yang diderita Nadin Amizah? Berikut penjelasan lengkap yang telah Popbela rangkum berikut ini.

Apa Itu spasmodic dysphonia?

sakit tenggorokan
Freepik.com/diana.grytsku

Seperti yang dijelaskan sebelumnya tentang apa itu spasmodic dysphonia yang diderita Nadin Amizah, gangguan suara ini memengaruhi laring dan pita suara. Ya, pada penderita gangguan suara satu ini, suara yang dikeluarkan bisa terdengar pecah, tegang, atau tersengal-sengal pada saat berbicara. 

Umumnya, pita suara bergetar saat seseorang berbicara. Namun, pada penderita spasmodic dysphonia, otot-otot yang mengendalikan pita suara mengalami kejang yang tidak terkendali. Kejang ini menyebabkan pita suara menempel lebih erat, sehingga suara terdengar berbeda dari biasanya.

Jenis-jenis spasmodic dysphonia

sakit tenggorokan
Freepik.com/benzoix

Terdapat tiga jenis spasmodic dysphonia, yaitu:

  • Adductor spasmodic dysphonia. Ini merupakan spasmodic dysphonia yang paling umum. Penderita yang menderita spasmodic dysphonia jenis ini suaranya akan terdengar tegang, kaku, dan serak. 
  • Abductor spasmodic dysphonia. Jenis spasmodic dysphonia ini membuat suara yang dimiliki oleh penderita terdengar lemah atau serak.
  • Mixed spasmodic dysphonia. Pada kondisi ini, penderita mengalami kombinasi dari dua jenis spasmodic dysphonia, meski kondisi seperti ini jarang terjadi.

Salah satu dari kondisi ini juga dapat disertai dengan tremor vokal, yang membuat suaramu terdengar gemetar.

Gejala dan penyebab spasmodic dysphonia

pusing
Freepik.com

Seseorang yang mengidap spasmodic dysphonia umumnya akan merasakan beberapa gejala, seperti perubahan suara secara tiba-tiba yang sulit diprediksi. Perubahan ini bisa membuat suaramu terdengar tegang, serak, seperti berbisik, terdengar putus-putus saat berbicara, atau bahkan bergetar.

Sementara untuk penyebabnya spasmodic dysphonia dimulai di area otak yang membantu mengoordinasikan gerakan otot yang tidak disengaja. Kondisi ini, yang membuat otot-otot di laring dan pita suara kejang akibat sinyal otak yang salah, disebut distonia, sehingga kondisi ini juga dikenal sebagai distonia laring.

Pengobatan spasmodic dysphonia

vitamin
Freepik.com

Hingga saat ini belum ada pengobatan yang menyembuhkan spasmodic dysphonia secara permanen, namun terdapat beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala spasmodic dysphonia, seperti:

  • Injeksi toksin botolinum. Injeksi ini merupakan pilihan terapi yang paling umum dilakukan, Langkah ini melibatkan penyuntikan obat yang dikenal sebagai botox ke area otot pita suara, tujuannya untuk mengurangi spasme.
  • Terapi bicara. Pengobatan lain yang bisa ditempuh adalah terapi bicara. Langkah ini dilakukan untuk membantu meminimalisir ketegangan suara serta memaksimalkan fungsi suara lewat teknik tertentu.
  • Bedah. Beberapa prosedur bedah dapat dipertimbangkan untuk penderita spasmodic dysphonia berat, namun langkah ini bukan opsi utama karena manfaatnya mungkin tidak bertahan lama.

Penjelasan tentang apa itu spasmodic dysphonia yang diderita Nadin Amizah diharapkan bisa membantu kamu memahami kondisi ini, terutama jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala serupa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Beauty

See More

5 Cara Menurunkan Kadar Hormon Kortisol 

10 Jan 2026, 06:05 WIBBeauty