Ada getar ganjil yang pelan-pelan menyusup ketika melangkahkan kaki ke Jogja National Museum musim ini. Di tengah riuh perayaan ARTJOG 2026 yang mengusung tema besar ARS LONGA: GENERATIO, seniman pop surealis asal Yogyakarta, Roby Dwi Antono, hadir membawa sebuah monolog visual yang begitu personal. Kali ini, ia tak hanya menyapa kita lewat lukisan kanvas dengan figur anak-anak berkepala kelinci yang polos namun muram. Roby melangkah lebih jauh, merajut lanskap imersif berskala besar yang mengajak kita bertualang ke lorong ingatan, trauma, serta siklus kelahiran kembali yang tak pernah usai.
Menjadi seorang ayah rupanya mengubah cara pandang Roby terhadap pusaran waktu. Ia tak lagi sekadar melukis fantasi, melainkan mulai mempertanyakan warisan apa yang sebenarnya sedang kita titipkan pada masa depan. Melalui karya komisi bertajuk GENERATIO: CYCLUS VITAE, Roby membedah bahwa 'generasi' bukanlah potongan waktu yang kaku dan terpisah. Ia adalah aliran darah, pengetahuan, kasih sayang, hingga luka-luka lama yang belum sempat sembuh namun terlanjur diturunkan. Pengalaman ini bukan sekadar pameran seni, melainkan sebuah ziarah rasa yang membawa kita menyelami ruang paling sunyi dalam diri.
